To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Turun Tangan III



Formasi yang mengikat iblis tersebut mulai melemah dan perlahan menghilang. Zhen Yuan tidak menunggu sang iblis untuk menyerangnya sebab itu ia memilih menyerang lebih dulu dengan sisa kekuatan yang ia miliki.


Zhen Yuan mengerahkan kelima jurus Pedang Terbang secara bersamaan membuat salah satu jiwa bayi lapisan 9 sang iblis hancur seketika. Selain itu Zhen Yuan juga mengerahkan Teknik Tombak Kaisar dilengkapi dengan tombak kelas 6 yang ia dapatkan dari dunia kecil membuatnya berhasil membunuh Jiwa Bayi kedua.


Terakhir Thunder Wrath berhasil membunuh jiwa bayi lapisan 7 dengan begitu Zhen Yuan membunuh 3 jiwa bayi sang iblis dalam tiga serangan. Masing- masing sisa dari jiwa bayi segera di serap oleh 16 sulur lotus Api dan Air.


Sang iblis baru saja ingin mengejek Zhen Yuan karena formasinya telah menghilang kini berubah penuh kemarahan karena 3 jiwa bayinya yang berharga dihancurkan begitu saja di depan matanya. Ketiganya dikembangkan dengan susah payah dan butuh waktu yang sangat lama. Kehilangan mereka kekuatan tempurnya berkurang.


“Nak akan kucabik- cabik mayatmu hingga tidak lagi terbentuk!” Sang Iblis melesat dengan kecepatan penuhnya kearah Zhen Yuan. Tapi tetua Huang dan dua tetua lainnya tiba tepat waktu dan menghadang sang iblis.


“Master Zhen, anda segera masuk ke dalam kereta Roh lalu pergi ke istana Pill secepat mungkin. Giliran kami untuk menahannya” Tetua Huang berkata sebelum melesat maju dengan yang lainnya melawan sang iblis.


Tetua Sazi dan Patriark Yiqian telah lebih dulu masuk ke dalam kereta roh dan mengendalikan kereta tersebut untuk bergerak dengan kecepatan penuh.


Zhen Yuan menurut, ia hanya akan menjadi beban pada ketiganya untuk saat ini setelah kehabisan energi. Sebelum itu tentu ia tidak lupa untuk membantu Chun Jian membunuh 2 jiwa bayi lainnya dan mereka berdua pun masuk kedalam kereta roh.


“Tetua Huang, saya akan menunggu anda di istana pusat!” Zhen Yuan berteriak sambil mengendari kereta roh kelas 6 ditangannya.


“Kau tidak bisa lari!” Sang iblis telah mengarahkan kemarahannya kepada Zhen Yuan. Ia tidak mungkin membiarkan Zhen Yuan pergi dari sana.


Sang Iblis mengerahkan 2 jiwa bayi lapisan 8 yang tersisa untuk menghentikan pelarian Zhen Yuan. Tetua Huang melihat hal itu tidak tinggal diam, ia melesat mengejar 2 jiwa bayi yang tersisa lalu membunuhnya ditempat.


“Kau tertipu!” Sang Iblis tertawa dibelakang.


Ia menyangka sang iblis akan benar- benar menargetkan Zhen Yuan saat itu membuat tetua Huang mengambil langkah cepat menghabisi jiwa bayi yang ada. Ia tidak tahu bahwa sang iblis sengaja memancing Huang Gu untuk menjauh dari 2 tetua lainnya. Saat itu ia dapat mengatasi keduanya dengan mudah.


“Giliranmu!” Sang iblis melesat menuju tetua Huang.


“Angin Kekacauan Super!” tetua Huang tidak putus asa. Walau kini terpojok namun ia bersikeras untuk memberikan perlawanan yang berarti pada musuhnya. Tapi hanya sedikit angin yang terbentuk sebelum tetua Huang muntah darah beberapa teguk. Ia mendapati serangan balik dari efek obat yang tidak dimurnikan dengan sempurna.


“Matilah!” Sang Iblis tidak membuang waktu, ia melesat  dengan cakarnya yang tajam ingin membunuh tetua Huang.


“Berani sekali kau iblis sialan!” sebuah suara bergetar hebat dilangit ketika cakar sang iblis telah menusuk dada tetua Huang.


Sang iblis merosot dengan begitu ketakutan mendengar suara tersebut. Ia tidak memperdulikan tetua Huang yang telah sekarat dan memutuskan untuk melarikan diri dari sana.


Tapi sebuah pedang cahaya datar dari arah belakangnya dengan begitu cepat dan membunuh sang iblis dalam sekejap.


“Lemah!” suara itu menghina, sang iblis sangat marah di akhir hayatnya karena mendengar hinaan seperti itu.


Samar- samar sosok pria datang dengan pedang tersampir di pinggangnya. Tetua Huang yang sekarat akhirnya jatuh pingsan ketika sosok tersebut tiba.


“Master Dan Jian!” ucapan tetua Huang sebelum ia kehilangan kesadarannya.


Master Dan Jian membawa kedua tetua yang terluka bersama dengan mayat tetua ke tiga, menyusul Zhen Yuan dan yang lainnya.