To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Fun Story #7



“Sebaiknya Teratai Putih tidak pernah berurusan dengan kami jika tidak ingin terjadi peristiwa hari ini, tapi kalian terlalu sombong dengan membunuh semua anggota yang kami miliki” Sosok kultivator Mistik dengan wajah yang buruk berkata sambil melepaskan serangan tapaknya yang berwarna keunguan kearah salah satu kultivator muda.


Kultivator Muda itu berdecak kesal, ia telah kesulitan menghadapi tiga kultivator Mistik lapisan awal namun kini sebuah tapak beracun datang kearahnya. Ia mengenali tapak beracun dari pria berwajah buruk itu merupakan racun terkuat dan mampu membunuhnya dalam hitungan menit setelah terkena dengan dosis yang tepat.


Tidak punya pilihan lain, kultivator tersebut mulai melepaskan auranya yang sangat kuat untuk  memukul mundur sejenak ketiga lawannya sebelum meladeni tapak beracun yang datang, untunglah ia pengguna pedang yang sangat ahli sehingga membuatnya dapat mengatasi tapak tersebut dengan sebuah gerakan pedang yang indah.


Sayangnya ketiga kultivator yang mundur itu kembali menyerang dan tidak sempat membuat pertahanan sehingga salah satunya harus terkena racun. Namun sebagai gantinya ia berhasil mendaratkan serangan pada kultivator muda yang membuatnya muntah darah.


Seakan tidak memperdulikan lukanya, ia kembali bergerak menggunakan serangan penuhnya untuk membunuh kultivator Mistik yang mengendalikan tapak beracun karena perhatiannya pecah sebab serangannya salah sasaran. Kultivator yang terkena tapak beracunnya jatuh dalam kondisi kritis dan tidak mungkin untuk diselamatkan.


“Tidak!” Kultivator yang saat ini sedang bertarung dengan kelima kultivator Mistik lapisan awal berteriak histeris ketika rekannya terbunuh dengan dua pedang menembus jantungnya bersaman dengan ia membunuh kultivator tapak beracun.


Kultivator itu saat ini sangat kelelahan akibat pendarahan dan juga menghadapi kelima kultivator Mistik secara bersamaan harus mendapatkan pukulan mental yang tidak sedikit. Ia melihat kematian sahabatnya itu yang telah bersamanya selama bertahun- tahun tanpa bisa membalas kematiannya.


“Kalian akan merasakan akibatnya!” Kultivator itu meraung marah, jika saja ia tidak terluka serta bertarung secara adil dengan kelimanya maka ia dapat membunuh mereka semua. Kekuatan kelimanya tidak terlalu tinggi, mereka hanya mengandalkan kultivasi mereka yang berada di ranah Mistik Awal.


Kultivator itu mulai mengubah gerakannya, ia memegang kedua pedang di tangan kanan dan kirinya dan menyerang mereka yang berada di dekatnya sambil terus menerjang kearah dua kultivator Mistik Awal yang membunuh sahabatnya itu.


Seolah tidak peduli lagi dengan semuanya, ia maju dan mengerahkan setiap ons kekuatannya untuk membunuh keduanya.


“Pedang Kembar Menari!” Teriaknya sebelum menebas dua kepala kultivator Mistik sekaligus menghancurkan tubuhnya. Sayang sekali ia tidak memiliki kesempatan untuk bernafas ketika kedua tangannya dipotong bersama dengan tubuh bagian bawahnya juga terpotong oleh tiga tebasan yang berbeda. Namun tidak ada penyesalan ataupun ketakutan yang terlihat diwajahnya bahkan saat kematiannya.


Akibatnya mereka mulai membantai kultivator yang berada di bawah ranah Mistik Master dengan mudah bagai memotong ayam. Perlahan pasukan tersebut hanya tersisa lima kultivator mistik master yang kini berada dalam keadaan berlutut. Mereka tidak memiliki kekuatan dan tenaga yang tersisa untuk melawan. Kelimanya berakhir dengan kepala terpisah dari tubuh dengan tebasan masing- masing kultivator Mistik Awal yang tersisa.


Kultivator Mistik lapisan dua yang bertarung satu lawan empat kini mulai terganggu dengan kematian seluruh pasukannya. Ia menatap keempat lawannya dengan penuh kebencian.


“Dinasti Meng, Dinasti Chu dan Dinasti Qing! Kalian berani bekerja sama dengan domain lain hanya untuk menghancurkan kami? Kalian mungkin suatu saat juga akan dihancurkan seperti ini oleh mereka seperti mereka mengkhianati kami!” ucapnya sambil melirik kultivator mistik lapisan dua lainnya. Diantara keempatnya, ia paling membenci orang itu karena dialah yang menjadi pengkhianat tanpa alasan yang jelas.


“Kau tidak perlu melihat ku seperti itu! Jika saja kau menyetujui permintaanku saat itu mungkin Dinasti Teratai Putih akan menjadi yang terkuat dan mungkin saja akan menguasai domain Seribu Dinasti sendirian! Tapi kalian terlalu munafik dengan menjadi aliran yang benar, untunglah ketiga dinasti lainnya tidak senaif kalian” ucapnya dengan rasa tidak bersalah.


Kultivator Mistik lapisan dua itu menggeleng dengan rasa jijik di wajahnya. “Ketiga dinasti telah melakukan kejahatan dengan menuruti permintaanmu! Domain Seribu Dinasti akan jatuh dalam gejolak besar karena kalian semua” ucapnya sambil memindai ketiga wajah didepannya.


“Nak! Saya tahu anda memiliki pandangan yang bersih tapi jangan salahkan kami karena melakukan hal ini! Kau belum memiliki banyak pengalaman diusiamu yang masih sangat muda! Jika kau menjadi kami maka kau mungkin akan memiliki pikiran yang sama” ucap seorang wanita tua yang juga menjadi salah satu lawannya.


“Sudah cukup dramanya! Kita harus menangkapnya sekarang juga jika tidak ingin ia melarikan diri!” Seorang pria paruh baya yang nampak kejam berkata dengan tidak sabar. Ia baru saja memperhatikan jika dua kultivator Mistik Awal dari pasukannya telah tiada membuat kemarahannya membumbung tinggi.


Raut wajah kultivator mistik lapisan dua itu berubah ketika mendengar mereka ingin menangkapnya. “Kalian! Kalian juga ingin menangkapku?” Ia panik dan tidak lagi tinggal diam, ia menyerang wanita tua yang berdiri didepannya.


Wanita tua itu adalah penjaga tertinggi dari dinasti Meng tidak tinggal diam dan berusaha untuk menghadapi lawannya. Sayang sekali kekuatannya tidak cukup kuat hingga ia terdorong mundur beberapa meter, namun itu sudah cukup untuk membuatnya dapat melarikan diri.


“Tangkap dia!” Tiga lainnya tidak tinggal diam. Mereka segera mengejar kultivator mistik lapisan dua yang berusaha untuk kabur.