To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Pertarungan Akhir III



Tepat ketika semua orang mengira pertarungan itu akan terhenti, kilat dan petir di langit mulai menghujam kearah medan pertarungan. Entah siapa yang memanggil petir tersebut, namun mereka semua merasa merinding ketika badai petir yang terbentuk mulai menghancurkan langit dan bumi.


Akibat serangan petir itu pula, debu dan berbagai pasir kecil beterbangan mengalangi jarak pandang semua orang. Baik pihak istana pusat maupun sekte Obat Mujarab menantikan siapa yang memenangkan pertarungan tersebut.


Jika itu adalah Leiying maka, Obat Mujarab harus rela jika dimasa depan hak untuk membuat Pill Esensi Jiwa tidak akan menjadi milik mereka lagi. Mereka akan menderita rugi besar karena harus berbagi pasar dengan istana pusat.


Sementara jika itu adalah Zhen Yuan, maka istana pusat saat ini sedang bersiap untuk melawannya hingga ia tidak lagi ada di dunia ini. Bahkan kedua master istana telah menyiapkan diri untuk bertarung dengan pemuda itu.


Perlahan sosok mulai terlihat samar- sama hingga sosok itu terlihat dengan jelas. Sosok tidak lain adalah Zhen Yuan itu berdiri dengan memegang kepala Leiying yang dipenggal. Badan Leiying tidak terlihat sama sekali, yang ada hanya bau gosong yang menyeruak dan di cium oleh semua orang. Tidak perlu di tanyakan lagi kemana perginya badan Leiying, badai petir itu pasti telah menghanguskan badan pemimpin Penjaga Agung istana pusat.


“Zhen Yuan!” Qing Hongyun maupun Putri Yewan menjadi yang paling khawatir ketika pertarungan itu terjadi. Ketika mereka melihat Zhen Yuan menang dan menghabisi Leiying membuat hati mereka sedikit merasa legah.


Zhen Yuan tidak disangka melemparkan kepala Leiying ke kedua master istana membuat kepala itu menggelinding pelan dengan sesekali mengeluarkan darah dari leher dan matanya.


“Ayo maju jika kalian ingin merasakan seperti yang dialami olehnya!” Zhen Yuan terdengar acuh, ia menatap kedua master istana tanpa rasa takut seolah menunggu mereka mengambil tindakan.


“Anak muda, saya terkejut jika kau berhasil membunuh Leiying. Walau kekuatannya mungkin lebih lemah dari kami berdua namun ia masih menjadi yang terkuat diantara para tetua. Jika kau menyerahkan teknik itu dan menjadi budak dari istana pusat maka kau akan selamat hari ini!” Master istana pill berkata.


Disaat- saat terakhir ia masih sempat untuk membuat penawaran bagi Zhen Yuan. Siapapun dapat tergoda melihat potensi Zhen Yuan, akan sangat disayangkan jika pemuda itu mati hari ini.


Pemuda itu menaikkan alisnya, “Master istana, apa kau benar- benar berpikir untuk menjadikanku seorang budak? Saya akan mengembalikan tawaran itu pada anda, jika istana pusat bersedia menjadi budak saya maka kalian tidak perlu merasakan kematian hari ini!”


“Apa kau sadar dengan ucapanmu itu?” Berbeda dengan master istana pill yang cenderung tenang, master istana pemurnian jauh lebih emosional. Ketika ia mendengar ucapan Zhen Yuan,


Bukannya menjawab pertanyaan master istana pemurnian, Zhen Yuan malah tidak memperdulikannya. Hal ini semakin membuat master istana pemurnian emosi, tanpa di duga ia maju dan menggunakan kekuatannya untuk melawan Zhen Yuan.


Pemuda itu telah mengantisipasinya, ia segera melepaskan tekniknya, Tombak Kaisar bersamaan dengan kabut racun yang paling mematikan yang ia miliki.


“Senjata Dewa, Penakluk Mortal!” Master istana juga mengeluarkan senjatanya berupa tombak dengan 2 mata pisau diatasnya.


Tombak master istana segera berhadapan dengan teknik tombak Kaisar milik Zhen Yuan, ketika keduanya saling berbenturan menciptakan api dan dengungan besi yang memekakkan telinga. Tidak sampai disana, keduanya segera terpental dan membuat jalan bagi kabut beracun Zhen Yuan untuk mendekati master istana.


“Bodoh!” Master istana pill sangat kesal, ia sadar bahwa menghadapi Zhen Yuan tidak semata menggunakan kekuatan tapi juga mengandalkan strategi khusus sebab teknik pemuda itu beragam.


Ia terpaksa juga harus terlibat dalam pertarungan membuat Zhen Yuan harus berhadapan dengan kedua master istana sekaligus. Walau Zhen Yuan dapat mengimbangi salah satu master istana tapi menghadapi keduanya sekaligus akan membuatnya terpojok.


Untunglah tepat ketika master istana pill melihat celah untuk menyerang Zhen Yuan, sebuah kabut hijau pekat menghalangi dan menghentikan langkahnya. Master Istana pill yang sangat peka terhadap racun dan obat- obatan segera menutup hidung dan mulutnya lalu melompat menjauhi kabut beracun.


“Maaf terlambat!” Sosok wanita berambut hijau tua melompat kedepan Zhen Yuan. Ia tersenyum kecil memamerkan deretan giginya yang putih.


“Kau tepat waktu!” Zhen Yuan membalas senyumannya. Keduanya kemudian bersatu dan saling melindungi sementara kedua master istana menjadi lebih kacau karena sosok wanita itu membawa sebuah tunggangan Kupu- Kupu dengan ukuran yang hampir seperti manusia. Terlebih kekuatannya mencapai ranah Mortal lapisan dua.