To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Fitnah



Sementara itu di sisi lain suasana mulai menegang. Pasalnya 8 pemuda yang berdiri dibelakang Botak Kun dan Shu Lian kini mulai mengelilingi keduanya. Tidak membiarkan jalan kabur bagi mereka.


Botak Kun yang memiliki emosi meledak- ledak dengan tidak sopan menantang tetua yang memaki mereka. “Curang? Hmph, dengan gampang kalian mengatakan kami melakukan kecurangan. Jika benar itu terjadi maka sebutkan bagaimana kami melakukan kecurangan.”


“Hahaha... Kami tidak memerlukan bukti. Semuanya telah jelas kemarin. Bagaimana mungkin kalian orang- orang dari wilayah rendah memiliki kekuatan dan bakat jauh diatas kami? Jika itu benar maka mungkin tidak akan ada wilayah rendah di daratan ini” tetua itu menjawab.


Botak Kun terdiam, ia sangat tidak terima dengan fitnah dan penghinaan ini. Tapi Shu Lian tiba- tiba menahannya dan menyuruh Botak Kun untuk tetap bersabar dan menghadapi situasi dengan tenang.


“Dia telah mempermalukan kita berkali- kali. Jika Master Zhen mengetahuinya maka kita akan mendapatkan hukuman darinya, kau juga mengenal bagaimana watak master Zhen bukan?” Botak Kun berkata pelan pada Shu Lian.


“Tenanglah, Master Zhen tidak akan membiarkan kita mati disini. Lagipula ia telah tiba disini sejak awal. Dengan kekuatan kita tidak mampu membuat orang- orang itu percaya. Tapi dengan kekuatan Master Zhen itu beda lagi.”


Botak Kun terkejut, ia tidak memperhatikan sekelilingnya karena amarah sementara Shu Lian dari awal telah memeriksa semua orang dan telah menemukan keberadaan Master Zhen. Sebab itu ia masih bisa bersikap tenang.


“Apa yang kalian berdua bicarakan? Menyusun rencana untuk menipu kami semua? Hmph itu tidak akan terjadi” Tetua itu tidak membiarkan Botak Kun dan Shu Lian untuk membela diri. Ia dengan kekuatannya turun kelapangan dan menyerang keduanya dengan kekuatan penuh. Delapan peserta lainnya segera bubar memberi jalan kepada sang tetua.


Botak Kun dan Shu Lian berdiri tegak menunggu serangan dari sang tetua, mereka sama sekali tidak takut. Hal ini juga membuat sang tetua semakin tertawa kemenangan, ia mengira rencananya tidak akan digagalkan hari ini.


Tapi kemudian tepat ketika kepalan tinjunya hanya berjarak 3 centimeter dari Bota Kun dan Shu Lian, sebuah dinding semi transparan berwarna Silver Kemerahan. Dinding itu menahan serangan dari sang tetua membuat ledakan dan energi gelombang dari reaksi tabrakan menghantam kembali sang tetua.


Tidak siap dengan hal tersebut, sang tetua ingin melompat mundur menjauhi ledakan. Sayangnya dinding itu berubah menjadi tali dan mengikat kaki sang tetua dengan erat. Akibatnya sang tetua terjerumus ketanah dengan wajah penuh luka akibat hantaman.


Kejadian itu terjadi begitu cepat, hingga semua orang disana tidak dapat bereaksi tepat waktu. Terlebih sang Ratu yang memiliki ekspresi terkejut diwajahnya.


Sosok itu begitu muda, umurnya bahkan tidak sampai 20 tahun. Ia terlihat begitu santai setelah mengatakan kalimatnya dan melanjutkan gigitan lainnya dibuah apel yang ia pegang. Semua orang menunggunya menyelesaikan gigitan kedua dari pemuda itu.


Zhen Yuan berdiri menatap tajam tetua yang kini masih terikat ditanah. “Menuduh seseorang tanpa bukti, hahaha lucu sekali” Kemudian sosoknya berubah menjadi kabur dan menghilang. Tapi kemudian mereka sekali lagi mendengar jeritan kesakitan dari sang tetua.


Melihat kearah panggung, Zhen Yuan telah ada disana dengan satu kakinya ada di atas kepala sang tetua. “Saya tidak tahu mengapa kau sangat merendahkan kami dari wilayah rendah. Tapi itu tidak apa- apa, sebab hari ini saya akan memberikan kepada anda hadiah dari wilayah rendah. Anda harus menerimanya dengan senang hati” Zhen Yuan tertawa lalu mennggigit apelnya lagi. Kali ini setelah ia mengunyah apel itu, Zhen Yuan meludahkannya diatas kepala sang tetua.


“Cuih! Orang sepertimu mencoba memfitnah kami karena kekuatan dari kami jauh lebih besar dari kalian dan takut jika kami mengalahkan kalian di dalam sayembara ini bukan?” Setiap kata Zhen Yuan dilepaskan dengan energi jiwa yang kuat membuat tekanan yang menyakitkan bagi tetua tersebut.


Tetua lainnya dari keluarga tidak terima dengan perlakuan Zhen Yuan pada rekannya. Ia dengan cepat melesat sambil menodongkan pedangnya yang panjang semacam samurai dengan ganggang berwarna hitam. Dalam sekali lihat, Zhen Yuan dapat melihatnya sebagai benda ajaib karena memiliki sebuah formasi disana.


Tapi kemudian Zhen Yuan dengan tenang mengeluarkan pedang terbangnya. Ia mengalirkan energi spiritual dan mulai mengendalikannya.


“Pedang Terbang Menusuk Mangsa!”


“Pedang...!”


“Pedang...”


Tiga buah jurus dari teknik Pedang Terbang seketika diluncurkan oleh Zhen Yuan. Serangan tetua itu kemudian menghantam jurus pertama dari Zhen Yuan disusul oleh jurus kedua dan ketiga. Awalnya ia dapat mengendalikan dan menahan jurus pertama. Tapi kemudian jurus kedua dan ketiga membuat dirinya kewalahan dan pedangnya terlepas dari genggamannya.


Tetua itu segera mundur takut jika ada serangan lainnya dari Zhen Yuan. Sayang sekali, ia terlambat sebab dibelakangnya telah muncul tombak Petir yang sangat ganas dan menusuk tetua itu dan menembus tubuhnya. Tubuhnya jatuh ketanah bersamaan dengan menghilangnya tombak petir disana.