
“Hei saya tidak mengira jika wanita ini juga begitu kuat” pemimpin dari ketiga pria itu mengangkat alisnya.
“Hmph! Kalian kultivator sekte besar hanya bisa merendahkan orang lain. Lihat bagaimana saya akan membuat kebanggaan sekte Muara Dalam itu menghilang” Sang wanita berkata dengan marah, ia tidak peduli lagi jika setelah hari ini akan menyinggung sekte Muara Dalam.
Mendengar penghinaan sang wanita membuat ketiganya tidak lagi menunggu dan menyerang bersamaan. Sikap ketiganya membuat banyak penonton heran dan mengutuk, bagaimana mungkin ketiga pria itu akan bertarung melawan seorang wanita, sungguh tidak adil. Tapi tidak ada suara penonton yang terdengar, mereka masih cukup takut untuk berkata seperti itu pada anggota Sekte Muara Dalam.
Sang wanita tidak menunjukkan sisi lemahnya, walau mendapatkan serangan dari 3 orang tapi ia masih berdiri ditempatnya dan mempertahankan sikap berani. Hal ini membuat banyak penonton memuji sang wanita.
Berawal dari belasan serangan hingga merembet pada ratusan serangan, ketiga pria itu nampak tidak memberi kesempatan bagi sang wanita bernafas. Wajah sang wanita mulai mengerut ketika melihat ketiga lawannya menyeringai seram.
Tidak diduga, tepat ketika sang wanita menahan dua serangan tapak dari dua pria itu, seorang menyelinap dibelakangnya dengan curang lalu mengambil pedangnya. Sang wanita berubah menjadi buruk ketika melihat ketiganya melakukan cara curang. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak, pasalnya gerakannya ditahan untuk sementara oleh dua orang.
Serangan itu menyelinap dan dipastikan menusuk punggung wanita itu. Tapi kemudian aura hijau datang dan membuat arah serangan melenceng.
“Kalian benar- benar berbuat curang! Saya tidak bisa tinggal diam” Botak Kun tiba- tiba berada dibelakang sang wanita, auranya telah keluar membuat ketiga pria itu menjadi lebih buruk.
“Sialan!” Sang pemimpin ingin menyerang Botak Kun, tapi langkahnya kali ini ditahan oleh sang wanita. “Kau sebelumnya menahan ku, sekarang saya akan menahan anda untuk sementara” ucap sang wanita memberi senyum dingin.
Kemunculan Botak Kun dan keberpihakannya pada sang wanita membuat posisi Obat Mujarab dimasa depan akan menjadi buruk dihadapan sekte Muara Dalam. Tapi tidak sedikitpun kecemasan terlihat diwajah Zhen Yuan, seolah itu hal yang biasa. Shu Lian mengutuk dalam hatinya, “Bagaimana Master Zhen dapat bersikap tenang disituasinya seperti ini?”
“Gelombang Pasang!” Botak Kun mengeluarkan jurus andalannya. Energi yang cukup besar mulai membentuk lapisan butiran air yang perlahan menjadi lebih banyak. Gelombang air itu kemudian mencoba menghempaskan kedua lawannya dan berhasil.
Meski itu hanya terlihat seperti gelombang air, namun mereka tidak dapat diremehkan sebab gelombang air itu adalah kumpulan energi roh paling murni yang dimiliki Botak Kun. Selepas itu, Botak Kun kembali meneriakkan jurusnya. Kali ini 2 buah gelembung air bergerak cepat kearah keduanya.
Mendapatkan pengalaman buruk, keduanya bertindak cepat. Mereka bergerak menjauh dari gelembung air tersebut. Tapi kemudian mereka tidak menyadari 2 buah tapak tengah mengarah kearah titik buta keduanya.
“Arrrgggh!” Teriakan keduanya terdengar ketika tapak hijau itu berhasil menghancurkan organ dalam mereka dan membuat keduanya mati ditempat. Botak Kun sungguh tidak menduga akan serangannya akan membunuh mereka begitu saja, ia tidak sengaja memandang Zhen Yuan dengan perasaan bersalah.
Botak Kun baru saja ingin meminta maaf dan memberikan penjelasan jika ia tidak sengaja tapi terhenti ketika melihat Zhen Yuan menyeringai lebar dan memberikan tepuk tangannya. “Bagus! Keduanya memang pantas mati. Kau tidak perlu ragu atau meminta maaf pada kematian mereka yang lemah” ucapan Zhen Yuan membuat suasana disekitar menjadi lebih dingin.
Sang pemimpin dari ketiga pria itu menggigil ketakutan melihat kekuatan Botak Kun yang menghabisi kedua rekannya dengan mudah. Ia mencoba melangkah mundur perlahan tapi tepat ketika ia merasa dirinya telah keluar dari bahaya, sebuah pedang melesat kearahnya dan memisahkan kepala dari tubuhnya dalam sekejap.
Hal itu disusul dengan geraman keras dari Zhen Yuan, ia menatap tajam sang wanita yang membiarkan lawannya lolos. “Apa yang kau pikirkan dengan tidak menahannya? Itu adalah kesempatan yang baik bagi kalian berdua untuk membunuh”
Setelah itu dengan jentikan jari Zhen Yuan, tubuh ketiga pria itu terbakar habis dan menjadi debu yang ditiup oleh angin. Para penonton merasa ngeri melihat kekejaman yang ditunjukkan oleh Zhen Yuan. Mereka tidak percaya jika seorang pemuda yang lugu itu akan berbuat begitu kejam.
Sang wanita tidak terima lalu menunjuk Zhen Yuan, “Kenapa kau membunuhnya? Sekte Muara Dalam akan semakin memburu kita!” ucap wanita itu menjadi lebih panik.