To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Wanita? Saya Tidak Peduli



Shu Lian dan Botak Kun rupanya hanya bisa berada diposisi 11 dan 12 setelah mengalahkan genius muda terkuat dari aliansi Budak Raja dan Istana Bulan, mereka tidak memiliki kekuatan untuk bergerak dalam posisi 10 besar. Meski begitu Zhen Yuan masih sangat puas dengan kekuatan penuh mereka karena tidak seorangpun dari banyaknya penantang keduanya yang mampu mengalahkan Shu Lian dan Botak Kun.


Dari total pertarungan yang terjadi, Putri Embert berada diperingkat 70 lalu disusul oleh Nanqing De diposisi 47 dan empat jendral iblis yang berada diposisi 34 hingga 31. Feng Li berada diurutan 20, Di Sheng di urutan 18 dan Yi Shang diurutan 15.


Tersisa Baisheng yang berada di peringkat 10 besar. Meski Feng Li, Di Sheng dan Yi Sheng sempat mendapatkan tantangan namun mereka membuktikan bahwa kekuatan ketiganya pantas berada dalam 20 besar.


“Peringkat 10 silahkan menantang” Komandan Starry Night berteriak. Itu adalah satu- satunya genius muda perempuan dari pulau utama. Meski perempuan, ia berada diurutan keempat dari segi kekuatan diantara semua genius dipulau utama.


“Saya menantang nomor 7!”


Baisheng yang berada di nomor 7 mengangguk, “Silahkan menyerang lebih dulu” Ia sedikit menghormati perempuan dan menyuruhnya untuk maju pertama.


“Saya..”


“Cepatlah saya tidak punya waktu” Belum sempat lawannya memperkenalkan diri, Baisheng menjadi tidak sabar.


Para penonton sedikit mengutuk Baisheng karena meneriaki wanita dengan kasar. Meski lawannya tidak terlalu cantik tetap saja ia menjadi keindahan yang  baik untuk dijadikan pasangan. Mereka mulai menyadari jika Baisheng mungkin tidak memiliki perasaan.


Bahkan Xian- Xian, Putri Yewan dan Putri Embert menatap Qing Hongyun dan Du Lian dengan kasihan. Ketiganya sadar bahwa dua yang terakhir selalu mendapatkan perlakukan seperti itu dari Zhen Yuan.


“Murid dan guru sama saja!” Shu Lian dan Botak Kun terkekeh pelan sambil membicarakan Zhen Yuan dan Baisheng.


Zhen Yuan merasakan telinganya panas, ia menatap tajam orang- orang yang meliriknya yang seketika itu juga semua orang merasa ketakutan akibat tatapan Zhen Yuan.


“Kalau kau tidak ingin menyerang lebih dulu maka saya akan lakukan” Baisheng menjadi tidak sabar melihat lawannya tidak bergerak dan malah menatapnya dengan bingung.


Ia mengerahkan teknik yang diberikan Zhen Yuan, Istana Emas Bercahaya. Samar- sama orang dapat melihat gambaran istana besar dibelakang Baisheng. Itu menarik perhatian ketika berubah menjadi ratusan pisau emas yang terbang menuju lawannya.


Baru ketika merasakan kekuatan yang luar biasa menuju dirinya, ia terbangun. Wajahnya memucat ketika melihat serangan Baisheng.


“Kupu- Kupu Merah!” Dibelakang punggungnya muncul sepasang sayap yang indah. Tekniknya ini hampir mirip dengan Sayap Kilat milik Zhen Yuan, bedanya jika Zhen Yuan adalah bentuk dari manifestasi elemental yang kuat sedangkan yang pertama hanya bentuk manifestasi beast.


Dalam dua teknik itu saja, mereka berbeda bagaikan langit dan bumi. Zhen Yuan mampu menghancurkan sayap Kupu- Kupu Merah dengan sekali gerak. Beda halnya jika itu adalah sayap dari Kunpeng ataupun Phoenix yang merupakan binatang surgawi.


“Kepakan Kupu- Kupu!” Jurus kedua dilemparkan, ia bergerak dengan sangat cepat dan lincah menghindari ratusan pisau kecil yang siap untuk menghancurkannya.


Melihat serangan pertamanya tidak mampu melukai lawan, Baisheng bersiap meluncurkan serangan kedua. Ia mengambil senjatanya yang berbentuk kail pancing lengkap dengan tongkat panjangnya.


“Mencuri Harta Tertinggi!” Baisheng melemparkan kail pancingnya kearah lawan. Kail pancing melesat begitu cepat dan kali ini tidak bisa dihindari. Sayapnya segera dirobek dan membuatnya terjatuh.


Aksi Baisheng membuat perempuan itu terjatuh dan menghancurkan lantai arena pertandingan.


“Sialan bagaimana bisa ia begitu keras dengan seorang wanita?”


“Betul sekali, ia bahkan tidak memberikan belas kasihan”


“Huh! Lelaki kasar”


Banyak orang mencemooh tindakan Baisheng yang terlihat kasar.


Dihadapkan dengan cemoohan orang- orang Baisheng tidak peduli. “Sejak dia menantang seseorang, ia harus menerima resiko kekalahan yang menyakitkan. Salahkan dia karena terlalu lambat untuk menghindari seranganku”


Zhen Yuan bertepuk tangan atas jawaban Baisheng menutup mulut semua orang. Suara tepuk tangannya menggelegar di arena pertandingan. “Bagus!Baik itu pria atau wanita, kekuatanlah yang berbicara”