
Sehari kemudian, perwakilan dari kepulauan menengah akhirnya tiba. Pemimpin Suci mengirim mereka menjaga tujuh belas pulau secara rahasia sementara pemimpin suci dan yang lainnya akan menggeledah setiap dataran kecil yang dirasa mencurigakan.
Nyatanya ketika pemimpin suci mulai menggeleda setiap dataran kecil yang ada, beberapa orang dari dataran terpencil paling ujung pergi melalui portal teleportasi menuju salah satu pulau yang menjadi incaran mereka selanjutnya.
Mereka tidak lain adalah para penyusup yang sedang dicari oleh pemimpin suci. Didataran itu hanya ada dua kultivator yang memiliki bintang tiga dipundaknya bertugas untuk menjaga sementara pasukan lainnya telah pergi untuk mengancurkan sebuah pulau.
Tidak sekalipun terduga dalam pikirannya jika beberapa jam setelah teman- teman mereka pergi, sekelompok orang datang dipimpin oleh Pemimpin Suci datang.
Pemimpin suci terkejut mendapati banyaknya manusia biasa maupun kultivator yang diikat disebuah halaman markas berwarna hitam. Pemimpin sekte yang kebetulan ikut terkejut dan memperhatikan beberapa kultivator yang bertugas menjadi pemimpin pulau ada disana.
“Mereka adalah orang- orang dari tiga kepulauan!”
Dugaan pemimpin suci terbukti, mereka sebenarnya tidak dibunuh melainkan dibawa ketempat lain dan dijadikan tawanan.
“Cepat lepaskan mereka!” Pemimpin Suci meminta yang lainnya untuk membebaskan para tahanan yang jumlahnya mencapai jutaan sementara ia melesat masuk menuju markas hitam yang berada ditengah.
Begitu ia masuk, sebuah lonceng besar terdengar dan membangunkan dua kultivator Mistik Maju yang menjaga! “Kita ketahuan!” Keduanya saling berpandangan dan bersiap untuk menyerang. Menurut mereka, orang yang menemukan mereka markas mereka mungkin adalah penduduk asli ataupun sekte yang memimpin kepulauan tersebut.
Tidak sekalipun dalam pikiran mereka jika beberapa kepulauan tertinggi telah bersatu dan mencari mereka para penyusup dari Forest Contingen.
Keduanya keluarga secara bersamaan, meski keduanya menduga orang yang menemukan markas mereka cukup lemah tapi keduanya tidak bisa untuk waspada. Keduanya bergerak keluar namun yang ada seorang pria menunggu mereka di depan pintu masuk markas hitam.
Yang membuat mereka berdua ketakutan adalah aura dari pria itu tidak lain mencapai kultivator Mistik Master yang mana bahkan gabungan keduanya mungkin tidak bisa menandinginya.
Keduanya terkejut setengah mati merasakan kekuatan dari pemimpin Suci, mereka tidak berani untuk menahan diri dan melepaskan senjata terkuat mereka. Pdang dan tombak berdada didepan menghalangi serangan pemimpin suci. Sayangnya kedua senjata itu hanya bisa memberikan perlawanan selama beberapa saat sebelum hancur berkeping- keping.
Serangan pemimpin suci mengandung kekuatan hukum yang kuat disertai dengan tekniknya yang juga telah mencapai ranah Mistik membuat tidak semua kultivator Mistik Master akan bisa menghadapinya apalagi jika lawannya berada dibawah ranah Mistik Master, dapat dipastikan keduanya kritis jika tidak mati.
Pemimpin sekte tercengang melihat kekuatan dari pemimpin suci sekarang. Nampaknya jika ia juga telah mencapai ranah Mistik Master, kekuatannya mungkin tidak bisa menandingi pemimpin suci.
“Anda bisa membawa mereka! Saya yakin kita dapat memiliki beberapa informasi lainnya dari mereka!” Pemimpin Suci meninggalkan keduanya yang telah terkulai sekarat di tanah, pria itu berpikir keduanya tidak lagi dapat melakukan apapun. Namun sayangnya pemimpin suci tidak menyadari keduanya mulai merapalkan sesuatu dan dalam hitungan detik markas hitam meledak bersama dengan keduanya.
Pemimpin Suci dan yang lainnya masih berada dalam markas hitam, mereka tidak sempat melarikan diri ketika ledakan terjadi membuat selain pemimpin suci semuanya telah menderita luka parah.
“Sial!” Pemimpin suci menyadari keteledorannya, ia berpikir keduanya tidak akan melakukan tindakan putus asa dengan meledakkan diri mereka.
Akhirnya pemimpin suci tidak memiliki pilihan selain memasukkan mereka kedalam kereta formasi dan membawanya menuju pusat kepulauan. Ia tentu tidak mengetahui bahwa setengah pasukannya yang lain telah dikabari jika pembantaian telah terjadi pada delapan kultivator Mistik Sejati dan dua kultivator Mistik Maju disalah satu pulau yang dilindungi.
Segera kultivator Mistik Master dari kepulauan Kuil Sublime dan Aula Besar yang tidak tergabung dalam kelompok pemimpin suci menyusul untuk menyelamatkan pulau lainnya.
Ketika keduanya tiba, pulau tersebut telah luluh lantak dengan korban jiwa yang dihasilkan oleh serangan yang tidak dapat dihindari ketika banyak kultivator Mistik bertarung.
“Kita terlambat!” Keduanya saling berpandangan sebelum bergerak dengan kecepatan penuh. Mereka tidak bisa membiarkan para penyusup itu melarikan diri sebab usaha pemimpin suci akan sia- sia jika mereka melarikan diri dan mendirikan markas baru ditempat yang tidak diketahui.
Keduanya juga yakin dengan kekuatan para penyusup itu setidaknya mereka memiliki kultivator Mistik Master dalam barisan mereka, ini karena keduanya dapat menemukan kedua mayat kultivator Mistik Maju diperjalanan.