To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Penyusup IV



Kultivator Mistik Master juga melepaskan serangan terkuatnya, ia tidak peduli lagi nyawa ataupun lukanya yang semakin melebar dan mulai mengalami pendarahan hebat. Berkat kegilaannya itu, ia berhasil membunuh seorang lainnya sebelum akhirnya terjatuh kehabisan energi.


Meskipun kekuatannya berada diatas mereka, namun berhadapan satu banding sepuluh membuat energinya jauh lebih cepat terkuras. Energinya tidak lagi tersisa, bahkan untuk mengangkat tangannya saja ia sudah tidak kuat.


“Sekarang ajalmu! Delapan saudara kita akan senang melihat persembahan yang kami buat!” Keduanya bersiap melepaskan serangan terakhir untuk mengakhiri nyawa kultivator Mistik Master yang telah membunuh delapan rekan mereka.


Kultivator mistik master menggeleng pelan sambil menutup matanya, ia telah berusaha sebaik mungkin namun tetap jatuh juga. Ia sedikit menyayangkan jika kematian dirinya mungkin akan melemahkan Aula Besar karena kehilangan satu kultivator Mistik Master yang berharga.


Sesaat sebelum dua serangan membunuhnya, serangan lainnya datang dari arah belakang dua kultivator itu. Mereka tidak memiliki waktu untuk menyadarinya ketika dua panah berhasil menembus tubuh keduanya dan membuat mereka merasakan kematian tepat ketika kedua senjata mereka telah menembus beberapa centi kulit dan daging lawannya.


“Apakah saya terlambat?” Seorang wanita muda dengan fisik yang berotot datang. Ia membawa pedang di pinggangnya namun juga memiliki panah ditangan kirinya. Kultivator Mistik master yang setengah sekarat itu melihat sosok wanita yang menolongnya sebelum tersenyum kecil lalu kehilangan kesadaran.


Sosok tersebut tidak lain adalah Dewa Agung Lavana, salah satu sosok legendaris dari kerajaan Emerald yang diutus sebagai perwakilan.


Dewa Agung Lavana bukan hanya masuk dalam jajaran kultivator Mistik terkuat dibawah leluhur tertinggi namun ia juga merupakan salah satu dari dua kultivator wanita yang mencapai ranah Mistik Master dalam seluruh Wild Card Contingen.


Ada banyak orang terkhusus para kaum wanita yang membuat dewa Agung Lavana menjadi idola mereka bahkan jika mereka bukan berasal dari kepulauan Kerajaan Emerald Equator.


Selain itu Dewa Agung Lavana adalah mantan dari tujuh dewi beberapa generasi sebelumnya, ia bersama dengan Es Utara menjadi dua tersisa dari tujuh dewi. Yang membuat sosok Dewa Agung Lavana semakin ditakuti adalah ia memiliki garis keturunan unik yang disebut sebagai Kaisar Perang yang mana memiliki keunggulan ketika bertarung dengan orang yang memiliki kultivasi diatasnya.


Dewa Agung Lavana semakin terkenal karena ia pernah membunuh dua kultivator Mistik Master dari contingen lainnya dalam sebuah peperangan di lautan bebas. Namanya bukan hanya membawa ketakutan di Wild Card Contingen tapi juga di tiga contingen lainnya.


Dewa Agung Lavana memperhatikan sekitarnya, ia mendapati dua kultivator Mistik Master yang sedang bertarung sementara ada banyak mayat berserakan di berbagai tempat.


“Sialan!” Pemimpin para penyusup mengumpat ketika menyaksikan seluruh bawahannya tewas, ia juga menjadi lebih khawatir karena seorang kultivator Mistik Master lainnya datang.


“Saya harus pergi!” Rasa takut menjalar di hati sang pemimpin penyusup ketika ia melihat sosok itu tidak lain adalah seorang wanita. Ia mengingat jika hanya ada dua orang wanita di Wild Card Contingen yang mencapai ranah Mistik Master, satunya adalah Es Utara dan yang lainnya adalah Dewa Agung Lavana.


Baik Es Utara maupun Dewa Agung Lavana, keduanya memiliki kekuatan yang setara dengannya bahkan yang terakhir mungkin lebih kuat. Sebab itu ia yakin tidak akan memiliki kesempatan untuk melarikan diri jika wanita itu ikut masuk dalam pertarungan.


Ketika ia sekali lagi mengorbankan tubuhnya untuk mendapatkan luka dalam yang besar untuk dapat membuat celah melarikan diri dari kultivator Mistik Kuil Sublime, ia berhasil lolos dan melarikan diri sejauh lima ratus meter.


Namun saat itu juga, ia dapat merasakan sebuah panah melesat kearahnya dari arah belakang. Ia tidak punya waktu untuk berbalik dan menahan serangan tersebut. Sebagai gantinya ia mengorbankan banyak hal untuk membuat kecepatannya semakin tinggi berharap jika panah tersebut tidak mampu mendekatinya.


Sayang sekali, ia tidak melihat senyum tipis dari Dewa Agung Lavana. Ia menonton dengan santai ketika anak panah yang sebelumnya bergerak lebih lambat mendapatkan penambahan kecepatan hingga akhirnya panah itu berhasil menembus kepala sang pemimpin dan membunuhnya ditempat.


Kultivator Kuil Sublime yang melihat hal itu menahan nafasnya sambil melirik Dewa Agung Lavana. Ia juga telah mendengar banyak sekali tentang kekuatan dari Dewa Agung Lavana, namun sebagai orang yang setingkat dengannya apalagi kedudukan mereka sama membuatnya merasa cerita itu dilebih- lebihkan.


Hari ini ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri kekuatan dan kehebatan dari Dewa Agung Lavana yang terkenal. Ia bahkan merasa mustahil jika berada di posisi target bahkan setelah menggunakan kekuatan penuhnya untuk menghindari anak panah yang datang.


“Saya dapat merasakan kedalaman hukum yang dikeluarkan Dewa Agung Lavana telah mencapai tahap pemahaman kuning rendah! ditambah dengan garis keturunannya, ia pantas menjadi salah satu kultivator Mistik Master terkuat.” Kultivator dari Kuil Sublime mengakuinya sekarang.


“Untunglah saya tidak terlambat” Dewa Agung Lavana tidak memperhatikan kultivator Kuil Sublime, ia kini bergerak menuju kultivator Mistik dari Aula Besar dan memeriksa keadaannya. Ketika ia menyadari pihak lain hanya pingsan karena terlalu memaksakan diri membuatnya sedikit bernafas lega.