
Jantung Dinasti Su sangat megah lengkap dengan ornamen warna ungu yang menjadi lambang dari dinasti tersebut. Zhen Yuan saat ini sedang menikmati teh dan makanan yang cukup lezat disalah satu restoran mahal yang ada disana.
Tentu saja Zhen Yuan mengirimkan makanan yang serupa pada setiap orang yang saat ini berada dalam dunia kecilnya. Ia tidak terburu- buru menikmati makanannya dan berusaha untuk mengumpulkan informasi sebelum melanjutkan perjalanannya.
Tepat ketika ia asik mengumpulkan informasi, sebuah percakapan berhasil menarik perhatiannya.
“Apa kau tahu berita baru- baru ini kalau enam pangeran telah sepakat untuk menurunkan pangeran mahkota dari tahtanya?”
“Berita itu sungguh membuat gempar bagi semua orang di dalam Dinasti Su. Tapi saya rasa pangeran Mahkota tidak akan bisa digeser! Ia memiliki pengikuti setia dari 9 kekaisaran dibawah Dinasti Su. Mereka pasti akan mendukung penuh pangeran mahkota”
“Hmph kau tidak tahu yah? pangeran kedua juga memiliki dukungan 3 kekaisaran yang tersisa serta pangeran ke empat yang merupakan murid dari wakil ketua sekte kerajaan! Gabungan keenam pangeran sebenarnya mengalahkan pamor dari pangeran mahkota! Terlebih pangeran kedua rupanya telah membuat konflik antara 3 kekaisaran dibawah kendali pangeran Mahkota. Tidak ada yang menjamin bahwa mereka tidak akan menarik dukungannya untuk pangeran mahkota”
“Mengapa saya merasa bahwa semakin hari dinasti Su kita akan semakin melemah karena keluarga yang saling bertarung? Posisi dinasti Su suatu hari pasti akan mengecil hingga menjadi kekaisaran dan dicaplok oleh dinasti lainnya” Percakapan itu terus berlanjut, Zhen Yuan akhirnya mendapatkan beberapa informasi baru.
Setelah merasa cukup puas, Zhen Yuan meninggalkan restoran dan berniat untuk menginap satu malam di jantung dinasti Su. Sayangnya entah takdir ataupun yang lainya, Zhen Yuan kembali bertemu pada kedua gadis yang ditolongnya beberapa jam yang lalu.
Mereka terlihat kelelahan dan berusaha untuk menggadaikan perhiasan kecil yang mereka miliki untuk dapat menyewa kamar penginapan disana. Merasa kasihan, Zhen Yuan melemparkan sekantong uang pada keduanya dari belakang.
“Eh?” Keduanya terkejut mendapati Zhen Yuan kembali disini. Gadis yang sebaya dengannya segera mengembalikan kantong uang Zhen Yuan. “Kami telah berutang budi satu kali, kami tidak akan mampu membayar utang budi kedua ini”
Meski begitu sinar cahaya berbeda dapat terlihat dari sorot matanya. Zhen Yuan tertawa kecil lalu mengatakan jika ia tidak mempermasalahkannya. “Adik anda sepertinya sudah sangat kelelahan, lebih baik ambil uang itu dan pesan kamar untuk beristirahat”
Zhen Yuan tidak menunggu balasan sang gadis, ia beranjak menuju tangga untuk memasuki kamarnya yang kebetulan berada di lantai atas.
Sesampainya di kamar, Zhen Yuan meluruskan badannya di kasur hingga tidak sadar ia ketiduran. Ia baru terbangun ketika suara ketukan pintu terdengar berulang kali.
“Sepertinya saya terlalu lelah melakukan perjalanan selama beberapa hari” Zhen Yuan dapat merasakan tubuhnya kembali segar dan pegal- pegalnya juga telah mereda. Ia beranjak dari tempat tidurnya lalu membuka pintu kamar untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya berulang kali.
Zhen Yuan terkejut ketika melihat sosok yang mengetuk pintunya tidak lain adalah gadis yang sebaya dengannya. Ia memiliki wajah yang sedikit panik ketika Zhen Yuan membuka pintu.
“Ada apa?”
“Tuan muda, apakah anda memiliki pill Cedera Emas? Adik saya sepertinya kelelahan dan akhirnya sakit setelah beristirahat” ucapnya dengan panik.
Zhen Yuan tidak menjawab melainkan memberi sebotol pill cedera emas yang ia miliki lalu kembali menutup pintunya.
Namun tidak lama ketukan dipintunya kembali berbunyi. Zhen Yuan yang tidak mengunci pintunya segera berkata dari dalam dengan pelan. “Masuklah, pintunya tidak terkunci”
Kemudian sang gadis yang sebaya dengannya memasuki kamar Zhen Yuan. Namun kali ini kepanikan dan kesedihan masih menyelimuti wajahnya.
Zhen Yuan mengerutkan keningnya, penasaran mengapa gadis itu bersikap murung.
“Maafkan saya tuan muda, saya awalnya tidak ingin merepotkan tuan muda lagi tapi saya bingung melihat kondisi adik saya yang semakin memburuk. Sebab itu saya kemari ingin meminta pill Cedera Emas yang lebih tinggi mungkin saja adik saya bisa sembuh”
Zhen Yuan terkejut, “Pill Cedera Emas yang saya berikan memiliki kualitas yang sangat tinggi. Tidak mungkin adik anda tidak mendapatkan kesembuhan setelah meminumnya kecuali ia memang bukanlah sakit biasa.”
Mendengar perkataan Zhen Yuan, gadis itu sedikit tersentak sebelum tersenyum pasrah. “Apakah anda bisa menyembuhkan adik saya tuan muda?” Seolah gadis itu mulai memperlakukan Zhen Yuan sebagai penyelamatnya yang serba bisa.
Zhen Yuan menutup matanya sejenak lalu mengangguk pelan. “Bawa adikmu kemari, saya akan berusaha untuk menyembuhkannya”
Gadis itu membawa adiknya dengan tergesah- gesah, ketika Zhen Yuan melihat kondisi adiknya ia mengerutkan kening bingung.
“Sepertinya ini bukan sakit tapi adikmu mungkin telah terkena racun” Zhen Yuan menggeleng pelan, ia tidak lagi memperhatikan wajah gadis paruh baya yang terlihat panik dan syok.
Zhen Yuan melepaskan energinya yang kuat lalu perlahan membentuk sebuah kubah semi transparan yang terbuat dari kabut berwarna ungu. Pemuda itu mengaktifkan tubuh Racun Surgawi untuk mengambil racun yang ada dalam tubuh sang gadis.
Asap berwarna hitam keluar dari mata, mulut, hidung dan telinga nya lalu bergabung bersama dengan kabut Zhen Yuan. Setelah memastikan semuanya bersih, Zhen Yuan kembali menyerap kabut tersebut menggunakan energinya kedalam tubuh.
“Biarkan dia beristirahat beberapa waktu sebelum sadar dan berikan pill cedera emas yang tersisa” Zhen Yuan berkata sambil melakukan meditasi. Gadis itu mengangguk lalu segera membawa adiknya kembali.
Zhen Yuan sebenarnya cukup terkejut karena dosis racun yang berada dalam tubuh adiknya dapat membunuh kultivator Bijak lapisan lima, bagaimana mungkin adiknya yang hanya berada di ranah Mortal Puncak dapat bertahan sampai saat ini.
“Saya merasa keduanya menyembunyikan sesuatu yang lebih besar” Meski penasaran, Zhen Yuan tidak ingin bertanya lebih jauh selain membenamkan dirinya dalam kultivasi dan meditasi untuk memahami hukum.
Matahari seakan datang lebih awal, Zhen Yuan terbangun dari meditasinya ketika merasakan udara hangat menyentuh wajahnya.
“Saatnya melakukan perjalanan” Semalaman Zhen Yuan telah memulihkan energinya yang terpakai dalam perjalanan. Ia tengah bersiap untuk berangkat ketika suara ketukan pintu kembali terdengar.
“Masuklah” Zhen Yuan merasakan keberadaan dua gadis didepan pintunya.