
Baisheng bingung melihat energinya yang melonjak drastis, ia menoleh ke Singa Kecil dengan harapan mendapatkan penjelasan.
“Salah satu keistimewaan dari yang memiliki Bakat Bawaan adalah ia dapat menyerap kekuatan petir surgawi yang mereka lalui dan menggunakannya sebagai lonjakan kekuatan ketika berhasil. Kau berhasil melewati 2 petir surgawi dengan baik dan itu adalah balasanmu, jika kau menghadapi petir yang ketiga mungkin kekuatanmu akan naik menjadi Mortal lapisan Awal.” Singa Kecil turut bahagia dengan perkembangan Baisheng.
Baisheng sedikit menyesal setelah mendengar penjelasan Singa Kecil, jika ia tahu maka ia akan berusaha untuk menghadapi petir surgawi ketiga dengan kekuatannya sendiri walau hanya sesaat. Mengetahui penyesalan Baisheng, Singa Kecil terkekeh pelan.
“Kekuatanmu tidak akan bisa menghadapinya, bahkan tidak ada satupun orang yang mampu menghadapi petir terakhir entah apapun jenis kesengsaraan surgawinya dengan kekuatannya sendiri. Apalagi petir surgawi yang kau miliki adalah salah satu dari jajaran kesengsaraan surgawi tertinggi. Menyelesaikannya di petir pertama sudah sangat baik dan kau berhasil menyelesaikannya di petir kedua membuktikanmu jauh diatas rata- rata” Ia tidak ingin semangat Baisheng meredup, sebab itu ia menyanjungnya.
“Sekarang saya ingin melihat perkembangan kekuatanmu yang sekarang!” Singa Kecil melirik ketiga tetua, “Tiga tetua akan menghadapimu satu persatu, ketiganya telah mencapai lapisan 3 dan tetua huang mencapai lapisan 4 dengan mereka menjadi lawanmu saya bisa memeriksa perkembanganmu yang sesungguhnya”
Singa Kecil kemudian mempersilahkan tetua kedua untuk maju, diantara ketiganya ia memiliki serangan jarak jauh yang cukup merepotkan serta kekuatan dan daya hancurnya hanya dibawah tetua Huang.
“Mulai!” Singa Kecil membuat lingkaran hijau yang cukup luas diantara mereka dan memulai pertandingannya.
Tetua kedua melompat ke dalam lingkaran menyusul Baisheng yang telah lebih dulu datang.
“Tetua mohon ajarannya” Baisheng tidak menunggu tetua kedua membalas, ia dengan cepat melemparkan teknik Neteer Mendalam yang diajarkan oleh Zhen Yuan. Teknik ini telah menjadi teknik Mortal dan digabungkan dengan bakat bawaannya, teknik tersebut hampir mendekati teknik semi bijak.
Tetua kedua terkejut dengan peningkatan Baisheng, tidak ingin kalah dari anak itu ia segera membuat pelindung api yang membara dalam jarak 10 meter dari tubuhnya. Walau itu hanya merupakan teknik Semi Mortal namun tetap saja jika dipadukan dengan energi penuh dari tetua kedua, bahkan Baisheng masih harus waspada menghadapinya.
Baisheng memutar tubuhnya dan bayangan hitam muncul menjadi pusaran yang melahap api miliki tetua kedua. Tetua kedua mendengus pelan, mengalirkan energinya lebih cepat yang membuat bayangan hitam itu terdorong mundur.
Baisheng terkejut, ia melompat kesamping mencoba cara lainnya. Dengan kecepatannya saat ini, tetua kedua tidak bisa menangkapnya. Baisheng membuat pelarian acak untuk menipu tetua kedua yang kemudian ketika berada dititik buta ia akan melepaskan serangan lainnya.
“Roda Api berputar!” Baisheng terkejut ketika gerakannya masih diketahui oleh tetua kedua. Apalagi ia tertangkap basah menyiapkan serangan membuatnya tidak dapat bereaksi tepat waktu. Akibatnya ia harus menghentikan rencananya dan membuat perlindungan sementara menggunakan kedua punggung tangannya yang ia silangkan di depan dada. Serangan tetua kedua membuat Baisheng terlempar keluar dari lingkaran.
Singa Kecil segera menangkap Baisheng agar ia tidak terlempar jauh. “Kau tidak apa- apa?”
Baisheng mengangguk, ia tersenyum kecut sebab belum beberapa langkah dirinya telah dilempar keluar oleh tetua kedua. “Saya terlalu lemah”
“Kau tidak lemah, hanya saja kekuatan pelindung apiku dapat mendeteksi serangan maupun gerakan dalam jangkauannya. Karena kita tidak pernah bertarung hingga kau tidak mengetauinya” Tetua kedua tiba dan memberi semangat pada Baisheng.
Singa Kecil juga menambahkan. “Untuk menghadapi lawan yang lebih kuat dari kita, sebaiknya untuk mengetahui seluruh kekuatan lawan terlebih dahulu. Jika kau nekat untuk langsung menyerang walau kau memiliki taktik dan teknik yang hebat sekalipun tidak akan bisa menjamin kemenangan”
Baisheng sekarang menjadi lebih paham, “Baiklah saya akan mengingat nasehat para tetua”
Singa Kecil menganggap jika Baisheng masih belum memiliki pengalaman yang banyak dalam hal bertarung. Ia takut jika Baisheng akan terlalu buta jika mengalami pertarungan sejati diluar sana. Rasa urgensi sedikit menyelinap di pikiran dan hati Singa Kecil mengingat bakat Baisheng yang sangat tinggi, sayang sekali jika ia tidak dapat berkembang dimasa depan dan mati diusia muda.
Singa Kecil kembali menyuruh Baisheng untuk kembali bertarung dengan tetua kedua, ia sekarang harus membiasakan Baisheng bertarung dengan itu naluri dan pemahamannya akan terasah.
Di pertarungan keduanya, Baisheng mulai bersikap tenang. Ia tidak langsung menyerang tapi memancing untuk tetua kedua memuali serangan lebih dulu. Baisheng menggunakan bayangan hitamnya untuk terus membuat tetua kedua bergerak kearahnya.
“Cobalah untuk menyerang!” Singa Kecil memperingatkan. Walau taktik Baisheng berhasil namun ia tidak mungkin melakukannya terus menerus.
Tepat setelah Singa Kecil memperingatinya, Baisheng melesat maju dengan kecepatan penuhnya. Ia melemparkan bayangan hitam untuk membuat pelindung api milik tetua kedua bereaksi. Setelah rencananya berhasil, ia pindah dengan kecepatan penuh kearah titik buta dan membuat serangan lainnya. Kali ini ia telah lebih siap jika tetua kedua tiba- tiba menemukannya. Benar saja walau pelindung api tetua kedua telah menghadapi banyak bayangan hitamnya tetap saja pelindungnya akan bereaksi ketika ia menyerang di area titik buta.