
“Ada sekitar 50 Hewan Buas yang sekuat kultivator Mortal lapisan sembilan, dan lebih dari 10 Hewan Buas setara dengan kultivator Mortal Puncak” Zhen Yuan mengerutkan keningnya setelah melihat jumlah hewan buas yang berhasil ia deteksi.
Ia tidak menduga hewan buas yang ada di daerah tersebut sangat banyak, awalnya ia memperkirakan paling banyak ada 2 hingga 3 hewan buas puncak, berpikir untuk membunuh mereka semua sekarang adalah hal yang mustahil. Sekarang ia harus mengubah strateginya.
Zhen Yuan membuat Formasi yang dapat menyembunyikan dirinya lalu bergerak secara sembunyi- sembunyi. Hewan Buas biasanya jauh lebih peka terhadap gerakan dan energi sehingga Zhen Yuan tidak bisa bergerak sembarangan.
Ia berjalan dengan kecepatan sedang dan menuju kearah pusat Oasis. Ia beberapakali harus berhenti ataupun memutar mencari jalan lain ketika dihadapannya bertemu dengan hewan buas lapisan 9 keatas.
Ia juga tidak bisa membunuh hewan buas karena bau darahnya akan mudah di deteksi oleh hewan buas lainnya. Apalagi jika mereka sekelompok maka akan lebih mudah bagi kelompoknya untuk mencari jejak bau yang menempel pada Zhen Yuan.
Ketika itu terjadi, Zhen Yuan tidak lagi dapat bersembunyi. Ia harus bertarung dan membunuh mereka semua. Setelah itu akan ada pertarungan- pertarungan lainnya akan menanti Zhen Yuan.
Zhen Yuan akhirnya dapat melihat melalui celah- celah pohon sebuah danau berwarna biru jernih yang sangat menyegarkan setelah berjalan lebih dari 3 jam lamanya. Jika saja ia tidak menghindari hewan buas yang ada di jalurnya dan mengambil jalan berputar maka ia akan tiba hanya dalam 20 hingga 30 menit.
Meski begitu, Zhen Yuan tetap senang karena ia berharap banyak pada Oasis ini menyimpan petunjuk tentang Devisi Surgawi.
Ketika tiba di pusat Oasis, Zhen Yuan menikmati keindahan Oasis yang memiliki pasir putih dan danau yang jernih dan menyegarkan. Ia berharap dapat membuka bajunya dan berenang disana dengan bebas, pasti akan sangat menyenangkan baginya. Sayang sekali ia masih harus bersembunyi.
Ia mulai mencari- cari sesuatu yang sekiranya dapat memberikannya petunjuk di bekas- bekas pemukiman. Sementara dari dasar danau terlihat sebuah bola mata besar yang terbuka. Bola mata itu berwarna kuning dengan lingkaran lonjong di tengah berwarna hitam. Seseorang akan merinding melihat bola mata yang besar itu secara langsung.
Zhen Yuan terus mencari namun ia hanya menemukan beberapa alat makan yang telah berkarat juga beberapa buku yang telah hilang tulisannya. Untunglah terdapat sebuah papan dari kayu yang tidak lapuk dimakan lumut dan rayap sama sekali. Merasa itu barang penting, Zhen Yuan segera memungutnya.
Papan itu berukuran sebesar telapak tangan Zhen Yuan dengan bentuk segi enam. Diatasnya tertulis simbol- simbol yang membuat Zhen Yuan mengerutkan keningnya. “Dari bentuk dan tata tulis dari simbol saya yakin ini adalah sebuah kalimat. Tapi mengapa saya tidak pernah melihat tulisan seperti ini?” Zhen Yuan bingung, pasalnya ketika menjadi dewa pengetahuan, Zhen Yuan menguasai seluruh bahasa dan tulisan yang ada di alam semesta. Dan kini ia menemukan tulisan yang tidak bisa ia mengerti.
Karena tidak mendapatkan jawaban setelah berpikir lama, Zhen Yuan memutuskan untuk menyimpannya. Ia kembali mencarii di sekitar tumpukan kayu yang ada di sana namun sepertinya surga hanya memberikan papan segi enam dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Zhen Yuan sebagai petunjuk.
Ia ingin mengelilingi dan mencari setiap jengkal yang ada di sekitar danau. Mungkin saja itu terpisah dari yang lainnya oleh beberapa sebab. Tapi baru saja ia berdiri, ia merasakan fluktuasi energi yang besar dari dalam danau.
Tidak lama riak kecil muncul di danau yang tenang. Riak itu semakin lama semakin besar hingga akhirnya membentuk gelombang. Zhen Yuan menjadi waspada, ia mengamati dengan seksama danau tersebut hingga akhirnya ia menyadari sesuatu yang berbahaya akan muncul darisana.
Zhen Yuan mundur sedikit lebih jauh dari sebelumnya, ia masih tidak mengetahui apa yang ada di dalam danau namun nalurinya mengatakan itu sangat berbahaya.
Benar saja ketika gelombang yang datang telah mencapai 10 meter, sebuah sirip ikan yang besar terlihat di permukaan. Zhen Yuan dapat dengan mudah menepis gelombang laut yang datang menerjangnya namun tidak dengan yang ada disekitarnya.