To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Serangan Di Kerajaan Shen VI



“Terimakasih” ucap Shen Dao.


Namun  orang tua itu menggeleng, “Kau tidak perlu berterimakasih, lagipula itu sebanding dengan reputasi yang akan saya dapatkan  setelah ini. Mendengar saya akan menjadi orang yang pertama membunuh 10 iblis terkuat, akan menjadi sejarah di daaran Asal Mula” gurunya tertawa terbahak- bahak. Tapi siapapun akan tahu jika alasannya itu hanya sebuah kedok agar Shen  Dao tidak terlalu memikirkannya.


Tetua pertama dari bangsa iblis juga terkejut dengan tindakan orang tua itu, jika ia tahu lebih awal maka ia akan membunuh orang tua itu lebih awal agar tidak merusak rencananya. Kini raja iblis yang setia padanya telah tewas ditangannya, ia tidak lagi memiliki bawahan yang dapat diandalkan setelah ini.


Niat membunuh yang kejam datang dari tetua pertama, ia menatap yang mulia keempat istana formasi dengan tajam. Yang terakhir juga balas menatap tetua pertama, ia terkekeh pelan mencoba untuk mengejek namun tidak terlalu berhasil sebab ia segera memuntahkan dua teguk darah lainnya.


Shen Dao tahu jika gurunya itu hanya mencoba untuk tidak membuatnya khawatir, namun melihatnya kembali batuk darah, ia segera mengambil obat penyembuhan terbaiknya. “Guru minumlah ini, anda tidak perlu bertarung lagi dan pulihkan diri anda”


Orang tua itu mengambil obat Shen Dao sebab ia tahu jika tidak ada gunanya menolak pemberian dari muridnya itu. Shen Dao pasti akan memaksanya. Ia sangat mengenal sifat muridnya. “Baiklah, saya akan mengawasi dari belakang”


Setelah itu Shen Dao kembali menatap tetua pertama dan bangsa iblis lainnya yang kini berdiri di belakang tetua pertama. “Raja iblis telah tewas, berikutnya giliranmu!”


Tetua pertama tersenyum jijik lalu berkata, “Kalian bahkan hampir tidak sanggup untuk menghadapi raja Iblis dan sekarang mencoba untuk membunuhku?”


Kemudian tekanan yang kuat menyelimut pasukan Shen Dao, tekanan itu berasal dari tetua pertama yang kini bersiap mengeluarkan kekuatan penuhnya. “Kalian semua bisa maju bersama!” ucapnya sebelum menyerbu kearah Shen Dao.


Shen Dao melirik ke belakang, Li Ahyi dan 9 kultivator Mortal lainnya nampak siap untuk bertarung,”Saya dan Li Ahyi akan mencoba menahannya selama beberapa saat, kalian harus menghabisi seluruh iblis mortal yang tersisa”


Mereka mengangguk patuh, lalu masing- masing melesat dengan kecepatan penuh mereka, menetapkan iblis yang akan mereka hadapi.


Shen Dao melepaskan 10 laser panasnya, mereka membentuk serangan yang sangat fatal untuk kultivator setingkatnya namun Tetua pertama itu bahkan hanya menggunakan tinjunya untuk menghadapi mereka.


Tapi ia sungguh tidak memiliki waktu untuk memikirkannya sebab tetua pertama telah tiba dihadapannya. Ia melepaskan tinjunya kearah Shen Dao, dengan cepat raja dari kerajaan Shen itu melepaskan hawa panas dari tubuhnya. Hawa panas membentuk uap yang besar dan menutupi keduanya.


Li Ahyi yang telah tiba segera melepaskan tinjunya dan segera ia melihat punggung dari tetua pertama terbuka. Ia dengan cepat melepaskan serangannya disana tapi yang terjadi membuatnya tercengang.


Ketika tinjunya menyentuh punggung tetua pertama, ia merasakan sakit yang luar biasa seolah seorang manusia biasa sedang memukul tembok baja. Melihat serangannya tidak dapat melukai tetua pertama, ia segera mundur bersamaan dengan Shen Dao yang kini juga terlihat sedang gemetaran menahan tinju tetua pertama.


“Dia jauh lebih kuat dari yang saya kira!” Shen Dao tersenyum kecut ketika menjaga jarak dari tetua pertama.


Tetua pertama memahami maksud Shen Dao, karena jurus andalannya adalah 10 laser panas membuat Shen Dao jauh lebih ahli dalam pertarungan jarak jauh. Tetua pertama tidak membiarkan hal itu terjadi, ia menambah kecepatannya membuat Shen Dao terpojok.


Li Ahyi mengambil tindakan, ia melemparkan tendangan super kuat miliknya kearah betis sang iblis. Tetua pertama merasakan serangan dari bawah, ia menghentikan langkahnya. “Hmph!” Dengan dengusan dingin, tetua pertama juga melakukan tendangan pada Li Ahyi.


Dua tendangan dari para kultivator tubuh segera bertabrakan. Tidak sampai sedetik, bunyi retakan terdengar dan Li Ahyi terlempar mundur. Wajahnya kembali memucat, kakinya terasa mati rasa akibat tabrakan serangan tersebut. Sedikit rasa takut terlintas diwajahnya.


“Jika saya tidak mundur tepat waktu maka kaki saya akan hancur!” Sebelumnya tetua pertama juga telah merusak salah satu tangan Li Ahyi kini mantan patriark dari keluarga Li itu menjadi lebih berhati- hati dalam menghadapi tetua pertama.


Bagaimanapun kekuatan Li Ahyi jauh lebih rendah dari tetua pertama, wajar baginya tidak mendapatkan posisi yang menguntungkan ketika bertarung satu lawan satu. Tapi bersama Shen Dao, ia sedikit memiliki harapan.


Li Ahyi berhasil memberikan jeda pada Shen Dao membuatnya dapat kembali menjaga jarak dari tetua pertama. Segera 10 sinar laser menyerbu tetua pertama tepat ketika serangan Li Ahyi selesai. Kali ini 10 serangan itu membentuk sebuah lingkaran dan mencoba untuk menutupi tetua pertama.


Taktik Shen Dao terbukti berhasil, karena tetua pertama menghadapi serangan Li Ahyi membuatnya kehilangan fokus pada Shen Dao. Segera ketika ia ingin kembali menyerang Shen Dao, sepuluh sinar laser telah mengelilinginya.