
“Dimana grand Elder Iblis Bertanduk? Saya tidak melihatnya” Du Lian mencari kearah rombongan Obat Mujarab. Karena ia mantan murid dari Manusia Iblis membuat hubunganya dengan grand elder Iblis Bertanduk dapat dikatakan dekat. Sebab itu ketika mengetahui iblis bertanduk juga ikut dalam rombongan ini, ia tidak tahan dan mencarinya. Sayang, ia tidak melihat sedikitpun keberadaannya.
Biksu Aswin tersenyum kecut, ia tidak lagi bisa menyembunyikan kebenarannya dari mereka semua. Patriark Duchong dan Guru Xian mengerti dan tidak memotong biksu Aswin yang ingin berbicara.
“Master Hayang dan yang lainnya telah tewas di tangan Pedang Petir dan Muara Dalam!” ucap Biksu Aswin dengan sedikit bergetar. Terlihat beberapa tetes air mata yang dengan cepat ia keringkan jatuh dari kelopak matanya.
Darma dan yang lainnya syok mendengar informasi yang dikatakan oleh Biksu Aswin. Sementara Du Lian hampir saja terjatuh karena kakinya melemas untung saja guru Xian dengan sigap menopangnya.
“Master Hayang dan yang lain mengorbankan diri mereka agar dapat membuat kita berhasil pergi dan membawa seluruh pasukan yang tersisa. Kami tidak bisa mundur dan maju adalah jalan satu- satunya sehingga saya memutuskan untuk mengikuti rencana dari master Hayang dan membawa kalian semua kemari” Biksu Aswin menceritakan rencana mereka dengan sedikit bersalah.
“Ketika kita tiba di perbatasan Pasir Besi, saya mendengar suara ledakan yang tidak lain adalah suara yang dihasilkan oleh peledakan dantian seorang kultivator Jiwa. Hanya dengan meledakkan dantiannya, seseorang bisa memaksa musuh untuk menjaga jarak dan mundur dengan jarak yang aman.
Saat mendengar itu saya yakin jika ketiga ledakan berasal dari Master Hayang dan yang lainnya. Sebab itu saya tidak lagi menunda waktu dan meminta kalian semua untuk kembali melanjutkan perjalanan.”
Semua orang mengalami kesedihan yang mendalam dari cerita Biksu Aswin, terutama untuk orang- orang yang memiliki hubungan dekat dengan keempatnya.
“Sekte Muara Dalam dan Pedang Petir!! Saya akan membakar kalian ketika saya melihat kalian dimasa depan!” Qing Hongyun mengeluarkan tekanannya yang amat panas dan mengintimidasi semua orang yang ada disana.
Untungnya patriark Duchong dengan cepat menggunakan kekuatannya untuk menghentikan energi panas itu. Qing Hongyun tersadar tindakannya akan menyakiti pihak kawan segera menghentikan tekanannya yang bocor lalu meminta maaf.
“Tetua Hongyun tidak perlu meminta maaf, prilaku seperti ini sangat wajar” Patriark Duchong memahami kesedihan Hongyun.
“Persiapkan tempat yang baik bagi para tamu, mereka sungguh kelelahan untuk sampai kemari” Duchong memberikan arahan pada guru Xi, dengan sigap wanita itu mengarahkan pasukan Obat Mujarab menuju kediaman yang telah disiapkan oleh sekte Serangga Beracun.
~~
Di malam hari, sosok yang dipenuhi dengan kilat dan petir tiba di atas sekte Serangga Beracun. Para penjaga sekte ingin menghentikan sosok itu namun kemudian terkejut mendapati seluruh serangga yang ada di sana membukakan jalan baginya seolah orang itu mengendalikan serangga.
Sosok itu tidak lain adalah Zhen Yuan, ia bersyukur melihat sekte Serangga Beracun belum mengalami serangan dari 3 sekte besar. Bahkan sekte Seribu Pill juga belum nampak.
Zhen Yuan memasuki sekte lalu secara langsung menuju kediaman Patriark Duchong. Ia ingin menanyakan situasi yang terjadi dan kelompok Obat Mujarab. Pemuda itu khawatir jika rombongan Obat Mujarab sampai saat ini belum tiba di sekte Serangga Beracun.
Patriark Duchong, seorang kultivator Jiwa puncak sekalipun tidak menduga jika Zhen Yuan akan menemuinya secara langsung hari ini. Ia membungkuk hormat pada identitas Zhen Yuan sebagai tetua tinggi istana pusat. Secara posisi, Zhen Yuan jauh lebih tinggi darinya.
“Patriark, anda tidak perlu membungkuk seperti ini, saya akan membebaskanmu untuk membungkuk di masa depan” Zhen Yuan menggunakan kekuatannya untuk membuat Duchong berhenti.
“Master Zhen, saya sangat tidak menduga jika anda akan datang sendiri kesini! Apakah istana pusat tidak menahan kepergianmu?” Tanyanya.
Patriark Duchong bertanya seperti itu sebab tetua Duyao juga membantu sekte Serangga Beracun tiba- tiba dipenjara oleh istana pusat atas perintah dari pemimpin tetua utama. Ia sangat bingung ketika Zhen Yuan tiba disini dan istana pusat sepertinya tidak mengambil tindakan apapun padanya.
Zhen Yuan menjawab dengan senyum sinis, “Mereka bisa mencobanya untuk menahanku!”
Patriark Duchong menggeleng pelan, “Istana Pusat mungkin takut kau tidak akan pernah memproduksi Pill Esensi Jiwa lagi dimasa depan. Sebab itu ia memberikan kebebasan padamu”