
Selama 3 jam, Zhen Yuan menyuling banyak pill yang dapat digunakan Baiseng. Setelah itu, ia mendapatkan beberapa ketukan dari penjaga.
“Para tua bangka itu benar- benar mati penasaran jika tidak melihatku?” Zhen Yuan sangat kesal.
Zhen Yuan terpaksa harus menjamu dan berkenalan dengan para tua bangka yang penasaran dengan identitasnya. Mereka semua terkejut mendapati Zhen Yuan masih sangat muda namun telah menjadi master kelas 7. Beberapa diantara mereka bahkan berpendapat bahwa Zhen Yuan hanya memakai kebesaran gurunya saja.
Tapi bagaimanapun reaksi dan tanggapan mereka, Zhen Yuan tidak peduli sama sekali. Melihat ekspresi acuh tak acuh dari Zhen Yuan, para master itu berniat untuk menguji pemahaman Zhen Yuan mengenai pill dan pengobatan.
“Master Zhen, saya sedikit memiliki masalah dalam pemurnian Pill Bintang 3. Kemarin saya memurnikannya dan yakin bahwa pill tersebut minimal berkualitas menengah, tapi hasilnya hanya kualitas rendah. Bisakah master Zhen menguraikan penyebabnya?” tanya salah satu dari mereka.
Zhen Yuan mendengus kesal dihati, “Pill bintang 3 adalah pill kelas 7, jika anda benar ingin memurnikannya maka teknik api yang anda miliki seharusnya stabil dan kuat. Tapi saya melihat anda terkendala di dalam teknik api, wajar jika itu terjadi” jawab Zhen Yuan.
Master yang bertanya sedikit malu, jawaban Zhen Yuan secara tidak langsung menjatuhkan dirinya. Untung saja, seorang kembali bertanya dan mengalihkan perhatian semuanya. Zhen Yuan merasa waktunya dibuang percuma oleh mereka semua, pertanyaan yang mereka lontarkan kebanyakan pertanyaan yang mereka tahu sendiri jawabannya. Hanya saja, mereka ingin menguji Zhen Yuan. Untung saja, mereka selesai dan puas setelah lebih dari 2 jam bertanya tanpa henti. Zhen Yuan buru buru menutup rapat pintunya dan mengatakan pada penjaga agar melarang siapapun memasuki ruangan.
Zhen Yuan melanjutkan kegiatannya dengan meramu banyak pill, tentu saja ia juga memurnikan banyak pill Jiwa untuk membantu kultivasinya dimasa depan. Walau ia masih memiliki banyak kristal putih energi yang dapat digunakan untuk kultivasi tapi menggunakan pill sesekali juga tidak apa-apa dan dapat menyeimbangkan tubuh.
Entah berapa lama Zhen Yuan berlatih hingga pintu kamarnya kembali diketuk. Kali ini bukan suara penjaga yang mengetuknya melainkan Baiseng dan Botak Kun. Zhen Yuan bingung sebab merasakan suara keduanya diliputi kepanikan yang kuat. Sebab itu dengan lambaian tangannya, pintu kamar terbuka.
Ia kemudian terkejut mendapati Botak Kun dan Baiseng kembali dengan membawa Shu Lian yang kini telah terluka parah. Zhen Yuan mengerutkan keningnya, memeriksa situasi Shu Lian.
“Lukanya tidak terlalu parah tapi mentalnya telah terluka. Saya bisa memastikan orang yang menyerangnya adalah ahli jiwa. Benar bukan?” tanya Zhen Yuan pada Botak Kun.
Botak Kun menunduk, melihat gerak Botak Kun, Zhen Yuan dapat memastikan ucapannya. Ia kemudian mengambil beberapa pill yang baru saja ia murnikan dan memasukkannya secara paksa di dalam mulut Shu Lian.
Zhen Yuan dan yang lainnya bersyukur dan bernafas legah. Setelah keadaan Shu Lian membaik, Zhen Yuan menoleh kearah Botak Kun dan menuntut penjelasannya.
Botak Kun tidak berdaya dan menjelaskan semuanya pada Zhen Yuan. “Sebenarnya di sayembara itu, saya dan Shu Lian berhasil memasuki babak 10 besar melawan banyak generasi muda di kerajaan tengah. Tapi kemudian seorang tetua dari sebuah kekuatan kelas 1 di kerajaan Musim Semi datang dan membuat semuanya menjadi rumit.
Ia menahan Baiseng dan mengancam kami agar tidak melanjutkan pertarungan sebab tuan muda mereka juga berada di tempat yang sama dan kami berdua menjadi saingat terberatnya. Ia melakukan cara licik seperti itu bahkan setelah kami mengatakan berasal dari sekte Obat Mujarab” Botak Kun berhenti memberikan penjelasan ketika ia melihat Zhen Yuan mengepalkan tangannya.
“Lanjutkan” kata Zhen Yuan dingin.
“Kemudian Shu Lian berniat untuk menghadapinya, karena ia hanya kultivator roh puncak membuat kekuatannya dapat diimbangi oleh kami berdua. Tapi tepat ketika kami berhasil menyelamatkan Baiseng, orang tua lainnya datang dan menyerang kami dengan serangan jiwa miliknya. Kami tidak menduga akan mendapat serangan mendadak seperti itu tidak lagi sempat untuk menghindar.
Saya menggendong Baiseng terkejut ketika melihat Shu Lian tiba- tiba berdiri dan menjadikan tubuhnya tameng untuk kami berdua. Akibatnya Shu Lian yang mendapatkan serangan penuh itu dan membuatnya tak sadarkan diri.
Melihat Shu Lian yang telah jatuh tak sadarkan diri, orang itu kemudian membawa temannya pergi dari sana dengan ancaman bahwa kami harus meninggalkan diri dari pertarungan jika tidak ingin mengikuti jejak Shu Lian. Untungnya, sayembara itu akan dilanjutkan besok sehingga kami memiliki kesempatan untuk kembali kemari dan menemukan anda”
Bersamaan dengan selesainya penjelasan Botak Kun, meja tempat penyimpanan pill itu pecah oleh telapak tangan Zhen Yuan. “Beraninya dia melakukan hal ini!” Zhen Yuan sangat tidak terima.
Jika itu hari lain mungkin ia tidak akan begitu marah, tapi kali ini ia yang mengizinkan Shu Lian dan Botak Kun untuk ikut sayembara dan juga sebagai Master sekte, ia tidak terima jika Obat Mujarab akan mendapatkan pandangan sebelah mata oleh kekuatan lainnya.
“Saya benar- benar tidak tahu darimana keberanian mereka untuk memprovokasi kami begitu besar. Tunggu Shu Lian pulih, lalu kita akan kembali ke sayembara. Pastikan di pertarungan besok, kalian akan bermain dengan penuh kekejaman. Biarkan mereka melihat keganasan dari seekor singa yang terbangun.” ucap Zhen Yuan pada Botak Kun.