
Sama seperti genius muda, para tetua dapat merasakan sebuah energi misterius menyelimuti tubuh mereka sebelum menghilang keudara yang tipis.
“Formasi kelas 3!” Zhen Yuan tercengang, ia sebelumnya berpikir jika itu adalah energi pemindaian dari salah satu wakil kapten ataupun komandan Starry Night ketika para genius muda dihitung. Namun melihat dan merasakan sendiri adalah hal yang berbeda, sebagai master formasi ia tahu dan dapat merasakan kecanggihan dari energi formasi yang ia terima.
Zhen Yuan tidak menyangka jika pemindaian ini berasal dari formasi kelas 3, meski itu cukup sederhana setidaknya ia masih jauh lebih unggul dari formasi miliknya. Selain itu Zhen Yuan masih belum percaya diri untuk membuat formasi kelas 3 yang lebih baik dari ini.
Setelah itu layar transparan kembali muncul dilangit, itu mengidentifikasi rangking semua orang. Di urutan pertama tentu saja diisi oleh tetua pulau utama, namun menariknya di urutan kedua adalah Chu Xingtian yang berasal dari aliansi Kelompok Surga dan nona Seven berada diurutan 9. Sepuluh besar diisi oleh 4 dari pulau utama, dua dari kelompok surga, dan masing- masing satu dari Jeritan Neraka, Dewa Api, Budak Raja, dan Istana Bulan.
Sementara itu rangking Zhen Yuan berada tepat di angka 80 dan rangking Du Lian bersama Qing Hongyun sesuai dengan perkiraan semua orang, berada di rangking terakhir.
“Sama dengan aturan di turnamen Genius Muda, turnamen tetua kali ini setiap orang akan menantang sampai batasnya. Ia hanya bisa kalah dalam 2 kali kesempatan dengan kesempatan kedua adalah akhir dari tantangannya! Setiap orang di bawah rangking 10 besar dapat menantang tanpa batasan peringkat, mereka yang berada dirangking 115 bisa menantang rangking 11 dilangkah pertama” Komandan berpenampilan sarjana memberikan arahan pada 115 tetua yang berhasil.
Du Lian bersama dengan Qing Hongyun menjadi yang pertama karena mereka diperingkat akhir. Keduanya telah menetapkan untuk memasuki 100 besar apapun yang terjadi.
Du Lian dan Qing Hongyun memilih untuk menantang mereka yang berada diurutan 101 sebagai percobaan. Jika keduanya tidak dapat mengalahkan mereka yang berada diurutan 101 maka tidak ada lagi kesempatan untuk masuk kedalam 100 besar.
Orang yang berada di urutan 101 adalah kultivator lapisan 5, ia nyaris tidak bisa mengalahkan komandan yang dihadapinya diputaran kedua. Meski begitu ia merasa sedikit penghinaan terlihat jelas dimatanya ketika melihat kultivasi keduanya.
Jelas ia berpikir jika Qing Hongyun dan Du Lian tidak akan bisa lolos di putaran kedua tanpa kekuatan gabungan. Ia lupa jika baik Du Lian dan Qing Hongyun telah jauh lebih kuat dibandingkan beberapa kultivator lapisan 5 yang tidak bisa lolos di putaran pertama.
Du Lian dan Qing Hongyun saling tatapan sejenak sebelum bergerak, karena lawannya memberi mereka peluang lebih dulu maka mereka akan mengambil inisiatif. Sama seperti ketika menghadapi komandan di putaran kedua Qing Hongyun dan Du Lian saling menyerang dari arah yang berbeda secara bergantian.
Mereka akan bekerja sama seperti itu hingga memiliki kekuatan dan perkiraan yang jelas akan lawannya. Sangat penting untuk mengetahui kekuatan lawan sebelum menyerang dengan sungguh- sungguh.
Meski begitu keduanya tidak sekedar menyerang sebab kekuatannya masing- masing setara dengan kultivator lapisan 6 membuat lawan juga tidak menganggap mereka dengan santai.
Lawannya adalah seorang yang ahli dalam pertempuran jarak dekat, ia menggunakan tinju dan tendangan untuk menghancurkan serangan Qing Hongyun dan Du Lian.
“Senjatanya adalah sarung tangan dan pelindung kaki! Keduanya adalah senjata kelas 5 yang kuat, tanpa keduanya kekuatan orang ini hanya sebanding dengan kultivator lapisan 6 biasa.” Qing Hongyun mengirimkan pesan telepati pada Du Lian.
Yang terakhir mengangguk setuju, Du Lian telah mencoba menggunakan teknik telapak tangan kosong yang berguna untuk menghadapi kultivator jarak dekat namun hasilnya nihil, mereka seri dalam pertarungan.
“Keluarkan senjata!” Du Lian mengirimkan pesan pada Qing Hongyun, Ia segera mengeluarkan jarum yang cukup besar dan memegangnya dengan hati- hati. Jarum itu mengeluarkan aroma racun yang pekat.
Sementara Qing Hongyun, ia mengeluarkan pedang tipisnya yang berwarna merah seperti kristal. Masing- masing dari keduanya adalah senjata kelas 4! Bahkan para penonton sedikit terkejut melihat keduanya memiliki senjata kelas 4.