
Gelombang tsunami tidak lagi terbendung. Riak lautan menimbulkan gelombang setinggi rumah- rumah dan menghantam bibir pantai dengan keras. Kultivator yang ada disekitar bersama- sama mengurangi daya hancur dari tsunami namun usaha mereka sia- sia sebab semakin lama gelombang yang datang semakin cepat dan tinggi.
Mereka hanya bisa pasrah dan berlari meninggalkan daerah pesisir. Sedangkan mentri Yan Jian tengah serius melihat Zhen Yuan apakah ia dapat bertahan dari petir itu atau tidak.
Goncangan yang terjadi di seluruh dataran Asal Mula mengundang ketakutan bagi semua orang, terutama bangsa iblis. Mereka menatap langit yang kini memuntahkan banyak petir dan kilat yang ganas disekitar hutan dan pohon.
Saat itupula tekanan yang berat menimpa bangsa iblis seluruhnya. Baik raja maupun para jendral iblis menerima dampak yang kuat. Mereka tiba- tiba kehilangan seluruh kekuatan yang mereka miliki.
Sementara itu, Zhen Yuan duduk dengan menyembuhkan kondisinya ketika petir yang dahsyat menyerangnya. Petir itu segera menabrak formasi Zhen Yuan dan membuatnya gemetar hebat.
Zhen Yuan mengerahkan Badai Petir yang telah dikombinasikan dengan petir Kemarahan yang kemudian menyerang petir kesengsaraan terakhir. Dua kekuatan petir saling bertabrakan diudara, melambangkan ular dan naga saling bertarung.
Sayang sekali ular tidak bisa bertahan lama melawan naga yang perkasa, Teknik Zhen Yuan segera dihancurkan oleh petir surgawi terakhir dan bersamaan dengan itupula formasi yang melindungi Zhen Yuan hancur tak bersisa. Sisa dari petir itu segera menghantam tubuh Zhen Yuan.
Zhen Yuan tersenyum pahit melihat tubuhnya tidak merespon untuk menghindar. Ia pasrah ketika petir itu hanya berjarak beberapa centimeter lagi darinya. Pemuda itu menutup matanya, ia hanya menunggu kejaiban terjadi seperti sebelumnya.
Zhen Yuan terkejut ketika ia tidak lagi merasakan tekanan yang menghampirinya sedetik yang lalu. Karena penasaran, Zhen Yuan membuka matanya. Ia tersenyum bahagia melihat pilihan dan rencananya telah tepat.
Dua telur misterius dan tanduk Qilin melayang didepannya, menyerap seluruh petir yang ada dan membuat ketiganya bersinar terang. Zhen Yuan kini dapat merasakan aura beast Deviden pada kedua telur tersebut. Mungkin karena petir itulah yang membuat auranya keluar.
Mentri Yan Jie menghela nafas legah setelah melihat Zhen Yuan mampu menahan dan melewati seluruh petir kesengsaraan yang menimpanya. Ia tahu betapa krisisnya kondisi Zhen Yuan saat ini, sebab itu dengan cepat ia mengambil Zhen Yuan takut jika hewan buas yang kuat akan menyerangnya.
Sesuai dengan dugaan mentri Yan Jie, sesosok ikan paus dengan sisik berduri tiba- tiba muncul dari kedalaman lautan. Ia memancarkan aura kultivator Mortal Lapisan Tiga. Hewan buas sekuat ini biasanya hanya ditemukan dalam jarak seribu kilometer dari bibir pantai. Tapi sekarang ia bahkan ada disini.
Tentu saja, hewan sekuat itu ada disini karena merasakan sesuatu yang aneh dan menarik, apalagi jika bukan tiga peninggalan Dewa Beast di tangan Zhen Yuan. Telur dan tanduk, jika salah satu dari mereka jatuh di tangan ikan paus maka tidak akan lama sebelum paus itu berkembang menjadi kultivator Ranah Mortal Puncak. Keberadaan terkuat di dataran Asal Mula.
Zhen Yuan tidak lagi dapat bergerak ataupun melarikan diri, walau ia telah berhasil mencapai ranah Mortal Sejati namun kekuatannya belum pulih dan membutuhkan waktu beristirahat.
Mentri Yan Jie mengerahkan kecepatan tertingginya, ia tiba di depan Zhen Yuan sebelum paus itu. Tapi Paus itu juga tidak terlalu lambat, ia bersiap memakan keduanya tidak peduli tentang kedatangan mentri Yan Jie.
“Hmph!” Mentri Yan Jie melepaskan tekanannya, kultivator Mortal lapisan 5! Paus itu ketakutan merasakan tekanan dari Yan Jie.
Ia segera mengurungkan niatnya untuk memakan Zhen Yuan dan berbalik badan dengan cepat berenang ke lautan lepas. Mentri Yan Jie tidak melepaskan kesempatan itu, “Saya ingin paus bakar malam ini!”
Setelah mengatakan hal tersebut, laut yang telah tenang kembali beriak keras, gelombang keras menghantam paus dan berhasil menghentikan pelariannya. Sedetik kemudian, sebuah gelembung raksasa muncul dan membawa paus itu terbang di angkasa.
Tentu saja gelembung itu tidak dapat dipecahkan bahkan dengan gigi yang tajam dari ikan paus. Ia berusaha untuk membebaskan diri dari gelembung yang mengurungnya, sayang sekali sekuat apapun tenaganya tidak dapat menghentikan gelembung itu membawanya ke sisi Mentri Yan Jie.