To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
20/45



Pria yang merupakan merupakan master kelas 5 dan pemilik misi pertama tidak lain bernama Chu Xingtian.  Meski merupakan master alchemy kelas 5 namun nampaknya ia tidak memiliki udara kesombongan layaknya seorang master.


Ia bercakap- cakap dengan Zhen Yuan selama beberapa jam dan menemukan bahwa mereka berdua memiliki pribadi yang cocok.


“Kakak Chu, mungkin kita bisa melanjutkan percakapan ini dilain waktu. Saya masih harus menyelesaikan misiku” ucap Zhen Yuan. Chu Xingtian berumur  7 hingga 8 tahun diatas Zhen Yuan, itu berarti ia hampir mencapai usia 30 tahun dua hingga tiga tahun kedepan. Dalam hal senioritas Zhen Yuan memang layak memanggilnya seorang kakak seperti halnya ia memanggil Qing Hongyun.


Chu Xingtian terkekeh pelan mendengar ucapan Zhen Yuan, “Baiklah, saya pikir kau akan membuatku merelakan misinya dan memberimu poin cuma- cuma, tapi sepertinya saya terlalu berpikir.”


Ia kemudian meletakkan gulungan kuno di mejanya. Gulungan itu ternyata berisi resep pill Esensi Jiwa yang dibuat oleh Zhen Yuan. Selain itu beberapa catatan juga terkandung di dalamnya dan membuat dahi Zhen Yuan berkerut.


Chu Xingtian membiarkan Zhen Yuan melihatnya lebih jauh dan tidak menggangu pemuda itu ketika melihat wajah dan ekspresinya begitu khusyuk melihat catatan disana. Barulah ketika satu menit berlalu, Zhen Yuan kembali normal dan melihat Chu Xingtian dengan tatapan kaget.


“Darimana kakak Chu menemukan gulungan ini?!” tanya Zhen Yuan dengan penasaran.


“Itu diberikan oleh Grandmaster tuan saya. Keduanya telah meninggal beberapa puluh ribu tahun yang lalu karena mencoba menerobos Ranah Bumi. Sayang sekali tidak ada satupun dari mereka berhasil dan membuat saya mendapatkan warisan gulungan ini” Chu Xingtian terlihat sedih ketika mengingatnya.


Chu Xingtian berhasil mendapatkan ajarannya dari murid keturunan ke lima puluh tiga. Ia mendapatkan akses untuk belajar dari dua kesadaran grandmaster dan tuannya karena ia lolos dan memenuhi persyaratan memiliki Konstitusi tubuh Mata Air Dunia yang adalah konstitusi tubuh yang sama dengan Grandmaster.


Sebenarnya Zhen Yuan ingin mengetahui darimana Grandmaster dari Chu Xingtian mendapatkannya. Bukan karena resepnya tapi karena catatan yang ada didalam. Catatan itu, kata- kata itu, dan tulisan tangan itu begitu berarti bagi Zhen Yuan.


Samar- samar sosok muncul di benaknya, ia mengenalinya namun melupakan siapa sosok itu. Hatinya juga menunjukkan empati namun disaat bersamaan juga kemarahan dan kebencian. Ini yang membuat Zhen Yuan bingung dan bertanya dengan penasaran.


Chu Xingtian menggeleng dan merasa tidak terganggu dengan pertanyaan Zhen Yuan. “Kau pasti akan menanyakan mengapa gulungan itu memiliki catatan yang begitu mustahil untuk diwujudkan bukan? Tapi itulah adanya”


Zhen Yuan tersenyum kecil, ia tidak membenarkan keliruan Chu Xingtian dan berkata “Tapi saya sedikit setuju dengan catatan itu. Jika seorang berhasil membuat pill Esensi Jiwa maka bukan berarti Pill dengan manfaat yang sama namun digunakan pada ranah yang lebih tinggi juga mustahil. Mungkin itu dapat dilakukan” Ia sangat optimis.


“Saya telah melakukan banyak hal untuk mewujudkan hal tersebut, bahkan menjual ratusan salinan resep Esensi Jiwa di berbagai master dan kekuatan besar di luar kepulauan terbuang hanya untuk mendapatkan lebih banyak sumber daya dan bahan untuk mewujudkannya.” balas Chu Xingtian.


Zhen Yuan tersenyum tipis, “Saya menduga jika karena kakak Chu menjual salinannya pill Esensi Jiwa mulai terkenal di kepulauan Terbuang dan sekitarnya. Tapi jika saja kakak memanfaatkannya dan memonopili resep maka kakak akan mendapatkan sumber daya seratus atau bahkan seribu kali lipat”


“Jika saya melakukan hal itu, maka belum lagi pulau Kelompok Surga bahkan pulau utama akan kesulitan untuk menahan berbagai kekuatan asing di luar kepulauan untuk merebut resepnya dari tanganku. Selain itu jika saya yang membuat pill nya maka berapa banyak yang bisa saya buat sendirian? bahkan saya akan kekurangan waktu untuk meneliti dan mewujudkan catatan itu”


Jawaban Chu Xingtian membuat Zhen Yuan menyadari jika orang didepannya layak dan bahkan tidak tergoda oleh harta yang banyak dan mengorbankan ambisi dan tujuannya.