
Tidak lama setelah patriark Duchong berkata, sinar terang menerangi altar dan memunculkan Zhen Yuan disana. Tapi setelah itu kelima pilar yang mengelilingi altar seketika hancur lebur bersama dengan altar yang berada ditengah. Zhen Yuan telah lama pergi dari sana menggunakan gerakkan Neteer Mendalam.
“TIDAAAK! ALTARNYA HANCUR!” Patriark Duchong berteriak panik. Ia langsung menyerbu altar yang telah hancur dan berusaha untuk memperbaikinya.
“Patriark Du, anda tidak perlu memperbaikinya. Altar itu sudah tidak berguna” ucap Zhen Yuan menghentikannya.
“Apa maksudnya itu?”
“Saya telah berhasil mendapatkan pengakuan dari penguasa alam kecil itu dan menjadikan saya sebagai pemiliknya sekarang. Karena telah berganti pemilik maka altar itu telah kehilangan kegunaan dan hancur.”
“Apa?!” tapi patriark Duchong, guru Xi dan Du Lian terkejut dengan mulut terbuka mendengarnya.
Zhen Yuan tidak ingin menjelaskan mereka secara rinci, pandangannya tertuju pada Du Lian. “Saya sedikit kecewa pada anda, tapi jika bukan karena tindakan anda memanggil saya maka menaklukkan alam kecil ini tidak akan begitu cepat, saya anggap ini impas.”
Kemudian ia melihat guru Xi dan patriark Duchong, “Saya tahu bahwa Du Lian telah menceritakan semuanya yang terjadi, sebab itu saya tidak akan bertele- tele. Ketika hari turnamen alkemi tiba, anda bisa mengutus perwakilan untuk menemui saya, saat itu saya akan memberikan anda ganti rugi dari semua kerugian yang ada, termasuk dengan teknik dan alam kecil yang kini telah menjadi milik saya”
Karena sudah mengetahui jalan keluar dari sekte Serangga Beracun, Zhen Yuan tidak tinggal lama disana. Ia segera kembali menuju kota Bintang Merah.
Perjalanan menuju Bintang Merah dimanfaatkan oleh Zhen Yuan untuk terus menguasai teknik Pengendalian Serangga Surgawi yang menurutnya sangat menarik. Sampai kemudian ia tiba di penginapan Pill Merah dan bertemu dengan Chun Jian dan yang lainnya.
“Master Zhen, apakah anda berhasil mendapatkan bantuan dari sekte Xi Xian?” Botak Kun bertanya.
“Ya, kalian tidak perlu khawatir untuk saat ini. Prioritas utama kita adalah memenangkan tempat 30 besar agar dapat memiliki pegangan pada istana Pusat. Walau nantinya kita memiliki kekuatan yang mampu mengahdapi sekte besar sekalipun, akan sangat baik jika kita menyelesaikannya dengan cara baik- baik. Saya yakin, istana pusat akan membantu setelah kita menjadi bagian dari mereka” ucap Zhen Yuan.
Chun Jian dan yang lainnya hanya saling berpandangan sebelum tersenyum kecut. Mereka semua tahu bahwa peluang mendapatkan tempat 30 besar sangat mustahil bagi mereka. Chun Jian seperti ingin mengatakan sesuatu namun Putri Embert menahannya.
Sebenarnya Chun Jian ingin mengatakan jika mereka telah mendapatkan informasi tentang peserta teratas yang diramalkan akan memasuki 100 besar hingga 10 besar dari turnamen pill itu kemarin.
Dari beberapa peserta teratas, terdapat puluhan nama master pill yang berasal dari 10 klan utama dan beberapa sekte besar di 3 kerajaan. Mereka semua memiliki ketenaran karena keterampilan mereka membuat pill dianggap teratas oleh istana pusat sekalipun.
“Baik putri, kalau begitu kita tidak akan memberitahukan master Zhen tentang hal ini” Sebagai perdana mentri ia memahami maksud dari Putri Embert, sebab itu Chun Jian langsung saja menyetujuinya tanpa pikir panjang.
Karena Zhen Yuan telah tiba, maka tidak ada gunanya bagi mereka untuk tetap menunggu disana. Tapi tepat ketika mereka ingin kembali, sebuah rombongan dengan pakaian yang sama memasuki penginapan Pill Merah. Disusul dengan rombongan lainnya yang juga memiliki pakaian yang seragam.
Kedua rombongan itu tiba bersamaan dan saling berbicara sebelum melihat Chun Jian dan anggota kerajaan Musim Semi yang juga ada disana.
“Hei, siapa yang akan mengira jika kerajaan Musim Semi akan begitu percaya diri karena hanya mengirim dirimu untuk mengawal bakat nomor satu mereka, Putri Embert di turnamen pill ini” Seorang dengan seragam bercorak 3 awan berkata dengan sangat menghina.
“Chun Jian, sepertinya ratu Musim Semi anda sangat kerepotan dalam menjaga perbatas. Sungguh sangat membosankan” seorang pria tua yang memiliki seragam berwarna merah lengkap dengan jubah berwarna putih ikut berbicara.
Tangan Chun Jian terkepal erat mendengar ucapan keduanya. Kedua kelompok itu tidak lain adalah kerajaan Angin Panas dan Tiga Awan. Dua orang yang menghina Chun Jian juga merupakan Perdana Mentri dari kedua kerajaan yang bermusuhan dengan kerajaan Musim Semi.
“Lalu mengapa jika hanya saya yang mengantar putri Embert? Itu sudah cukup bahkan untuk melumpuhkan kalian sekalipun” Chun Jian membalas. Dulu ia memang memiliki kekuatan yang sedikit lebih kuat dari keduanya, sebab itu mereka berdua selalu bergabung untuk menekannya.
Tapi sekarang berbeda, Chun Jian bahkan percaya diri untuk berhadapan dengan Raja Angin Panas, sebab itu ia tidak lagi takut untuk membalas hinaan dan cacian keduanya.
Putri Embert memperhatikannya dengan seksama, ia tidak memiliki niat untuk menghalangi perdana mentri Chun Jian kali ini.
Perdana mentri kerajaan Tiga Awan dan Angin Panas terkejut melihat Chun Jian yang terlihat percaya diri menghadapi keduanya. Tapi mereka skeptis jika Chun Jian telah bertambah kuat dari terakhir kali mereka bertemu. Sebab itu mereka masih percaya jika kekuatan gabungan keduanya masih akan membuat Chun Jian kalah.