
Di Pulau Utama, kepulauan Terbuang. Sosok pria tua tiba secara tiba- tiba di sebuah pekarangan yang indah dan luas. Kicauan burung dan bunyi aliran air yang cukup menenangkan menyambutnya ketika berada di pekarangan tersebut.
Namun sosok itu tidak terbius malah bersikap acuh tak acuh. Ia mengambil giok merah yang tergantung di pinggangnya lalu mulai berbicara dengan suara yang disertai dengan energi.
“Meminta pertemuan dengan Mayor Chinceng!” Begitu selesai, sosok kekar muncul dihadapan pria tua. Ia membungkuk begitu melihat sang pria tua.
“Mayor Chinceng memberi hormat pada Komandan Rumah!” Suara dari pria kekar yang tidak lain adalah Mayor Chinceng gemetar. Siapapun dari pulau utama tidak ada yang tidak mengenali Komandan Rumah. Kekuatannya diyakini hanya kalah dari Kapten Pulau yang diketahui sebagai orang terkuat di kepualuan terbuang.
Komandan Rumah yang mendapatkan rasa takut dari Mayor Chinceng tidak berubah, ia berkata dengan tegas “Kapten memberi perintah untuk mengirimkan pemeriksaan pada sebuah dataran yang muncul!”
Ia kemudian memberikan sebuah giok merah bulat dan sebuah bendera kepada Mayor Chinceng. “Di giok itu terdapat penjelasan lengkap mengenai perintah Kapten dan Bendera itu saya tidak perlu menjelaskannya padamu. Kau pasti telah mengerti”
Mayor Chinceng menyimpannya dengan hati- hati, “Saya akan melaksanakan perintah Kapten!”
Komandan Rumah mengangguk sekali lalu menghilang melalui kekosongan, ia bagaikan tidak pernah datang ditempat itu.
Mayor Chinceng segera mengirimkan energinya ke dalam giok merah dan membaca informasi yang ada di dalamnya. Ia sungguh terkejut jika dataran yang menghilang selama ratusan tahun kini muncul kembali. Tugasnya adalah memberikan data lengkap mengenai dataran tersebut mulai dari tingkat kekuatannya, pemimpinnya hingga kekayaan yang dimiliki oleh mereka. Setelah itu Mayor Chinceng akan memberikan bendera tersebut agar sebagai bukti jika mereka telah memiliki data di kepulauan terbuang dan mendapatkan urutan kekuatan.
Tentu saja jika mereka tidak memiliki kapasitas atau dibawah ketentuannya maka Mayor Chinceng akan membawanya ke pulau utama untuk didiskusikan. Masuk tidaknya dataran tersebut akan diputuskan dalam diskusi diantara para Mayor dan Komandan.
~~
Sementara itu, Du Lian dan yang lainnya tengah sibuk mengatur susunan formasi besar di dalam dunia kecil mereka. Menghubungkan formasi besar ke seluruh tempat di dataran Asal Mula membutuhkan waktu yang tidak sebentar, apalagi mereka harus memastikan susunan formasi tidak bertabrakan dan berjalan sesuai dengan petunjuk yang dibuat.
Benar saja ketika mereka selesai menyusun formasi utama, Formasi itu bersinar terang sekali lalu meredup yang menandakan bahwa formasi itu telah siap digunakan. Ada pula lubang di pinggir formasi yang menutupi tempat dimasukkannya sumber daya seperti Kristal Merah untuk menggunakan formasi.
Berbeda dengan mata uang di dataran Asal Mula yang terdiri dari Emas, Perak dan Perunggu, di dunia luar mereka cenderung menggunakan Kristal energi. Yang mana Kristal energi itu menyimpan energi murni langit dan bumi. Tentu saja kristal merah yang merupakan salah satu dari kristal energi dapat digunakan sebagai alat pembayaran dimasa depan.
Bahkan nilai dari kristal merah jauh lebih mahal dibandingkan dengan Emas, satu kristal merah berukuran jari telunjuk orang dewasa setara dengan sepuluh ribu emas.
“Dengan banyaknya tambang dan cadangan kristal merah disini maka dataran Asal Mula tidak akan lama mendapat banyak kekayaan” Du Lian sangat senang mengetahui nilai dari kristal merah. Ia sebelumnya telah membaca di buku- buku kuno milik sekte Serangga Beracun yang menceritakan tentang kristal merah.
“Dulu kami hanya memiliki 5 tambang kristal merah di dunia kecil milik Serangga Beracun yang mana itu sudah tergolong banyak hingga banyak pasukan iblis yang datang dan ingin menjajah wilayah ini! Setelah itu dunia kecil milik Istana Pusat juga tidak lebih baik, itu hanya menghasilkan 1 tambang kristal merah saja” Du Lian bercerita.
Tentu saja sebelum tersegel oleh formasi, Dataran Asal Mula dulunya telah mengenal dengan baik kristal merah dan kegunaannya. Namun sayang karena tambang yang mereka miliki sedikit sehingga kristal merah hanya di temukan di kekuatan tertentu dan orang- orang yang sangat kuat saja.
“Kita berhasil mendapatkan dunia kecil yang setara dengan dunia kecil milik pulau utama, tentu saja sumber daya yang ada sangat berlimpah dan tidak bisa dibandingkan dengan dunia kecil lainnya. Tapi dibalik kekayaan juga mendatangkan resiko yang tinggi! ketika orang- orang yang kuat di dunia luar mengetahui kekayaan seperti ini maka Dataran Asal Mula sekali lagi menjadi medan perang”
Singa Kecil bagaikan menyiram air panas di tumpukan es batu milik Du Lian. Perkataannya membuat Du Lian tersadar bahwa kekayaan yang dimiliki oleh mereka sekarang juga akan mengundang malapetaka yang bahkan jauh lebih besar dari bangsa iblis.
Melihat Du Lian khawatir, Zhen Yuan sedikit tersentuh. “Tenanglah, Dunia Luar memang kejam namun selama kita mendapat tempat untuk berlindung maka itu akan aman! Kita memiliki bakat yang luar biasa, saya yakin dengan sumber daya yang ada kita dapat menemukan kekuatan yang kuat dan bergabung disana, dengan begitu kita sedikit mendapat bantuan dan dapat melindungi dataran Asal Mula.”
Zhen Yuan menatap tajam Singa Kecil, ia tahu bahwa Singa Kecil hanya menggoda Du Lian namun wanita itu terlalu khawatir. Singa Kecil hanya terkekeh menanggapi tanggapan dari Zhen Yuan.