To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Tantangan VII



Wajah Tyrant berubah pucat, bersamaan dengan menyadari tindakannya yang sudah berlebihan. Tetua Fenglai sangat ketakutan ketika melihat anaknya itu, ia melirik 5 tetua tetap yang kini menunduk ketakutan juga. Bagaimana mungkin kelimanya berani melawan seorang tetua utama.


“Master, tolong maafkan anak saya! Ia terpancing emosi oleh bajingan kecil ini!” Tetua Fenglai segera berlutut di depan tetua utama berharap anaknya dilepaskan.


“Tetua Fenglai, kesabaranku telah habis! Sekarang buktikan dengan bukti nyata jika tetua Zhen Yuan berbuat curang atau saya akan membunuh anakmu ditempat!” tetua utama mengancam Fenglai. Jika ia berbaik hati dan memaafkannya lagi maka sama saja ia seperti dipermainkan oleh Fenglai dan anaknya.


Tetua Fenglai terkejut, ia kehabisan akal sebab dari awal ia tidak pernah menemukan bukti jika Zhen Yuan berbuat curang. Kini ia sekali lagi harus memberikan bukti yang jelas pada tetua utama.


“Tolong jangan bunuh anak saya! Master kasihanilah saya, Tyrant adalah anakku satu- satunya. Saya rela dihukum dengan berat asalkan anda tidak membunuhnya” tetua Fenglai memohon.


Mendengar permohonan Fenglai, barulah tetua utama itu melepaskan Tyrant dari tekanannya. Seketika tubuh Tyrant pucat dan lemas, tekanan dari seorang kultivator Mortal adalah hal yang paling mengerikan baginya.


“Baiklah karena kau ingin dihukum, saya akan memberimu hukuman setimpal agar dimasa depan kau tidak berbuat seperti ini lagi” tetua utama mengangguk lalu memikirkan hukuman untuk Fenglai.


“Setelah hari ini, posisimu sebagai tetua tinggi akan dibekukan selama 10 tahun kedepan dengan sanksi tambahan kau harus memberikan 2 kali lipat jumlah pill yang kau murnikan tahun ini kepada paviliun atas nama Zhen Yuan. Kau harus melakukannya selama posisimu dibekukan!” tetua utama telah memberikan hukumannya.


Karena dirinya tidak memiliki wewenang untuk mencabut posisi seorang tetua tinggi, maka ia hanya membuat posisi Fenglai untuk sementara dibekukan yang mana ia tidak akan menjadi seorang tetua tinggi selama priode ini dan ketika priode hukumannya habis, ia harus menantang tempatnya sebelum ia dibekukan. Namun jika ia kalah maka posisinya secara resmi di hapuskan dan kembali menjadi tetua tetap.


Tetua Fenglai ingin keberatan, namun ia masih menerimanya sebab tahu jika ia protes maka hukuman yang diterimanya akan jauh lebih berat dan kejam.


Terakhir, hatinya sangat sakit ketika tetua utama mengumumkan Zhen Yuan berhasil mempertahankan posisinya. Ia maju dengan lompatan besar menuju ranking 30 karena memberikan pill hasil pemurniannya hari ini pada paviliun. Ia juga menjadi orang yang menggantikan Fenglai.


Karena urusannya telah selesai, tetua utama sedikit menyapa Zhen Yuan lalu kembali ketempatnya. Ia tidak lagi memiliki urusan disana.


Namun ketika tetua utama itu pergi, Tyrant bersama 5 tetua tetap kembali mengepung Zhen Yuan. Kali ini disertai dengan niat membunuh yang tebal. Zhen Yuan tidak terkejut, bagaimanapun mereka semua hanya takut pada tetua utama, bukan padanya.


“Zhen Yuan, kau telah mempersiapkan ini semua bukan? Karena kau tahu tidak bisa menang melawanku maka kau mengatur siasat dan bertindak curang di saat kompetisi! Gara- gara kau, ayahku kehilangan posisinya selama 10 tahun” Tyrant menunjuk Zhen Yuan dengan penuh amarah.


Tyrant hanya melihat sebuah pantulan cahaya yang berasal dari sebuah pedang bergerak begitu cepat kearahnya. Namun beberapa saat kemudian, ia tidak lagi merasakan salah satu tangannya.


“Tidak!!” Fenglai berteriak histeris ketika melihat tangan anaknya terpotong begitu cepat didepan matanya. Bahkan 5 tetua tetap tidak bisa menghentikan serangan Zhen Yuan.


“Huh! Jika bukan karena larangan membunuh sesama anggota maka detik ini kau telah menjadi mayat!”


Tetua Fenglai menjadi sangat marah, ia menyuruh kelima tetua tetap untuk menyerang Zhen Yuan. “Pastikan mengambil kedua tangannya untukku!” Tyrant yang juga sangat marah berteriak, ia ingin melihat kedua tangan Zhen Yuan terpotong.


Namun Zhen Yuan masih sangat tenang, ia melirik kelima tetua tersebut. Lalu sinar pedang yang sama muncul dan kini telah dialiri oleh belasan petir berukuran 2 meter. Kelima tetua itu terkejut mendapati serangan Zhen Yuan, mereka tidak mengira jika kekuatannya akan begitu kuat.


“Kita berlima dan ia hanya sendiri! Kita tidak akan kalah darinya” pemimpin dari tetua itu berteriak memberikan peringatan pada rekan- rekannya. Hal itu membuat kelimanya tidak lagi takut dan menyerang Zhen Yuan tanpa memperdulikan petir dan pedang.


“Kalian ingin mengambil tanganku bukan? maka saya akan mengembalikannya pada kalian” Zhen Yuan mengendalikan pedang terbangnya bersama dengan Thunder Wrath, kekuatan gabungan kedua teknik itu cukup membuat tetua jiwa lapisan 8 terluka parah.


“Arrrggh!” kelimanya berteriak kesakitan secara bersamaan ketika kedua tangan mereka secara mengejutkan terpotong. Kelimanya kini menyadari kekuatan Zhen Yuan tidak lebih lemah dari para kultivator jiwa puncak segera mundur kebelakang tetua Fenglai.


Zhen Yuan melangkah maju mendekati Fenglai dan anaknya itu. “Tetua Fenglai, kau tidak akan menang bermain api denganku! Jaga anak dan bawahanmu itu, dimasa depan jika ia berani menggangguku maka saya tidak akan segan pada mereka”


Fenglai terkejut setengah mati sementara anaknya Tyrant kini menggigil ketakutan melihat kekuatan yang ditunjukkan oleh Zhen Yuan. Ia menyesal telah memprovokasi orang yang salah.


Zhen Yuan menendang tangan Tyrant yang terputus lalu meninggalkan tempat itu dengan santai. Ia benar- benar meninggalkan kejutan pada banyak orang hari itu.


~~