
Baisheng telah siap, ia mulai mengerahkan tekniknya dan menyerang Naga Emas dengan kekuatan penuh yang ia miliki. Dua kekuatan saling beradu dilangit, awalnya Naga Emas dapat menekan Baisheng, namun tiba- tiba bakat bawaan Baisheng terbangun dan mulai menyerang Naga Emas dengan cambuk emas panjang.
Ia mencambuk naga emas dan menghancurkan beberapa sisik emasnya. Akibatnya banyak sisik emas itu jatuh dan menjadi sumber daya berharga yang diperebutkan oleh kultivator. Singa Kecil mendengus pelan melihat banyak kultivator Mortal yang mulai mendekati mereka dan ingin menggangu proses Baisheng mengalahkan Naga Emas.
“Kalian jangan berharap dapat mengambil keuntungan dari kami!” Singa Kecil menciptakan badai tornado dengan energi berwarna hijau. Badai tornado itu mulai menyapu seluruh kultivator Mortal yang mendekat dan membuat mereka terganggu jiwanya. Karena itu adalah serangan jiwa maka yang merek dapatkan adalah serangan jiwa yang kuat. Beberapa dari mereka bahkan menjadi gila karena tidak kuat menahan serangan jiwa Singa Kecil.
Adapun kultivator yang lebih lemah mereka dibereskan oleh ketiga tetua yang bersatu. Kekuatan mereka setara dengan kultivator Mortal lapisan ketiga namun ketika bersatu mereka akan mengimbagi kultivator Mortal lapisan 6.
Pertarungan Baisheng dan Naga Emas semakin sengit seiring berjalannya waktu. Naga Emas telah menderita luka- luka dan hampir seluruh sisiknya kini dihempaskan oleh Baisheng namun anak itu juga menderita luka- luka yang tidak ringan, apalagi energinya yang cepat terkuras karena menggunakan Bakat Bawaan yang terlalu lama.
Namun jika diperhatikan sekilas, Baisheng kini semakin bersinar dengan cahaya keemasan karena bakat bawaannya berhasil menyerap sebagian dari Petir Surgawi.
Singa Kecil segera berteriak memperingati Baisheng, “Gunakan kekuatanmu untuk menyerangnya dengan kekuatan penuh sekarang. Kau hanya memiliki satu kesempatan untuk menyelesaikannya.”
Tatapan Baisheng semakin serius, satu kesempatan sangat sedikit untuknya. Jika ia gagal maka ia tidak dapat mengatasi kesengsaraan surgawinya dan mati sia- sia. Ia kemudian teringat masa lalunya yang sulit, sering mendapat penindasan oleh orang- orang karena ketahuan mencuri.
Bahkan hampir mati karena mencuri cincin emas milik seorang bangsawan kerajaan Musim Semi, untunglah ia bisa selamat setelah mereka mengasihani dirinya. Ketika ia kehilangan semangat hidup, ia bertemu dengan Zhen Yuan.
Bahkan setelah mengetahui barangnya dicuri, Zhen Yuan malah memujinya dan mengangkatnya jadi seorang murid. Zhen Yuan memberikannya kehidupan yang baik dan sumber daya berkualitas tinggi hingga mencapai kekuatan yang hanya bisa ia impikan dulu.
Bagaimana mungkin ia bisa mati tanpa membalas budi pada penolong terbesarnya? Ia belum sempat membalas budi neneknya dahulu yang telah merawatnya dan sekarang ia tidak bisa membiarkan hal itu terjadi lagi.
Tekad yang kuat dari Baisheng membuat kekuatannya tumbuh lebih besar. Tiba- tiba ia mendapatkan pemahaman baru dan untuk pertama kalinya ia mendapatkan Tekniknya sendiri dari Bakat Bawaannya.
“Saya tidak boleh mati sebelum membalaskan budi pada tuan! maka dari itu dengan kekuatan dari surgawi saya memerintahkanmu untuk tunduk dan patuh dibawah cahaya Menara Emas!”
“Kekuatannya terus tumbuh!” Kini Singa Kecil dapat mengatakan jika kekuatan Baisheng telah setara dengan kekuatan kultivator Mortal lapisan awal.
Setelah naga emas itu hancur, Kesengsaraan Surgawi bersiap untuk meluncurkan petir surgawi yang kedua. Cahaya ditubuh Baisheng tetap bertahan walau semakin lama semakin meredup. Singa Kecil sekali lagi memperingatkan untuk mengendalikan cahanya agar menjadi sebuah serangan yang kuat.
“Kali ini kau harus menggunakan serangan terkuatmu dan memakai Armor yang saya berikan. Jika kau tidak bisa bertahan maka segera konsumsi pill Armor Thunder yang diberikan Zhen Yuan!”
Baisheng mengangguk mengerti, ia mulai konsentrasi dan mengendalikan cahaya emas ditubuhnya. Perlahan Baisheng mulai membuat cahaya emas itu bersatu dan membentuk sebuah pedang cahaya.
Pedang Cahaya itu dia kendalikan dan menusuk awan surgawi dilangit. Awan Surgawi itu tidak tinggal diam, ia juga meluncurkan petir surgawi yang kedua yang menyerupai ratusan pedang emas. Ratusan Pedang emas mulai bertabrakan dengan pedang cahaya milik Baisheng.
Awalnya pedang cahaya dapat menghancurkan beberapa pedang emas dengan mudah namun kemudian semakin banyak pedang emas yang dihancurkan juga semakin membuat kekuatan pedang cahaya meredup hingga akhirnya hancur tepat setelah mengalahkan 200 pedang emas.
Baisheng segera memakai Armor kelas 5 dan berusaha untuk melawan 100 pedang emas lainnya dengan kekuatan yang tersisa. Walau menghabiskan seluruh tenaganya, Baisheng berhasil. Setelah itu barulah ia meminum pill Armor Thunder saat itu hanya tersisa 200 pedang emas dan pelindung transparan muncul. Pelindung itu disatukan oleh Baisheng bersama dengan Armor kelas 5 membuat perlindungan dari 200 pedang emas.
Setelah 500 pedang emas berakhir, tersisa serangan terakhir. Baisheng telah kehilangan kekuatan untuk melawan dan berserah pada Armor kelas 5 dan pelindung transaparan Armor Thunder.
“Baisheng dapat memaksimalkan kekuatannya dan meminimalkan penggunaan Armor Thunder pada ujian kedua. Hal ini semakin membuatnya nyaman untuk ujian petir surgawi yang ketiga.” Singa Kecil mengangguk puas melihat strategi Baisheng.
Benar saja kekuatan Petir Surgawi ketiga mampu membuat dataran Gurun Bandit bergetar hebat, hal ini tentu belum pernah terjadi sebelumnya sebab kondisi dan ketahanan dari Gurun Bandit jauh lebih kuat dan kokoh dibandingkan Asal Mula. Alhasil banyak penduduk disana mulai panik dan mengira mereka mendapat serangan dari dataran lainnya.
Untung saja, dua kekuatan besar segera turun tangan dan menangani mereka agar tidak bertambah ribut. Sementara itu Baisheng berlindung dibawah pelindung transparan, ia merasakan tekanan yang kuat pada petir surgawi terakhir yang memiliki kekuatan 100 kali lipat dari Naga Emas yang ia hadapi sebelumnya. Baisheng tahu jika ia menghadapi petir surgawi itu sekarang bahkan mayatnya tidak akan bersisa.