
“Saudara berusahalah untuk tetap tenang! Jaga emosimu, jangan sampai membuat bencana bagi semua orang!” ucapnya sambil berusaha menyadarkan Zheng Cho.
Kemarahan Zheng Cho seketika mereda mendengar nasehat dari sahabatnya. Dengan susah payah, ia menenangkan energinya dan menatap sang tetua dengan penuh kebencian.
“Munafik! Kalian bermuka dua. Saya ingat ketika itu terjadi kau dan gurumu yang bajingan itu datang dan bertingkah sedih. Saya bahkan termakan oleh tingkah palsumu”
Sang tetua terkekeh pelan, ia tidak peduli dengan raungan kebencian Zheng Cho. Ia tahu bahwa mereka tidak berani menyerangnya. Tanpa peduli, ia kembali bergerak ingin meninggalkan aula bersama dengan 4 pengikutnya.
Namun belum sempat mereka meninggalkan ruangan, sebuah pedang dan tombak melesat dengan kecepatan yang tidak dapat mereka imbangi. Kedua senjata itu dengan mudah memenggal 4 pengikut sang tetua.
Bahkan sang tetua terkejut melihat kematian 4 pengikutnya dengan mudah di depan matanya sendiri tanpa bisa berbuat apa- apa. Ia kemudian melihat kearah datangnya pedang dan tombak.
Ekspresinya mengerikan disertai dengan niat membunuh ketika melihat asalnya tidak lain dari Zhen Yuan yang sedang santai menikmati anggur.
Lain halnya dengan sang tetua, keempat pemimpin yang hadir begitu terkejut dengan kejadian tersebut. Bahkan mereka tidak mampu melakukannya atau mungkin tidak berani melakukannya sekarang, namun pemuda itu tidak menghiraukan akibatnya.
“Apa yang dilakukan master Zhen Yuan? Apa ia tidak menyadari tindakannya akan membuat kemarahan puncak dari sang tetua?”
“Benar sekali, kini kita tidak bisa membiarkan sang tetua hidup jika tidak ingin gurunya datang kepada kita”
“Tapi kekuatan master Zhen Yuan sangat tidak masuk akal! Ia bahkan hanya kultivator Mortal lapisan 8 tapi berhasil membunuh 4 kultivator Bijak Sejati dengan mudah dalam sekali serang.”
Berbagai tanggapan dan kejutan keluar dari para pemimpin dataran. Bahkan Zheng Cho juga terkejut menyaksikan kekuatan Zhen Yuan.
Belum lagi kekuatan pemuda didepannya ini masih misterius. Ia sama sekali tidak bisa menyelidiki kekuatan Zhen Yuan dan khawatir jika kekuatannya mungkin jauh lebih kuat darinya sebab mampu membunuh 4 pengikutnya secara bersamaan bahkan ia tidak bisa berbuat apapun ketika itu terjadi.
“Sebelumnya memang saya tidak memiliki masalah tapi setelah kau datang kemari kita telah bermasalah” kekeh Zhen Yuan. Ia telah menghabiskan buah ditangannya lalu berdiri dan mendekati sang tetua.
“Sialan!” Sang tetua sadar jika Zhen Yuan sengaja mencari masalah dengannya. Karena tidak ingin terjebak disana terlalu lama ia mengedarkan energinya lalu melepaskan salah satu teknik terkuatnya. Berharap Zhen Yuan tidak sempat untuk menghindarinya.
Sayang sekali, sejak ia melepaskan energinya Zhen Yuan telah menyadari niat sang tetua. Tiba- tiba empat naga petir muncul di belakang sang tetua, keempatnya melesat dengan cepat seolah ingin memakan hidup- hidup sang tetua.
Fluktuasi energi yang kuat datang dari arah belakangnya sehingga sang tetua yang awalnya mengerahkan teknik itu pada Zhen Yuan harus berbalik dan menggunakannya. Ia tahu bahwa jika tidak membalikkan badan maka dirinya akan terluka parah. Sebab empat naga petir itu nampak tidak terganggu dengan teknik yang dilepaskan oleh sang tetua.
Melihat serangannya tidak mempan, sang tetua buru- buru menggunakan kekuatannya untuk melarikan diri dari ruangan tersebut. Ia tidak lagi peduli dengan harga dirinya sebab saat ini ia hanya berharap dapat kembali dengan selamat.
Namun bagaimana mungkin Zhen Yuan akan melepaskan sang tetua begitu mudah? Dari tangannya sebuah lingkaran formasi muncul dan mulai melayang di udara. “Formasi Jebakan – Lorong Tanpa Ujung” Ia mengalirkan banyak energi spiritual kedalam formasi dan membuat formasi itu berubah menjadi serpihan cahaya yang bergerak sangat cepat.
Adapun sang tetua, ia telah tiba di depan pintu aula. Ia hampir saja lolos ketika pintu itu berubah menjadi lorong yang panjang. Tetua mengerutkan keningnya merasakan kejanggalan itu. Namun karena sangkanya Zhen Yuan akan mengejar, ia segera memasuki lorong yang panjang yang mana tidak lain adalah formasi jebakan milik Zhen Yuan.
Pemuda itu tersenyum kecil melihat sang tetua telah masuk kedalam jebakannya. Kemudian Zhen Yuan mengirimkan 5 iblis dan sejumlah Kepik Surgawi untuk membunuh sang tetua di dalam formasi.
Formasi itu membawa tetua kedalam lorong yang sangat panjang dan tidak memiliki akhir. Begitu ia masuk, dipastikan ia tidak dapat menemukan kedua ujung lorong. Bahkan jika ia melihatnya, ia akan menemukan dirinya hanya berjalan atau berlari ditempat tanpa bisa mendekat sedikitpun.
Ketika energi sang tetua habis, pasukan Zhen Yuan akan segera membunuhnya dan menjadikan tetua makanan begizi bagi mereka.