To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Zhen Yuan Datang



Ketika mereka yakin serangan tetua pertama akan melukai mereka hingga parah jika tidak terbunuh, sebuah formasi putih datang dan menahan pukulan tetua pertama di tempat. Getaran di udara dapat terlihat ketika formasi itu menahan serangan tetua pertama dengan mudah.


Terkejut, tetua pertama melepaskan tinjunya dan melompat mundur beberapa meter. Sayang sekali pilihannya untuk mundur salah sebab dua buah senjata yaitu tombak dan pedang muncul dari sebuah formasi transportasi di udara. Keduanya melesat menuju tetua pertama.


Kekuatan  serangan keduanya tidak main- main, sebab iblis itu untuk pertama kalinya bisa terdorong hingga belasan meter setelah menahan keduanya. Juga kedua telapak tangannya kini terbelah memperlihatkan daging dan tulang.


Mereka semua tercengang, tidak menyangka jika dua serangan yang nampak sederhana itu mampu melukai iblis pertama yang bahkan mereka tidak dapat lukai walau telah bergabung.


Patriark Duan dan kultivator Mortal yang tersisa segera mencari keberadaan yang menyelamatkan mereka. “Tidak perlu mencari seperti itu, saya ada disini!” Empat sosok muncul tiba- tiba dari kekosongan di depan patriark Duan.


Patriark Duan dan yang lainnya refleks mundur namun wajah mereka segera berubah melihat tiga sosok yang muncul itu tidak lain adalah Zhen Yuan.


“Master Zhen!” Patriark Duan menjadi yang pertama memberi hormatnya pada Zhen Yuan. Lalu dengan ragu, kultivator mortal lainnya mengikuti.


“Sudahlah, tidak usah seperti itu!” Zhen Yuan melambaikan tangannya, mengirimkan energi yang kuat membuat mereka semua berdiri tegap. Wajah patriark Duan terkejut ketika merasakan kekuatan Zhen Yuan jauh melebihi kekuatannya. Begitupula dengan kultivator Mortal lainnya.


Zhen Yuan tahu patriark Duan akan bertanya padanya, namun ia memberi tanda untuk diam. “Kita harus membereskan iblis ini terlebih dahulu” Perhatian Zhen Yuan kini beralih pada sosok iblis yang juga menatapnya dengan diam.


“Sepertinya kau tidak asing!” Zhen Yuan merasa familiar dengan wajah dari sang iblis. Ketiga pengikutnya juga terkejut, mereka saling memandang sebelum mengirimkan pesan telepati pada Zhen Yuan. Mereka tahu jika tuannya sedikit melupakan tentang iblis itu.


Setelah mengingat iblis itu yang pernah membuatnya melarikan diri begitu payah, Zhen Yuan tersenyum senang. “Rupanya kita bertemu kembali!”


“Hari itu kau beruntung bisa lolos dari kematian. Tapi hari ini tidak lagi sama!” Tetua pertama masih mengira jika Zhen  Yuan hanya beruntung dapat lolos dari kejarannya saat itu.


Zhen Yuan tertawa kecil mendengarnya, “Benarkah? Saya menunggu itu terjadi!” Kemudian dari tangannya muncul formasi kelas 6 berwarna putih, dari formasi itu muncul pedang dan tombak yang menyerang tetua pertama sebelumnya.


“Bagaimana? Itu cukup bagus untuk hadiah awal bukan?”


Kali ini iblis itu terkejut dan menatap Zhen Yuan lebih intens. Ia sadar jika yang menyerangnya adalah Zhen Yuan. Terlebih anak itu berhasil membuat kedua tangannya terluka parah.


“Tenanglah, itu masih permulaan. Lihat bagaimana dengan hadiahku yang lain?” Zhen Yuan tertawa, kemudian ia menghilang meninggalkan formasi transportasi di bawahnya.


Ia muncul dua ratus meter di sebelah kiri tetua pertama. “Teknik Pedang Terbang- Pedang Menusuk Mangsa!” Zhen Yuan melemparkan pedang terbangnya kearah tetua pertama lalu kembali menghilang.


Iblis itu terkejut, ia ingin menyerang Zhen Yuan tapi telah diserang lebih dulu. Pedang terbang Zhen Yuan segera beradu dengan siku milik tetua pertama. Iblis itu sangat percaya diri dengan kemampuannya, tapi sayang sekali diluar dugaannya, pedang terbang Zhen Yuan bergerak keatas secara tiba- tiba dan menusuk tepat di otot tangan tetua iblis.


Setelah melukai targetnya, pedang itu sekali lagi menghilang bersamaan dengan bekas formasi disana. Zhen Yuan juga ikut muncul, ditangannya kini pedang terbang telah kembali.


“Teknik Pedang Terbang!- Lima jurus menyatuh!” Zhen Yuan mengalirkan energi spiritualnya dalam jumlah besar kedalam pedang terbangnya lalu pedang tersebut melesat bagaikan mempunyai jiwa menuju tetua pertama yang masih kesakitan.


Tetua pertama baru menyadari serangan Zhen Yuan ketika pedang itu hampir menyentuh punggungnya. Iblis itu tidak memiliki waktu untuk menyerang balik sehingga hanya bergerak kesamping berusaha untuk menghindari pedang terbang Zhen Yuan. Sayang sekali, pedang itu juga berbelok mengikuti sang iblis.