
“Kau tidak bisa pergi!” Komandan Starry Night mencoba untuk menyerang keduanya menggunakan gerakan yang sama, sayangnya mereka jauh lebih kuat dari rata- rata kultivator.
Komandan Starry Night sadar bahwa beberapa kultivator dari sembilan kepulauan lebih kuat darinya namun ia tidak percaya mereka ada disini sebab itu sekuat apapun mereka yang datang, komandan Starry Night belum merasa tertekan.
“Plam Kehancuran” Komandan Starry Night menargetkan salah satu dari mereka, sayangnya ia tidak menduga jika refleks dari orang lainnya sangat cepat, ia memotong gerakan Starry Night dan membuatnya terdorong mundur menggunakan kapak yang digunakannya.
“Jangan harap kau bisa lepas dari kami berdua! Setidaknya kau harus lebih kuat dari seluruh kultivator Bijak Puncak untuk mengalahkan kami”
Usai berkata seperti itu, sosok lainnya maju menggunakan palu yang besar. Tekanan dan gravitasi seolah semakin berat dirasakan oleh komandan Starry Night.
“Kedalaman Hukum Gravitasi!” walau keduanya belum menguasai kedalaman hukum secara sempurna namun itu tidak jauh setelah keduanya menggabungkan pemahaman mereka.
Starry Night juga harus menggunakan kedalaman hukum yang ia kuasai, sontak seluruh tekanan yang dihadapinya menghilang setelah mengeluarkan kedalaman hukum sempurnanya, Komandan Starry Night tidak membuang waktu begitu itu terjadi, ia melepaskan kekuatan terkuatnya dan menyerang ia yang menggunakan kapak.
Keduanya masih belum pulih dan sadar bahwa komandan Starry Night telah terbebas dari kedalaman mereka, keduanya bahkan tidak menduga pemahaman Starry Night telah mencapai kesempurnaan. Sayangnya begitu keduanya sadar, komandan Starry Night telah berada di depan pemegang kapak.
Si pemalu tidak memiliki gerakan dan refleks yang sama seperti temannya, ia hanya bisa melemparkan senjata palunya berharap komandan Starry Night dapat terganggu beberapa saat. Sayangnya komandan Starry Night kembali mengaktifkan formasi dan melemparkan si pemalu di sisi lain pertarungan.
“Tidak!” Si pemalu berteriak ketika merasakan formasi yang kuat membawanya, ia melihat temannya telah berubah menjadi kabut darah oleh komandan Starry Night.
“Hampir saja!” Komandan Starry Night keringat dingin ketika membayangkan hal tersebut, ia tidak menduga si pemalu akan melemparkan palunya tanpa memperhatikan keselamatannya lagi demi memberi waktu temannya untuk bergerak.
Untunglah Starry Night rela mengambil resiko dan menerima palu itu yang membuat tangannya mati rasa daripada harus melepaskan target yang telah berada didepan mata.
Komandan Starry Night mengambil kapak dan palu dan menyimpannya dikantong penyimpanan sebelum bergerak ke tempat yang harus ia lindungi.
“Kalian hanya menjadi umpan meriam untuk memperlambatku!” Komandan Starry Night merasa kesal, ia mengeluarkan palu dan kapak yang baru saja ia dapatkan.
“Majulah dan kalian akan menemui leluhur dineraka” Starry Night tidak kenal takut begitu ia dikepung, ia menerjang orang yang ada didepannya dan membunuhnya dalam sekali serang. Mereka tidak menyangka komandan Starry Night begitu sulit untuk dikalahkan, tiga puluh dari mereka segera bergabung dan menyerang komandan Starry Night dalam waktu yang bersamaan.
Komandan Starry Night tidak ragu melihat serangan itu, ia tahu bahwa tidak dapat melepaskan diri dari kepungan dan serangan yang begitu banyak. Namun ia tetap nekat untuk menyerang di salah satu sisi sementara membiarkan punggung dan yang lainnya terbuka.
“Mati!”
Komandan Starry Night tidak peduli, ia menyerang dan membunuh lima kultivator didepannya dan menutup matanya bersiap merasakan sakit dari puluhan serangan lainnya. Namun beberapa saat kemudian ia tidak merasakan apapun dan membuatnya bingung.
“Apakah serangan mereka begitu menyakitkan dan membuat saya seketika tewas?” Komandan Starry Night berpikir, namun ia memperhatikan sekitar dan menyadari bahwa ia belum mati.
Ia menoleh ke belakang dan menyaksikan puluhan kultivator lapisan sembilan yang menyerangnya tewas seketika. “Apa yang terjadi?”
“Kau tidak perlu tahu apa yang terjadi, lebih baik untuk melanjutkan rencanamu” Namun kemudian sebuah pesan telepati masuk kedalam jiwa Starry Night. Wanita paruh baya itu sedikit ketakutan merasakan kekuatan yang terkandung sebelum membungkuk ke empat arah yang berbeda.
Komandan Starry Night tidak tahu siapa orang yang telah membantunya dan ia yakin pemilik suara itu adalah orang yang menolongnya. Namun suaranya saja sudah membuat Starry Night terguncang, wanita itu samar- samar menduga jika itu adalah kultivator Mistik yang bersembunyi.
“Apakah ada kultivator Mistik yang bersembunyi di kepulauan terbuang?” Komandan Starry Night menduga sebab suaranya tidak sama seperti suara Kapten, Penjaga Portal ataupun master Ye.
Starry Night tidak tahu jika yang menolongnya adalah pangeran Lucifer. Pria itu awalnya berada tersembunyi di dekat faksi Asal Mula namun kemudian tertarik ketika beberapa kultivator Bijak Puncak tiba- tiba muncul di dekat faksi Asal Mula seolah ada yang memainkan formasi. Tanpa basa- basi, ia menghancurkan mereka.