
Mendengar rencana Zheng Cho para tetua terkejut, pasalnya baru kali ini Zheng Cho mengatakan hal sebesar itu pada mereka. Dan benar saja, banyak dari mereka yang kurang setuju dengan rencana Zheng Cho.
“Ketua, apakah anda telah memikirkannya dengan benar? Kita semua tahu bahwa kekuatan diantara 3 kelompok seimbang, menghadapi salah satu dari mereka saja sudah sangat sulit apalagi keduanya” Salah satu tetua dengan kekuatan Mortal lapisan 9 menanyakan rencana Zheng Cho.
Zheng Cho tersenyum tipis, “Apa kalian takut? Jika saja kalian takut untuk menjadi penguasa maka dimasa depan bersiaplah orang lain yang akan menguasai kalian”
Zheng Cho menoleh kearah tetua yang menanyakan rencananya, “Jika kita menyiapkannya dengan baik dan menyerang mereka secara tiba- tiba maka kita akan mendapatkan kemenangan 80% asalkan kita menyelesaikannya dengan cepat”
“Tapi jika kita terlambat sedikit saja, mereka akan bergabung dan bukannya kita menang malah akan mendapatkan pembantaian dari keduanya” balas tetua tersebut.
“Lalu bagaimana jika saya mengatakan Pencuri Bayangan akan mendapatkan bantuan untuk melakukan penyerangan?”
Para tetua menjadi bingung, “Anda mendapatkan bantuan dari pulau utama?” tanya salah satu diantara mereka.
Zheng Cho menggeleng, “Mereka adalah orang luar!”
Para tetua semakin bingung, “Bukankah itu hanya membuat pulau utama semakin mendapatkan kesempatan untuk menyalahkan kita?”
Di bawah perlindungan Pulau Utama, setiap Pulau atau dataran yang berada dibawah perlindungan mereka tidak boleh untuk saling bertarung satu sama lain. Walaupun perselihan internal dapat dibebaskan namun menyeret orang diluar dataran selain bantuan pulau utama akan mendapatkan sanksi. Tindakan ini untuk mencegah jika sewaktu –waktu munculnya saingan dari pulau utama.
“Kalian semua tidak perlu khawatir, apakah saya tidak pernah mempertimbangkan hal tersebut? Lagipula kita hanya perlu mengurus para tetua dari kekuatan utama, adapun yang lainnya itu ditangani oleh orang lain” Zheng Cho menjelaskan.
Barulah ketika Zheng Cho berkata seperti itu banyak tetua yang mulai setuju, mereka yang setuju dengan cepat adalah yang memiliki visi dan ambisi yang sama dengan Zheng Cho. Sedangkan mereka yang ragu- ragu adalah orang yang terlanjur nyaman dengan keadaan mereka.
“Karena kita tidak berniat untuk menyerang dengan terbuka, maka kita akan mulai menyerang secara sembunyi- sembunyi dan ketika saatnya tiba kita akan menyerang dengan kekuatan penuh!”
Sebelum para tetua meninggalkan menara, Zheng Cho memberikan masing- masing dari mereka Pill Pengumpul Energi tingkat Mortal. Tentu saja pill tersebut berasal dari Zhen Yuan.
“Di dalam pill ini terdapat racun yang hanya bisa diobati olehku. Perintahkan mereka untuk meminumnya sebelum meninggalkan menara, saya takut jika diantara para tetua terdapat pengkhianat.”
Zheng Cho terkejut mendengar perintah Zhen Yuan, namun mengingat ia juga sedikit khawatir jika rencana mereka bocor maka kedua kekuatan lainnya akan bergabung dan menjebak mereka disana.
“Tenang saja, selain racun khasiat pillnya masih sama bahkan jauh lebih baik. Ini juga semaca reward bagi para tetua. Katakan pada mereka jika rencana kali ini berhasil maka mereka akan mendapatkan masing- masing 3 pill lainnya” kata Zhen Yuan.
Para tetua segera meminum pill itu ditempat ketika Zheng Cho menyuruh mereka. Terlihat jelas bahwa kesetiaan mereka pada Pencuri Bayangan masih sangat tinggi. Setelah itu lonjakan energi memenuhi ruangan ketika belasan tetua secara bersamaan menerobos ke lapisan yang lebih tinggi.
Mereka sangat bersemangat karena kultivasi mereka yang terhambat selama beberapa tahun kini telah mengalami kenaikan dengan mudah. Beberapa diantara mereka bahkan menerobos 2 lapisan sekaligus.
Melihat ini Zheng Cho semakin senang sebab peluang mereka akan semakin bertambah jika kekuatan para tetua meningkat. Ia juga tidak lupa menyampaikan pesan Zhen Yuan untuk hadiah 3 butir pill jika rencana mereka berhasil.
“Saya akan mengirimkan masing- masing dari kalian perintah khusus, jadi sebelum itu kalian bisa kembali beraktivitas seperti biasa”
Para tetua kembali dengan semangat, mereka mempersiapkan diri agar rencana penaklukan dari dataran Gurun Bandit berjalan sukses.
Singa Kecil tertawa melihat Zheng Cho bersemangat menyiapkan peperangan, “Zhen Yuan, saya dapat menjamin dimanapun kau berada pasti akan muncul peperangan dan pertumpahan darah”
Pemuda itu menggeleng pelan, “Dengan adanya peperangan kita dapat mengetahui siapa yang lebih kuat dan siapa yang lemah”
~~