To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Pergi Atau Kembali



Angin membawa asap putih itu menyebar di udara, lalu lingkungan  sekitar mulai berubah itu menjadi sebuah jurang yang amat tinggi. Posisi dari jendral iblis berada di ujung jurang yang curam. Hanya sejengkal untuk dirinya terjatuh kedalam lubang yang dalam.


Jendral iblis memicingkan matanya, ia bergerak dalam hitungan detik muncul di depan gumpalan asap putih. Tetua Huang dan tetua kedua melihatnya segera mengeluarkan serangan mereka kembali. Sementara tetua Bai telah menciptakan awan- awan panas yang mengelilingi jendral iblis. Awan itu mengeluarkan sebuah tali dan mengikat tubuh jendral Iblis.


Sayang sekali gerakan maupun kekuatan ikatannya sangat lemah, jendral iblis hanya mengalirkan energi petir dalam jumlah yang besar kepada awan panas membuatnya berubah menjadi hitam lalu meledak bagaikan bom.


Tetua Bai terkejut, ia terlempar kebelakang sambil merapikan bajunya yang sedikit berantakan. Tetua Huang telah selesai menyiapkan serangannya begitupula dengan serangan tetua kedua.


Tetua Huang menciptakan bilah- bilah angin yang dapat menggetarkan ruang disekitar, sebanyak sebelas buah bilah angin tercipta dan melesat dengan kecepatan penuh kearah jendral Iblis. Yang terakhir itu berubah menjadi lebih serius, ia dapat merasakan kekuatan bilah- bilah angin itu dapat melukai tubuhnya.


Tubuh jendral iblis bergetar membawa tekanan bagi ketiganya, kekuatan sejati dari jendral iblis terlihat. Ia berada pada ranah mortal lapisan dua. Tidak menunggu bilah- bilah angin itu menyentuh tubuhnya, jendral iblis melesat sekali lagi bagaikan bayangan merah.


Ketiga tetua tidak bisa mengikuti kecepatannya namun bilah angin tetua Huang jauh lebih cepat. “Bumi Bergejolak!” jendral Iblis kemudian mengeluarkan teknik mortal yang ia miliki.


Seketika itu tanah yang dipijak oleh mereka semua bergetar hebat, lalu ilusi tempat tetua Bai ciptakan seketika hancur. Di tanah, retakan mulai muncul yang semakin lama semakin besar. Yang mengejutkan adalah sebuah tembok yang amat besar terbentuk dari dalam tanah dan menjadi sebuah tembok yang sangat kokoh.


Sebelas bilah angin tetua Huang tidak dapat menghancurkan dinding kokoh di depannya, Jendral iblis tertawa mengejek, “Kalian bertiga mungkin dapat melukai atau mengalahkanku jika kekuatan kalian berada di tahap yang sama dengan milikku. Tapi sekarang kalian hanyalah kultivator Mortal Maju”


Wajah ketiganya berubah menjadi jelek, terlebih tetua Bai yang berbasis pada seni ilusi. Awalnya ia berencana untuk membuat jendral Iblis memasuki seni ilusinya, tapi seperti tidak terpengaruh jendral iblis itu bahkan menghancurkan serangan awan panas miliknya.


Meski begitu, tetua kedua masih mengirimkan serangannya. Kali ini bukan hanya cincin berapi namun juga hujan meteor yang dahsyat. Jendral iblis memicingkan matanya keatas, dalam sekejap tubuhnya bersinar dengan ribuan kilat berwarna merah.


Berbeda dengan menghadapi bilah angin, kali ini jendral iblis nekat menggunakan tinjunya untuk menghadapi seluruh hujan meteor yang ingin mengenainya. Seperti yang terlihat, tubuh dari bangsa iblisa sangat kuat hingga bahkan mereka yg mengunakan teknik Mortal dapat menelan ludah melihat tindakan jendral iblis.


Ketiga pengikut Zhen Yuan tersenyum kecut, ketiganya telah mengeluarkan serangan terkuat mereka. Namun tidak satupun yang dapat melukai jendral iblis itu bahkan membuatnya kewalahan masih sangat jauh.


“Untunglah kita menggunakan teknik ilusi anda untuk membuat pelarian pada master Zhen!” tetua Huang merasa bersyukur berkata pada tetua Bai.


Yang di sapa juga mengangguk, mereka benar- benar mengedepankan keselamatan Zhen Yuan dibandingkan kehidupan yang mereka miliki.


Zhen Yuan tentu saja dengan sangat berat hati menyetujui rencana tetua Huang, tapi ketika ia melihat dengan energi spiritualnya ketiga pengikutnya itu kini bersiap menerima kematian dari jendral iblis membuatnya tidak tahan dan kembali.


“Jika saya terus berlari ketika bertemu dengan musuh yang kuat maka di masa depan kekuatan saya tidak akan pernah mencapai puncaknya, hari ini saya akan menghadapi dan merasakan sendiri kekuatan jendral iblis!” Zhen Yuan menguatkan tekadnya.


Ia mengingat telah beberapa kali melarikan seperti ini dan membuat beberapa pendukungnya harus menahan musuh agar ia berhasil. Ia masih ingat ketika ia harus berlari dari genggaman Leiying, lalu dari genggaman Ular Kepala Ganda, kemudian ia melarikan diri ketika bertemu dengan sosok iblis yang kuat.