To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Gelombang Hewan



“Pedang Gelembung!” Kemudian sebuah pedang tercipta dari gelembung udara lainnya. Pedang itu diarahkan tepat ke arah kepala ikan Paus.


Karena ikan Paus telah terjebak di dalam gelembung yang semakin lama semakin mengecil membuat pedang gelembung itu dengan mudah mengenai sasarannya.


Tengkorak dan sisik ikan Paus yang sekuat alat pertahanan kelas 6 itu bahkan ditembus oleh sebuah pedang gelembung sederhana dari Mentri Yan Jie.


Setelah itu mereka kembali ke kerajaan Neteer seolah tidak terjadi apapun hari ini. Tentu saja ketika mereka tiba, mereka mendengar mengenai bencana yang terjadi secara tiba- tiba. Mentri Yan Jie segera mengambil tindakan untuk membuat kerajaan Neteer tidak lagi membicarakan hal tersebut.


Zhen Yuan memasuki dunia kecilnya untuk memulihkan diri. Betapa terkejutnya ia mendapati perubahan yang terjadi diduni kecil tersebut. Dunia kecil itu dulunya hanya seluas sebuah provinsi di kerajaan kecil. Tapi kini itu sudah seluas kerajaan Neteer.


Yang lebih mengejutkan adalah Kepik Surgawi yang ada mengalami tranformasi dibentuk mereka. Terutama warna mereka kini lebih menghijau.


“Ini pasti ada kaitannya dengan petir surgawi yang saya masukkan kedalam dunia kecil!” Zhen Yuan menebaknya dengan benar. Kepik Surgawi berhasil menyerap energi petir yang dikirimkan oleh Zhen Yuan.


Karena konstitusi tubuh mereka membuat petir surgawi tidak lebih dari sekedar energi gratis bagi mereka dan menyerapnya tanpa usaha yang berarti. Hal ini membuat Zhen Yuan sedikit sakit hati. Tapi ia masih sangat senang sebab basis terkuat dari serangga itu kini mencapai Ranah Mortal sepertinya.


Terlebih daerah disana juga selalu dipenuhi oleh petir- petir hijau dan asap beracun membuat kehidupan Kepik Surgawi dimasa depan akan semakin meningkat. Saat ini jugalah Zhen Yuan menyadari jika ia belum memeriksa peningkatan Tubuh Racun Surgawinya. Ia ingat jika seluruh asap beracun yang datang bersamaan dengan petir keempat diserap habis menggunakan tubuh beracun.


“Sekarang saya bisa menciptakan racun dan mengobati racun kelas 5 dan dapat menggunakan racun kelas 6 dengan mudah!” Ucapnya setelah memeriksa perkembangan dari tubuh Racun Surgawinya.


Kali ini pemulihan Zhen Yuan jauh lebih cepat, ini karena kekuatannya yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Ditambah lagi ia memakai kristal putih dan membuatnya habis. Ia merasa sedikit kecewa karena krista putih yang membantunya telah habis tak bersisa. Di masa depan ia harus kembali menggunakan teknik 9 Kesengsaraan Surgawi untuk menyerap energi langit dan bumi dari udara dan menyaringnya menjadi energi murni untuk kemudian disalurkan ke dalam dantiannya.


Ketika Zhen Yuan ingin kembali, ia tidak sengaja melihat jendral iblis yang telah ia tahan sebelumnya. Jendral iblis itu terlihat menyedihkan, seolah keagungan dan kekuatan dari jendral iblis yang agung tidak lagi terlihat.


Zhen Yuan mendekatinya. Dan menyuruh para Kepik Surgawi untuk membebaskannya. Sekarang ia telah jauh lebih kuat dan dapat menghadapi jendral iblis ini.


Jendral Iblis itu kembali bersemangat ketika para Kepik itu membebaskannya. Ia melihat Zhen Yuan dengan tatapan penuh kebencian dan tanpa basa basi menyerang Zhen Yuan dengan sekuat tenaga.


Sayang sekali, Zhen Yuan tidak lagi sama seperti dulu. Ia mengeluarkan teknik Badai Petir bersamaan dengan Petir Kemarahan.


Bomm! Jendral Iblis terlempar dengan sangat menyedihkan. Ia menatap Zhen Yuan dengan ketakutan. Zhen Yuan dapat membunuhnya dengan mudah.


“Tenanglah! Saya tidak akan membunuhmu sebab kau memiliki keunikan! Selain itu saya ingin informasi tentang keempat jendral iblis yang tersisa dan bagaimana kekuatannya!” ucap Zhen Yuan.


“Manusia rendahan, kau pikir saya akan memberitahukan itu semua padamu?” Jendral Iblis walau ketakutan dengan kekuatan Zhen Yuan namun ia masih berbicara seperti itu. Itu saja sudah menunjukkan dirinya memang mengetahui banyak hal.


“Kalau begitu saya akan memaksamu untuk berbicara!” Zhen Yuan tersenyum licik lalu berjalan mendekati jendral Iblis. Tidak lama, teriakan kesakitan mulai terdengar dan membuat seluruh Kepik Surgawi bergidik ngeri.