
Di perjalanan mereka menuju markas Pencuri Bayangan, Singa Kecil bertanya pada Zhen Yuan perkembagan para iblis yang sekarang menjadi budak Zhen Yuan.
“Energi yang ada di dalam dunia kecil hampir seratus kali lipat dibandingkan dengan energi yang ada disini. Mereka tentu berkembangan jauh lebih cepat, bahkan kaisar iblis telah berhasil mencapai Mortal Puncak dan 4 bawahannya masing- masing mencapai lapisan 7 dan 8.”
Singa Kecil terkejut dengan perkembangan para iblis di dunia kecil. Ia kemudian melirik Zhen Yuan lalu tiba- tiba menghentikan perjalanannya. Ia memeluk kaki Zhen Yuan lalu dengan wajah yang mengemis ia meminta agar ia dan yang lainnya dapat berlatih juga di dunia kecil.
“Hentikan ini! Apa yang kau lakukan?” Zhen Yuan ingin melepaskan diri dari Singa Kecil namun pelukannya semakin kuat dan membuat pemuda itu menyerah.
“Baiklah, saya akan memasukkan kalian semua kedalam dunia kecil setelah urusan disini selesai. Lagipula saya mungkin harus mencari Devisi Surgawi dan jika kalian ikut maka akan semakin merepotkan.”
Singa Kecil tersenyum lebar, ia berhasil membujuk Zhen Yuan. Sebenarnya walau Singa Kecil tidak berlatih di dunia kecil, ia masih bisa berkembang dengan kemampuannya sendiri. Tapi setelah mendengar Kaisar Iblis dan lainnya berkembang pesat, ia merasa tidak ingin kalah menyebabkan rencananya berubah.
~~
Zhen Yuan bertemu dengan Zheng Cho sekaligus mengundang Frander untuk ikut. Bagaimanapun juga ia berharap jika keduanya dapat bekerja sama untuk membentuk kekuatan besar di dataran Gurun Bandit.
“Bagaimana perkembangan kultivasimu? Kau sudah siap untuk menerobos menjadi kultivator Bijak?” Zhen Yuan tidak suka berbasa- basi sebab itu ia segera menanyakan hal yang penting untuk ia ketahui.
Zheng Cho menggeleng dengan senyuman pahit diwajahnya. “Belum”
Frander ikut terkejut, ia berkata “Saya awalnya mengira jika petir surgawi yang datang sebulan yang lalu adalah petir kesengsaraan milik saudara Zheng tapi ternyata bukan”
“Sebenarnya petir surgawi itu milik teman kelompok dari master Zhen, ia yang menerobos ranah sebulan yang lalu” jawab Zheng Cho pada Frander.
Frander melirik Zhen Yuan, ia masih ingat jika pemuda itu mengatakan bahwa dia tidak sendiri di dataran Gurun Bandit melainkan satu kelompok. Frander percaya jika teman Zhen Yuan yang menerobos itu adalah orang yang membantai sekte Bandit Bersaudara dahulu.
Setelah itu Zheng Cho mengalihkan topik dengan membahas mengenai kerja sama dan usulan agar kedua kekuatan untuk bersatu membentuk satu kelompok besar. Dengan begitu mereka akan menguasai semua sumber daya yang dimiliki dataran Gurun Bandit.
“Yah saya agak setuju dengan usulan dari saudara Zheng, tapi saya masih harus mendengarkan 3 pemilik istana terlebih dahulu sebelum memutuskannya, bagaimanapun mereka masih menjadi yang kedua setelah saya di istana pusat. Pengaruh mereka tidak kalah dengan saya sehingga harus memperhatikan pendapat mereka juga” Frander memberi alasan.
Namun sejujurnya Frander ingin mengusulkan hal itu pada Zheng Cho ketika ia masih mengira Zheng Cho telah menjadi kultivator Bijak. Dengan begitu ia masih akan mendapatkan jabatan yang tinggi dan menguasai seluruh sumber daya yang ada. Namun setelah mengetahui yang sebenarnya, Frander masih berubah pikiran. Adapun ketiga pemilik istana, mereka telah percaya sepenuhnya dengan Frander sehingga keputusan mereka tidak lagi penting.
Zheng Cho mengangguk senang, dengan masuknya istana pusat kedalam kekuatan mereka maka mereka tidak akan khawatir lagi untuk kekurangan sumber daya pill, ramuan herbal, senjata atau bahkan formasi.
“Kalian bisa mengaturnya sendiri, paling tidak saya akan pergi setelah beberapa urusan selesai dan berharap kalian berdua dapat bekerja sama dengan baik” Zhen Yuan menutup pertemuan mereka. Awalnya ia ingin membahas hal lainnya namun melihat Frander masih belum tulus untuk bergabung membuat pemuda itu berubah pikiran.
“Setelah ini kita bicara berdua!” Zhen Yuan mengirimkan pesan pada Zheng Cho.
Setelah mengirim Frander pergi, Zheng Cho menemui Zhen Yuan.
“Saya telah berhasil menyelesaikan pemurnian pill Esensi Mortal dan Pill Gathering Mortal. Dengan kedua pill ini saya yakin kau bisa mencapai ranah Bijak setelah 3 bulan” sambil memainkan dua botol kecil ditangannya.
Zheng Cho bersemangat mendengarnya, ia menatap dua botol kecil di tangan Zhen Yuan dengan penuh harapan. Zhen Yuan segera melemparkan keduanya pada Zheng Cho, refleks Zheng Cho berusaha menangkapnya dengan susah payah hingga harus tengkurap dibawah.
“Botol yang berisi 2 butir adalah pill Gathering Mortal dan yang berisi satu butir adalah pill Esensi Mortal. Stabilkan kekuatanmu dan gunakan dua pill Gathering Mortal untuk membuatmu mendapatkan tambahan kekuatan yang besar setidaknya kau harus bisa menyelesaikan 3 petir surgawi dan setelah kau merasa yakin kau minum pill Esensi Mortal dan hadapi kesengsaraan surgawi dengan selamat!” Zhen Yuan menjelaskan.
Zheng Cho mendengar dengan sungguh- sungguh, ia tidak ingin terlupa sebab harapannya menjadi kultivator Bijak akan segera terpenuhi.