
Zhen Yuwen sedikit menyayangkan, “Tapi mungkin saja Zhen Yuan hanya mengincar pangeran Zhen Tian karena dendam pribadi bukan? kita tidak bisa mengambil kesimpulan begitu cepat!” Zhen Yuwen tahu bahwa Fenglai berusaha menggiring masalah ini demi mendapatkan bantuan dari bangsa iblis membunuh Zhen Yuan. Kali ini ia sama sekali tidak menyetujuinya sebab kekuatan musuh belum diketahui secara pasti. Akan sangat merugikan jika bangsa iblis kembali memberi bantuan dan hasilnya kembali gagal!
“Meski begitu kita juga telah beberapa kali ingin membunuhnya. Orang seperti Zhen Yuan tidak akan menyimpan dendam” namun Zhen Fenglai terus menerus membantah perkataan Zhen Yuwen.
Jendral Iblis tidak lagi memiliki kesabaran untuk mendengarkan keduanya, ia mengirimkan pusaran anginnya lagi dan berhasil membuat keduanya terguncang. Zhen Yuwen dan Fenglai tersadar segera meminta maaf pada jendral Iblis.
“Kami akan segera mengirimkan apapun yang anda inginkan sebagai ganti rugi! Dan kami mungkin akan menambahkannya sebanyak 2 kali lipat jika bangsa iblis bisa membantu kami sekali lagi menyingkirkan Zhen Yuan!” ucap Fenglai.
Mata jendral iblis sedikit berbinar mendengar tawaran dari Fenglai. Dimatanya, Zhen Yuan sama sekali tidak diperhatikan walau ia telah membunuh 3 dari 10 iblis terkuat. Sebab itu ia berniat memberikan bantuan secara pribadi kali ini.
“Saat ini saya tidak bisa lagi memberikan bantuan kepada kalian karena raja iblis sebelumnya sangat marah telah kehilangan 3 yang terkuat dari kami. Tapi jika kalian benar- benar membutuhkan bantuan maka saya bisa membantu secara pribadi dengan bayaran 3 kali lipat dari ganti rugi kali ini, bagaimana?”
Zhen Yuwen tercengang dengan penawaran dari jendral iblis, ia baru saja ingin menolak tapi Fenglai telah mendahuluinya dan menyetujuinya. Merasa tidak dihargai disana, Zhen Yuan memilih keluar dengan alasan menyiapkan ganti rugi pada jendral iblis sementara keduanya melanjutkan penawaran dan ide mereka.
Ketika menyiapkan ganti rugi dari bangsa iblis, Zhen Yuwen melakukannya sendirian di ruangannya yang besar. Di sana ia benar- benar sendirian mengurus tanpa adanya pelayan atau penjaga karena ganti rugi yang lumayan banyak dan berharga sebab itu ia tidak menginginkan adanya kesalahan sedikitpun.
Namun ditengah- tengah aktivitasnya itu, sebuah suara tiba- tiba terngiang di kepalanya. Suara itu begitu jelas namun Yuwen yakin tidak pernah mendengarnya atau suaranya tidak familiar.
Awalnya Yuwen berpikir jika itu hanya ilusi dari pikirannya dan tetap meneruskan pekerjaannya itu tapi kemudian suara itu kembali lagi untuk beberapa kalinya dan membuat Yuwen akhirnya waspada.
Tidak mungkin suara yang berulang itu kembali dalam waktu yang tetap dan semakin jelas seolah seorang berada dalam pikirannya. Adapun suara itu berbunyi,
“Pengkhianat bangsa manusia!”
“Manusia kotor yang bersekutu dengan iblis!”
“Membiarkan hal buruk dan pembantaian pada manusia, sungguh kejam!”
“Mati saja kau Bajingan!”
Suara- suara itu terus mengganggu Yuwen membuatnya tidak lagi fokus melakukan pekerjaannya. Ia bahkan memukulkan sebuah permata yang besar ke kepalanya agar tidak mendengar suara itu. Namun tetap saja suara itu terus berdatangan membuat Yuwen hampir menjadi gila.
“Arrgh rasanya saya hampir gila mendengar kalian!” Yuwen meraung keras diruangannya. Ia ingin sekali lagi meraung namun sebuah suara datang dari belakangnya. Instingnya yang kuat segera menyuruhnya untuk melompat kedepan dan berbalik ke belakang.
Betapa kagetnya ia mendapati sosok bayangan samar terbentuk dibelakangnya. Meski tidak jelas namun itu sudah cukup mengungkapkan bentuknya sebagai seorang pria. “Apakah menjadi gila akan membuat lepas dari hukuman dan kebencian bangsa manusia?! Lebih baik kau menebusnya selagi masih hidup agar mereka tidak menaruh kebencian padamu”
“Siapa kau!” Bukannya membalas perkataan bayangan hitam itu, Yuwen malah bertanya dan mengambil senjatanya yang berupa tongkat sihir setinggi bahunya. Ia siap mengirimkan serangan jika bayangan itu mengambil beberapa langkah kedepan.
Namun bayangan hitam itu bahkan tetap tenang berdiri disana, ia melanjutkan perkataannya. “Saya tahu anda dan keluarga Zhen sama sekali tidak menerima keputusan dari pihak istana. Kalian ingin menentang namun tidak bisa karena kekuatan istana dan kerajaan Blue Moon jauh lebih besar dari keluarga Zhen. Sekarang kerajaan bahkan telah mendapatkan dukungannya sekali lagi dengan bangsa iblis membuat kalian semakin tidak berdaya, tapi jika kau berniat untuk kembali berkhianat maka saya bisa membantumu!” bayangan itu berkata.
Yuwen terkejut, “Bagaimana kau bisa mengetahui itu?” Menurut Yuwen, hanya anggota keluarga Zhen yang asli dan dirinya yang mengetahui kontra antara kerajaan dan keluarga Zhen. Orang luar tidak mungkin mengetahuinya.
Bayangan itu hanya tertawa kecil membuat Yuwen melebarkan matanya, ia bukan orang bodoh. Ia menyadari bahwa mungkin saja bayangan itu telah menyusup di keluarga Zhen dan mendapatkan informasi yang ia inginkan. Jika ia bisa berkeliaran bebas di istana kerajaan tidak akan sulit untuk melakukannya di keluarga Zhen.
“Pikirkan baik- baik tentang ini! Saya akan memberimu waktu hingga malam tiba! Jika kau memilih untuk berkhianat maka kau harus mengajak semua orang yang tidak bersalah untuk keluar dari istana sebelum tengah malam dan jika kau memilih untuk tetap di tempatmu maka saya hanya berdoa agar kau tetap selamat!” ucap bayangan itu sebelum menghilang seperti sedia kala.
Wajah Yuwen terlihat begitu dilema, entah mengapa hatinya setuju untuk melakukan pengkhianatan namun disisi lain ia adalah orang yang berintegritas, perbuatan seperti itu tidak ada dalam prinsipnya.
“Saya juga tidak bisa mengatakan hal ini pada yang lainnya! Bayangan itu dapat dengan mudah berkeliaran di sekitar, ia mungkin saja memiliki kekuatan untuk menghancurkan kerajaan Blue Moon!” Hal ini membuat Yuwen sangat tidak nyaman seperti ia memelihara seekor harimau di rumahnya.