To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Pertarungan Akhir I



Walau begitu, gabungan dari ketiganya tidak mampu menandingi aura para kultivator Mortal dari istana pusat. Terlebih aura dari 2 master istana yang begitu megah dan membuat ketiganya bagaikan serangga di depan singa.


“Huh! Apakah kalian bertiga tetap bertahan dengan hadiahnya? Apa kalian tidak takut dengan kecaman dari para master yang ada disini?” Leng Wuchang yang kebetulan berada di antara mereka menghina ketiganya. Sebagai pemimpin dari para tetua, Leng Wuchang berhak untuk bergabung diantara seluruh pasukan inti istana pusat.


“Tetua Leng, Anda tidak perlu merendahkan seperti itu. Kami hanya berlaku seperti yang anda lakukan di kompetisi kami!” Dihadapan kekuatan yang megah itu, Botak Kun masih memimpin dengan tenang. Ia sama sekali tidak terlihat takut.


“Berlaku curang, apakah kau mengatakan kami berlaku curang?!” Leng Wuchang sangat marah, ia berteriak keras hingga seluruh penonton dan semua orang yang ada di dalam sekte mendengarnya.


“Apa yang membuatmu berkata kami berbuat curang? Jika kau tidak memiliki bukti maka sekte Obat Mujarab akan mendapatkan kecaman dari semua pihak!” Para master yang sebelumnya mendapatkan ancaman maupun imbalan hanya bisa terpanah melihat Leng Wuchang. Jelas bagi mereka jika istana Pusat berbuat curang namun apa daya, mereka tidak berani untuk berdiri melawan istana pusat.


Dengan senyum tipis, Botak Kun melirik para master yang kini menunduk tanpa berkata apa- apa. Jelas terlihat rasa bersalah pada mereka semua. Namun Botak Kun sama sekali tidak menyalahkan mereka.


“Kami memang tidak memiliki bukti, tapi seorang bertanggung jawab untuk ini!”


“Siapa? Siapa yang kalian andalkan untuk berani bertarung dengan istana pusat?” Kini Leiying yang berkata. Sama seperti Leng Wuchang, Leiying juga ikut dalam rombongan istana pusat dan menjadi salah satu kekuatan utama disana. Sebagai pemimpin penjaga agung, ia hanya kedua setelah master istana pusat.


“Aku yang bertanggung jawab atas kecurangan kalian!” Tiba- tiba sebuah suara pemuda bergema di angkasa. Sontak mereka semua melihat ke langit dan menyaksikan empat sosok berdiri diatas sebuah pedang yang tengah melayang di angkasa.


Sosok pemuda berdiri paling dengan depan sebagai pemimpin, jubah putih  berkibar diterpa angin menambah kesan gagah pada pemuda tersebut. “Leng Wuchang dan Leiying, kita bertemu lagi!”


Perlahan pedang itu melayang turun dan memperlihatkan pada semua orang jika pemuda itu tidak lain adalah Zhen Yuan dan ketiga pengikutnya. Di seluruh dataran Asal Mula, mungkin semua orang telah mengenal Zhen Yuan dan ketiga pengikutnya yang berhasil menyelamatkan 2 kerajaan besar dari serangan iblis dan menghancurkan kerajaan Blue Moon.


“Kalian begitu bersemangat melihatku! sungguh membuatku tersanjung!” Bukannya marah, Zhen Yuan tertawa sambil mengejek keduanya.


Keduanya tidak tahan lagi dengan ejekan Zhen Yuan, Leng Wuchang dilupakan oleh amarahnya jika dulu Zhen Yuan hampir membunuhnya. Sementara Leiying juga melupakan jika Zhen Yuan bukanlah pemuda yang dulu, ia telah jauh bertambah kuat.


Kedua master istana tidak menghentikan keduanya sebab mereka juga tidak mengetahui kekuatan sejati Zhen Yuan. Mereka membiarkan Leng Wuchang dan Leiying untuk menguji kekuatan pemuda tersebut.


“Uhh kalian terlalu bersemangat! Baiklah mari kita lihat kekuatan kalian!” Zhen Yuan masih sempat tertawa ketika ia melompat dari pedang terbangnya dan menuju keduanya. Telapak tangannya bersinar dengan warna emas akibat penggunaan teknik Pagoda Surgawi.


“Pedang Bayangan!”


“Tanaman Racun!”


Masing- masing dari Leiying dan Leng Wuchang mengerahkan jurus mereka. Membuat kedua telapak tangan emas Zhen Yuan masing- masing menghadapi Pedang Bayangan Leiying dan Tanaman Racun Leng Wuchang.


“Teknik Murahan!” Zhen Yuan melepaskan kekuatannya dan segera telapak tangannya berubah menjadi cahaya emas yang menyilaukan. Pedang Bayangan seketika hancur terkena telapak tangan Zhen Yuan sementara Tanaman Racun tidak berkutik ketika berusaha melilith Zhen Yuan.


Keduanya terkejut dan membuat mereka tersadar bahwa kekuatan pemuda itu telah jauh berkembang. Apalagi Leng Wuchang yang serangan terkuatnya kini dapat dihancurkan dengan santai oleh Zhen Yuan.


Leng Wuchang sadar, akan sangat berbahaya jika ia terus menyerang sebab itu ia segera berbalik dan mundur ke pasukannya berada. Berbeda dengan Leiying yang belum menunjukkan ketakutan pada Zhen Yuan. Ia belum mengerahkan kekuatan penuhnya sehingga masih percaya diri.