
Tetua Huang dan tetua Kedua kaget, mereka menatap Zhen Yuan tidak percaya. Awalnya ketika pemuda itu menyuruhnya memberikan pesan telepati pada mentri Yan Jie, tetua Huang mengira mentri Yan Jie hanyalah seorang mentri biasa.
Namun mentri Yan Jie tiba dengan cepat dihadapan mereka tepat ketika tetua Huang memberikan pesanannya. Tetua Huang dapat merasakan jarak dari mereka dan mentri Yan Jie saat itu terpaut masih jauh, tidak mungkin orang biasa atau kultivator normal akan menempuh jarak seperti itu dengan kecepatan Yan Jie.
Ditambah lagi, Yan Jie menghilang dan pergi begitu saja tanpa keduanya dapat melihat gerakan. Dari kedua itu, tetua Huang maupun tetua Kedua sedikit yakin jika Yan Jie adalah kultivator Mortal yang setara dengan mereka.
“Bagimana ada kultivator Mortal seperti kami di kerajaan kecil ini? Sosok seperti itu bahkan sangat berharga di kerajaan besar atau 3 istana pusat sekalipun” tanya tetua kedua.
Zhen Yuan tertawa kecil mendengarnya, “Mentri Yan Jie adalah sosok yang terkenal, kalian pasti akan terkejut ketika mengetahui identitasnya”
Keduanya menjadi lebih bingung, namun Zhen Yuan tidak berniat memberikan informasi lebih pada mereka.
“Itu tidak penting untuk saat ini! Kalian harus tahu menghilangnya jendral iblis hari ini pasti akan membuat bangsa iblis lebih memburu dan mengejar kita! Sebab itu kita harus meningkatkan kekuatan setiap saat!” Zhen Yuan berpesan.
Keduanya mengangguk patuh dan mulai duduk bersilah, melakukan meditasi untuk memulihkan kekuatan mereka. Begitupula dengan Zhen Yuan.
~~
Di istana pusat, ketiga master istana sedang saling menatap tanpa berbicara. Master istana pill dan pemurnian saat ini menatap tajam master istana formasi. Mereka berdua sangat marah karena master istana formasi nampaknya berjalan tidak sesuai dengan kemampuan mereka berdua.
“Jika anda benar- benar melihat kami berdua, seharusnya anda bisa menangkap Zhen Yuan ketika terperangkap di dalam formasi! Tapi anda bahkan melepaskannya dan membiarkan Zhen Yuan kabur dan menghilang sekarang!” Master istana pemurnian memiliki kepribadian yang meledak- ledak. Ia menghantam meja dan membuatnya hancur menjadi debu.
Sayang sekali kemarahannya juga ikut meledak ketika master formasi hanya menggeleng pelan menandakan ia sengaja melakukan hal tersebut.
“Saya bebas melakukan apapun yang saya inginkan! kalian tidak berhak memerintahkanku seperti itu. Lagipula kalian hanya menyuruhku untuk mengawasi dan menyelidikinya secara langsung bukan menangkapnya!” Tepat ketika kedua master didepannya bersatu dan ingin melawannya, master istana formasi keluar dengan pendapatnya.
“Hmph! Apa kau sudah terlalu tua untuk tidak berpikir kedepan? setelah mengetahui kemampuan ajaib dari bocah itu kenapa kau tidak menangkapnya!” master pemurnian membalas. Sayang sekali perkatannya membuat master Pill ketakutan dan menatapnya dengan kesal.
Master pemurnian bingung, ia berpikir dan mengingat apa yang telah ia katakan sebelumnya. “Ah saya lupa!” sedetik kemudian ia teringat kesalahannya dan menutup mulutnya.
Master pill ingin memperbaiki ucapan master pemurnian, tapi sayang mereka berdua telah merasakan deru kekuatan yang menakutkan mengunci mereka. “Master Formasi kendalikan dirimu, master pemurnian tidak bermaksud seperti itu!” master pill panik.
Namun master Formasi telah terlanjur marah dan mengurung keduanya dalam dunia formasi miliknya. Kubah formasi menyelimuti ketiganya seolah tidak membiarkan master pill dan pemurnian melarikan diri.
“Ampunnn!” dari luar formasi, getaran dan suara teriakan meminta ampun terdengar. Entah apa yang dilakukan oleh master formasi kepada keduanya.
Kubah Formasi yang menyelimuti itu baru perlahan menghilang ketika master formasi berjalan keluar dengan ekspresi awal. Sementara terlihat dua pria tengah saling menopang dan membahu hanya untuk berjalan keluar dari sana. Keduanya segera memunim sebuah pill lalu melesat meninggalkan master formasi sendirian.
Setelah hanya tersisa master formasi, wanita itu jatuh terduduk sambil memuntahkan beberapa teguk darah. Kondisinya saat ini jauh berbeda ketika ia berhadapan dengan kedua master istana lainnya.
“Entah berapa lama lagi saya bisa bertahan, keduanya mulai semakin berani dan kehilangan akal. Saya takut jika saya telah tiada dan keduanya akan mulai menggerakkan istana pusat dengan keji dan tidak bermartabat!” ekspresi sedih muncul di wajahnya.