
Berita mengenai keruntuhan kota Ciao dan musnahnya keluarga Ciao yang menguasainya tersebar sehari setelah pembantaian kejam terjadi. Sebanyak lebih dari dua juta anggota keluarga Ciao yang melarikan diri mendapat penyergapan dari musuh dan membuat mereka tidak ada yang selamat. Sementara para tetua bersama Patriark Nan juga dibunuh oleh perwakilan 5 kota besar.
Kota Ciao jatuh dalam kericuhan setelah runtuhnya keluarga Ciao. Ratu Musim Semi tidak bisa membiarkan hal itu terus terjadi sebab itu memilih untuk mengambil alih wilayah keluarga Ciao untuk sementara waktu.
Zhen Yuan tentu telah mendengar berita mengenai pembantaian itu, wajahnya menunjukkan senyuman puas sementara Shu Lian dan Botak Kun saling melirik menyadari jika Zhen Yuan memiliki campur tangan disana. Walau keduanya tidak mengetahui bagaimana cara Zhen Yuan melakukan hal tersebut.
“Karena keluarga Ciao telah tiada maka misi terbatas waktu juga telah berakhir. Saya mungkin akan mengunjungi mereka untuk menarik beberapa pembayaran” Zhen Yuan terkekeh pelan. Baiseng mengikuti dibelakangnya ikut bingung dengan tuannya yang biasa berbicara dan tertawa tanpa sebab.
Hari ini Zhen Yuan dan yang lainnya akan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju Wilayah pusat, tapi sebelum itu mereka akan menemui Ratu Musim Semi untuk berterimakasih atas pelayanan yang diberikan pada mereka. Selain itu karen Shu Lian merupakan menantu dari kerajaan ini, ia harus melaporkan perjalanannya pada Putri Embert dan Ratu.
Ratu Musim Semi nampak terkejut ketika mendengar keempatnya ingin mengunjungi wilayah pusat. “Jangan bilang kalau master Zhen ingin kewilayah pusat untuk berpartisipasi dalam turnamen pill beberapa bulan kedepan.” Ratu Musim Semi teringat tentang turnamen pill.
“Benar yang mulia, Master Zhen akan mengikuti turnamen pill untuk mewakili Sekte Obat Mujarab” ucap Botak Kun dengan hormat.
Ratu Musim Semi nampak berpikir sejenak, ia menoleh kearah Shu Lian dan Putri Embert yang masih berbicara berdua. Nampaknya mereka memiliki kecocokan dan saling tertarik satu sama lain.
“Baiklah kalau begitu saya akan menitip Putri Embert untuk ikut bersama master Zhen dan rombongan” ucap Ratu Musim Semi membuat Zhen Yuan mengerutkan keningnya.
Meski telah mendengar penjelasan Shu Lian, Ratu Musim Semi masih berbicara, “Master Zhen, kami mendapatkan 3 undangan untuk kompetisi pill. Masing- masing akan diwakili oleh Putri Embert, dan 2 master alkemis lainnya. Bisakah saya meminta agar rombongan kita berangkat bersama?”
Zhen Yuan merasa berat untuk menolak, melihat hal itu Ratu kembali meyakinkan, “Tenang saja, saya tahu bahwa master Zhen khawatir sebab itu Perdana Mentri juga akan menemani kalian. Dengan kekuatan master Zhen dan perdana mentri, saya yakin 4 aliansi lainnya tidak akan berani berbuat macam- macam.” Akhirnya Zhen Yuan menurut dan menerima tawaran dari ratu.
Karena hal inilah, Zhen Yuan terpaksa menunda keberangkatannya, menunggu persiapan yang akan dilakukan Perdana Mentri. Mereka baru berangkat menuju wilayah tengah setelah 3 hari menunggu. Rombongan mereka membawa 3 kereta kelas 6.
Ada 2 kereta barang dan pelayan sementara satu kereta berjalan ditengah dengan ukuran yang besar. Kereta itu menampung Zhen Yuan dan rombongan.
“Hahaha... Saya tidak mengira Master Zhen akan semuda ini! Sungguh bakat yang mengagumkan” Perdana Mentri Chun Jian tertawa lantang. Zhen Yuan tersenyum tipis disebelahnya. Mereka berdua sama- sama duduk di sebuah ruangan di dalam kereta tersebut.
“Perdana Mentri Chun Jian sangat memuji. Jika dibandingkan dengan anda, saya tidak ada apa- apanya” Zhen Yuan merendah. Meski begitu, ia mengatakannya cukup tulus. Chun Jian adalah kultivator terkuat dibawah sang ratu. Kekuatannya adalah lapisan 6 yang mana jika ia memainkan teknik Pedang Musim Seminya, maka kekuatannya dapat mengimbangi kultivator lapisan 7. Orang seperti itu belum bisa di anggap remeh oleh Zhen Yuan.
Hening cukup lama setelah percakapan itu, Zhen Yuan memilih untuk membaca sebuah buku yang diberikan oleh salah satu tetua istana Musim Semi. Ia sedikit tertarik sebab itu memberikan beberapa gambaran mengenai Wilayah Pusat dan Tengah lebih rinci dari yang diketahui Zhen Yuan. Tenggelam dalam kegiatannya, Zhen Yuan baru tersadar ketika Perdana Mentri Chun Jian bergerak dan berdiri dari tempatnya.
“Perdana Mentri Chun, apakah ada sesuatu yang terjadi?” Zhen Yuan memilih bertanya.