To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Penyelamatan



Ia segera mengaktifkan sayap petirnya dan melesat menuju wilayah tengah tempat pasukan Obat Mujarab ditahan oleh 2 sekte besar.


Tetua Huang melihat kepergian Zhen Yuan, ia merasa sangat sedih karena tidak memiliki ketegasan seperti tuannya itu. Sejak diselamatkan oleh Master Dan Jian, tetua Huang dan tetua Kedua telah mendengarkan bagaimana usaha Zhen Yuan demi menyelamatkan mereka. Sebab itu keduanya dengan sangat tulus menjadi pengikut Zhen Yuan di dalam istana.


Kini, Zhen Yuan membutuhkan bantuan mereka, tentu saja keduanya tidak akan tinggal diam. Tetua Huang segera menghubungi tetua kedua dan tetua Qiubai dan menceritakan niat Zhen Yuan.


Kepergian Zhen Yuan segera diketahui oleh para tetua utama dan tetua tinggi. Leng Wuchang tersenyum kecil sementara di sebelahnya Fenglai terlihat sangat puas.


“Haruskah kita mencegah kepergian Zhen Yuan dan ikut memenjarakannya?” seorang tetua utama yang ikut dalam rencana ini bertanya pada Leng Wuchang.


“Tidak perlu!” tetua Fenglai menjawab. “Biarkan dia membantu sekte Obat Mujarab, kita hanya perlu menunggu keluarga Zhen untuk bergerak” lanjutnya.


“Keluarga Zhen pasti akan menepati janjinya dan membiarkan Zhen Yuan untuk tetap hidup dalam siksaan. Ketika kita puas melihatnya tersiksa barulah membuatnya mundur dan meminta resep Pill Esensi Jiwa yang asli dengan menggunakan ancaman nyawa dari tetua Duyao dan yang lainnya”


~~


Pasukan yang dipimpin oleh Master Hayang membawa lebih dari sepuluh ribu kultivator. Mereka terdiri dari puluhan kultivator Jiwa dan sisanya kultivator roh yang kuat. Sejak kemajuan sekte yang dilakukan oleh Zhen Yuan, sekte Obat Mujarab telah memiliki lebih dari 30 kultivator Jiwa yang sebagian besar merupakan anggota dari 5 sekte yang bergabung.


Selama perjalan mereka, tidak satupun hambatan yang menghalangi sampai pada ketika mendekati wilayah Pasir Besi, mereka dihadang oleh 2 pasukan yang sangat besar. Jumlah mereka hampir 10 kali lipat dengan kekuatan yang jauh diatas mereka.


Kedua pasukan itu tidak lain milik Sekte Muara Dalam dan Pedang Petir, kedua sekte itu mengirimkan lebih dari seribu kultivator Jiwa dengan kekuatan terkuat berada pada Jiwa lapisan 9. Pasukan bantuan yang dipimpin oleh Master Hayang tidak berkutik dihadapan jumlah musuh yang besar dan kuat apalagi kekuatan terkuat mereka hanyalah 5 tetua penjaga lapisan 6.


“Saya harap kalian tidak berbuat macam- macam! Kami memiliki perlindungan istana pusat” Master Hayang mencoba bersikap tegas, walau kekuatan  musuh lebih kuat namun mereka tidak takut.


“Huh! Hanya seorang kultivator lapisan 3 berani berkata seperti itu pada kami” Salah satu dari kultivator jiwa puncak disana mendengus dingin, tekanan yang kuat menimpa master Hayang dan membuatnya jatuh tersungkur. “Kau pantas mendapatkannya!”


Master Hayang segera berdiri dibantu oleh para tetua yang lain. “Master Zhen tidak akan membiarkan kalian hidup tenang setelah mendengar semua ini!”


Master Hayang dan yang lainnya tidak mengetahui tentang keadaan Zhen Yuan merasa terkejut. Mereka mengira jika Zhen Yuan akan mendapatkan perlakuan yang baik mengingat bakat dan keterampilannya, tapi ternyata itu berbanding terbalik.


Meski begitu, ia tidak gentar sama sekali, “Saya akan memperingatkan anda sekali lagi, biarkan kami lewat maka masalah ini tidak akan menjadi masalah besar di masa depan”


Kedua tetua itu terkejut melihat keberanian dari master Hayang dan pasukannya. Walau kekuatan mereka besar, namun menghadapi orang- orang seperti master Hayang yang sepertinya tidak takut mati adalah hal yang merepotkan.


Keduanya saling melirik satu sama lain, sebelum menerjang kearah pasukan Master Hayang. Melihat pihak lawan telah bergerak, master Hayang tidak ragu untuk membela diri. Ia memerintahkan pasukannya untuk bersatu dan melawan musuh.


Pasukan dari devisi Bulan Abadi menjadi yang pertama kali maju, devisi itu dipimpin oleh 3 orang wanita cantik. Masing- masing dari mereka memiliki kecantikan alam yang membuat sebagian besar wanita akan pudar jika berdampingan dengan mereka.


Diantara ketiganya, terdapat wanita yang paling tua dengan kekuatan Jiwa lapisan 3 seperti Master Hayang. Ia tidak lain adalah Grand Elder Mei yang dulu menjadi salah satu grand elder yang hadir di upacara tetua muda.


Kekuatan Grand Elder Mei kini berkembang sangat pesat, ditangannya kini muncul beberapa mawar merah lengkap dengan durinya yang tajam. “Jeratan Mawar Berduri!” teriak grand Elder Mei yang kemudian batang dari mawar itu mulai memanjang membentuk sebuah rantai rotan yang sangat tebal.


“Huh!” Tetua Pedang Petir mendengus, ia menggunakan jurusnya berupa 3 pedang petir yang menyerang secara berturut- turut dan memotong rantai rotan grand elder Mei dengan sangat mudah.


“Hongyun, sekarang!” Grand Elder Mei memberikan aba- aba.


Wanita cantik berpakaian merah yang kini maju. Ia merentangkan tangannya yang kemudian beberapa bola api yang cukup besar muncul dari ruang hampa. Kekuatan wanita cantik itu mencapai ranah jiwa lapisan awal.


Bola api itu diarahkan kearah potongan rotan grand Elder yang kemudian dengan mudah membakarnya dan menambah energi panas disekitar. Kedua tetua itu terkejut, nyatanya kedua wanita itu memanfaatkan dirinya untuk menghancurkan rotan itu lalu yang lainnya membakar rotan.


Api yang tinggi terbentuk melingkar di depan para tetua, menghalangi jalan mereka. Belum sempat keduanya ingin memadamkan api yang ada, wanita terakhir telah maju dan memberikan serangannya.