
Pada hari berikutnya, secara mengejutkan keempat jendral iblis muncul bersamaan disuatu tempat. Bersamaan dengan itu kehancuran di dataran Asal Mula terjadi. Ini karena selain dari keempat jendral iblis, hadir pula 6 iblis lainnya yang kekuatan mereka sedikit lebih lemah dari para jendral iblis.
Yang lebih mengejutkan adalah, masing- masing dari 10 iblis itu memerintahkan 10 hingga 15 kultivator Mortal. Segera wilayah pusat menjadi medan tempur antara umat manusia dan iblis.
Zhen Yuan baru saja tiba di kerajaan Shen, ia bahkan belum mendatangi salah satu dari 3 keluarga besar yang ada disana ketika perang besar terjadi. Walau wilayah pusat jauh lebih kuat dibandingkan dengan 2 wilayah lainnya tapi tidak menutup kemungkinan jika tidak ada orang yang lemah disana.
Dengan luasnya wilayah pusat membuat para kultivator dari setiap kerajaan maupun istana tidak dapat bertindak dengan cepat. Mereka hanya bisa mempertahankan wilayah yang berada di sekitar mereka.
“Mengapa bangsa iblis melakukan peperangan begitu tiba- tiba? Apa mereka telah mengetahui menghilangnya salah satu jendral mereka?” tetua Huang bertanya.
Diperjalan, Zhen Yuan telah menceritakan beberapa hal berkaitan dengan bangsa iblis. Seperti peperangan besar biasanya akan menjadi jalan terakhir bagi para iblis ketika mereka telah terdesak. Selain itu bangsa iblis baru saja pulih dari segelnya sehingga kekuatan mereka belum mencapai puncaknya. Akan sangat merugikan jika mereka melakukan peperangan besar dengan kondisi mereka yang masih lemah.
“Saya juga tidak tahu, tapi lebih baik jika kita segera menuju salah satu dari 3 keluarga besar dikerajaan ini.” Zhen Yuan melirik tetua Bai.
Tetua Bai mengangguk, ia adalah mantan pasukan penjaga utama serta tetua paviliun administrasi sehingga persoalan seperti ini sangat mudah baginya. “Diantara ketiga keluarga besar, keluarga Li dari kota Tubuh Besi menjadi yang paling dekat. Tuan sebelah sini!” Tetua Bai bergerak cepat kearah barat, Zhen Yuan segera mengikutinya begitu pula tetua Huang dan tetua kedua.
Benar saja, tidak sampai lima belas menit mereka melalui begitu banyak kota dan kerajaan kecil, keempatnya tiba di sebuah kota besar yang sangat megah. Karena kultivator Mortal dapat mengirimkan pesan telepati, Zhen Yuan menyuruh tetua Huang untuk mencari keberadaan Li Pinggo.
Menurut perkiraan Zhen Yuan, Li Pinggo seharusnya telah menjadi kultivator Mortal saat ini setelah beberapa tahun yang lalu ia memberikannya pill Esensi Jiwa kualitas Atas. Benar saja, beberapa saat kemudian tetua Huang menerima balasan dari Li Pinggo dan menyuruhnya untuk menunggu di pintu masuk kota.
Suasana di pintu masuk kota juga agak ramai, karena banyaknya kultivator Jiwa maupun roh yang keluar dan masuk. Mereka semua nampak sibuk karena diutus untuk menjaga daerah- daerah yang dimiliki oleh keluarga Li.
Peperangan besar antara iblis dan manusia selalu memakan korban yang tak terhitung jumlahnya, Zhen Yuan melihat satu persatu orang yang keluar dari kota itu, berharap jika satu atau dua dari mereka dapat kembali dengan selamat.
“Master Zhen!” Seorang dari mereka segera menyapa dengan hormat.
Zhen Yuan mengenali orang yang menyapanya, itu tidak lain adalah Li Pinggo. Grand elder keluarga Li. Dengan senyuman dan anggukan kecil, pemuda itu membalasnya.
Li Pinggo tidak sengaja melihat ketiga orang dibelakang Zhen Yuan, ia sempat tercengang karena ketiganya memancarkan aura mortal bahkan seorang dari mereka lebih kuat darinya. Tentu saja ia sedikit mengenali dua diantara mereka karena pernah bertemu ketika kompetisi pill istana pusat.
Sama seperti pihak lain mengamatinya, Zhen Yuan juga melirik sosok muda yang berotot dibelakang grand elder Li. Merasa diperhatikan sosok itu kemudian mengepalkan tangannya lalu membungkuk hormat pada Zhen Yuan.
“Li Gomu memberi hormat pada master Zhen dan tiga Yang mulia Mortal”
Li Pinggo terkekeh pelan, ia memperkenalkan Li Gomu adalah cucu dari patriark Li dan juga jenius nomor satu keluarga.
Zhen Yuan memperhatikan Li Gomu lebih detail. Li Gomu setidaknya berumur 25 hingga 28 tahunan. Kekuatannya juga berada pada ranah Jiwa lapisan 5 membuktikan jika ia memang pantas menjadi jenius nomor satu dari sebuah keluarga besar. Bahkan Shu Lian dan Botak Kun hanya mencapai lapisan 5 ketika umur 30 tahun lebih.
“Ambil ini sebagai hadiah pertemuan kami” Zhen Yuan terkekeh pelan memberikan sebuah kantong penyimpanan yang berisi beberapa pill Jiwa, ia bertindak layaknya seorang tetua dengan umurnya yang bahkan lebih muda dari Li Gomu. Namun yang terakhir bahkan tidak terganggu dan mengambil hadiahnya dengan senang hati.
Setelah perkenalan singkat, Li Pinggo mengundang mereka semua memasuki Kota Tubuh Besi. Zhen Yuan dapat merasakan status siaga pada setiap penjaga dan kultivator yang ada di kota. Peperangan dengan bangsaiblis tersebar di seluruh wilayah pusat sehingga mereka harus siap setiap saat jika terjadi serangan tiba- tiba.
“Maafkan saya karena patriark tidak bisa menemui dan bertemu dengan anda, disebabkan perang yang besar, kerajaan Shen telah meminta para jendral dan mentri kerajaan untuk berkumpul. Di kota ini, mungkin hanya tersisa saya sendiri sebagai kultivator Mortal” ucap Li Pinggo dengan sedikit khawatir.
Zhen Yuan juga mengerti mengapa suasan kota begitu serius, ini karena seluruh kultivator Mortal yang ada diperintahkan untuk berkumpul disuatu tempat terkecuali Li Pinggo.