
Zhen Yuan mengangguk puas dengan kecepatan Baiseng. Lagipula anak itu baru berumur 8 tahun namun telah menjadi Qi Master. Apalagi Zhen Yuan dapat melihat dengan jelas energi Qi yang ada di sekitarnya mulai terhisap secara perlahan dan stabil ke dalam tubuh Baiseng.
“Bakat Bawaannya mampu membuat Baiseng berkultivasi secara tidak sadar. Bahkan jika ia sedang tidur atau melakukan aktivitas lainnya, ia masih dikatakan berkultivasi. Sial, saya merasa iri dengan Bakat Bawaannya” Zhen Yuan menggerutu pelan.
Ia kemudian mengambil beberapa kertas dan mulai menuliskan beberapa teknik Qi papan atas. “Karena Bakat Bawaannya telah aktif, maka tidak perlu bagi Baiseng menunggu dirinya mempelajari teknik tubuhnya secara paksa. Ia akan perlahan mengetahuinya tanpa harus berlatih.”
Zhen Yuan awalnya berniat memberikan teknik- teknik tingkat tinggi setelah Baiseng menguasai bakat bawaannya dan dapat mengendalikan kekuatannya itu. Tapi melihat bakat bawaannya yang dapat berkultivasi sendiri, Zhen Yuan mengubah rencananya.
“Pelajari ini dengan baik” Zhen Yuan kemudian memberikan teknik- teknik yang telah ia tuliskan disana.
Baiseng mengambilnya dengan cepat dan berterimakasih pada Zhen Yuan. “Sudahlah, kau tidak usah berterimakasih sekarang. Di masa depan, kau harus menjadi sangat kuat untuk dapat diandalkan” Zhen Yuan meninggalkan Baiseng, memberikan ruang bagi anak itu berlatih.
~
Kota Bintang Merah, begitulah orang menyebutkan kota paling makmur dan paling sibuk di seluruh daratan saat ini. Bagaimana tidak? Kota Bintang Merah adalah salah satu dari 3 kota pusat dari Istana Pill. Di sana jugalah turnamen pill tahun ini di adakan.
Karena dikelola oleh Istana Pill membuat Kota Bintang Merah memiliki gaya dan desain klasik dari seorang alkemis. Di depan pintu masuk, terdapat 3 patung menjulang tinggi yang mana mereka adalah 3 legenda Master Pill yang dimiliki oleh Istana Pill.
Selain itu juga terdapat beberapa tempat yang menunjukkan status seorang alkemis lebih tinggi disana. Misalkan saja beberapa toko yang dikelola oleh para tetua istana Pill disana akan menarik lebih banyak pajak dan harga dari para pembeli jika mereka tidak memiliki medali perak.
‘Penginapan Pill Merah!’ begitulah nama yang tergantung di depan penginapan tersebut. Walau terlihat sedikit aneh, namun rombongan itu tidak menunjukkan penghinaan pada penginapan tersebut. Sebab Penginapan Pill Merah berada dibawah pengawasan dan pengelolaan langsung Istana Pusat.
Rombongan itu terdiri dari beberapa orang, dipimpin oleh 2 orang yang memiliki umur yang sedikit kontras. Satu berumur lebih dari sepuh sedangkan yang lainnya masih sangat muda terlihat kurang dari 20 tahunan.
“Master Zhen tidak usah membayar penginapan, saya akan menanggung semua biayanya.” ucap pria tua tersebut pada remaja disebelahnya.
Ya, mereka tidak lain adalah Zhen Yuan dan rombongannya. Setelah berjalan sangat lama akhirnya mereka tiba di kota Bintang Merah. Hal pertama yang dicari rombongan tersebut adalah Penginapan yang bagus. Sebulan lebih mereka tidur di atas kereta dan hari ini mereka ingin beristirahat di atas kasur yang nyaman.
Namun tepat ketika memasuki ruangan penginapan, rombongan lainnya datang. Kelompok itu masing- masing memiliki seragam berwarna putih lengkap dengan ikat kepala putih yang dipakai di dahi mereka.
Walau tidak seramai rombongan Zhen Yuan, kelompok itu rupanya dipimpin oleh dua orang kultivator lapisan 6 yang memiliki tekanan yang sama seperti Chun Jian. Yang menarik adalah, keduanya memiliki rupa yang sama membuat mereka semua sangat mencolok. Dibelakang keduanya, terdapat 3 orang lainnya dengan pakaian mewah.
Ketika Chun Jian melihat kedua pemimpin kelompok itu, ia segera mendekat lalu dengan senyum sedikit ramah ia menyapa keduanya, “The Twins, saya tidak menyangka akan bertemu dengan kalian disini” The Twins, itulah yang menjadi julukan keduanya.
Sama seperti Chun Jian, The Twins juga terkejut mendapati perdana mentri kerajaan Musim Semi ada disana. Sebab itu mereka membalas sapaan Chun Jian. Setelah itu mereka masing- masing memperkenalkan anggota dan perwakilan mereka. Chun Jian memperkenalkan Putri Embert dan yang lainnya begitu pula sebaliknya.