To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Pengorbanan



Zhen Yuan berpikir jika kecepatannya sudah sangat maksimal namun ketika ia tiba di sekte Obat Mujarab, ketua Sekte mengatakan jika pasukan bantuan yang dipimpin oleh master Hayang dan yang lainnya telah berangkat lebih dari beberapa hari yang lalu.


Itu artinya mereka mungkin telah memasuki kerajaan Pasir Besi atau mungkin berada di dekat perbatasan antara dua kerajaan.


“Kedua sekte itu tidak mungkin membiarkan mereka memasuki kerajaan Pasir Besi yang artinya mereka akan menunggu disekitar perbatasan!” Zhen Yuan menjadi lebih cemas, ia buru- buru melanjutkan penerbangannya menuju perbatasan kerajaan.


Namun dari jarak 30 kilometer dari perbatasan, Zhen Yuan melihat bekas pertempuran yang hebat disana. Karena curiga, ia turun dan memeriksa tempat itu.


Darah yang telah mengering, senjata yang patah serta mayat- mayat yang tidak lagi dapat diketahui bentuknya telah hancur akibat dimakan oleh burung pemakan bangkai.


Mata Zhen Yuan melebar dengan penuh kejutan ketika melihat pakaian yang dipakai oleh mayat- mayat itu berasal dari sekte Pedang Petir dan Muara Dalam serta yang paling mencolok adalah pakaian dari sekte Obat Mujarab.


Zhen Yuan sadar bahwa ia sudah terlambat untuk menyelamatkan mereka semua. Kedua sekte besar telah bergerak dan menghalangi pasukan Obat Mujarab dan bahkan membantai mereka.


Pemuda itu mencoba untuk menelusuri seluruh medan pertempuran, berharap menemukan satu atau dua petunjuk. Dari perkataan ketua sekte, Master Hayang memimpin pasukan bantuan bersama dengan teman- teman yang ia kenal.


Di kehidupannya kali ini, ia telah menjalin beberapa hubungan pertemanan, contohnya saja Gou Shan dan yang lainnya. Zhen Yuan akan sangat sedih jika mereka semua meninggal.


Tepat di tengah area pertempuran, Zhen Yuan melihat beberapa mayat tergeletak dengan beberapa bagian tubuh yang hancur seperti terkena ledakan. Untungnya mereka semua memakai pakaian sekte Pedang Petir dan Muara Dalam.


Namun ketika mata Zhen Yuan kembali menelusuri daerah tersebut, ia menemukan 4 mayat yang diikat menjadi satu dengan posisi melingkar. Anehnya keempat mayat itu memiliki 4 token yang berbeda- beda. Walau keadaan mereka sangat hancur dan tidak bisa dikenali, Zhen Yuan dapat mengetahui token yang mereka miliki.


Token tersebut adalah yang dibuat khusus oleh sekte Obat Mujarab untuk menunjukkan identitas seorang master dan Grand Elder. Tiga token grand elder dan satu token master. Zhen Yuan seketika jatuh terduduk dengan tangan gemetar mengambil keempat token tersebut.


Ketua sekte mengatakan bahwa selain Master Hayang, ada 4 grand elder menemaninya. Mereka adalah grand elder Mei, Biksu Aswin, Iblis Bertanduk, dan grand elder Sekte Raja Senjata.


Ia mengambil keempat token tersebut lalu menggunakan badai petir menghancurkan area pertempuran itu menjadi debu. Kini tidak ada lagi sisa dari pertempuran, yang ada hanyalah kawah yang dalam dengan luas hampir 500 meter.


“Kawah ini akan dinamakan sebagai Kawah Pengorbanan!” Suara yang menggelegar terdengar dipenuhi dengan kemarahan. Zhen Yuan melanjutkan perjalanannya menuju kerajaan Pasir Besi.


Sedikit ia mendapatkan petunjuk jika ada beberapa pasukan Obat Mujarab yang berhasil melarikan diri. Sebab ia tidak menemukan token dari biksu Aswin yang bisa jadi adalah pemimpin dari pasukan itu saat ini.


Zhen Yuan berharap orang- orang yang ia kenal juga masih selamat dan termasuk ke dalam kelompok tersebut.


~~


Biksu Aswin berhasil membawa pasukannya menuju sekte Serangga Beracun. Walau sisa pasukannya hanya berjumlah kurang dari seribu namun mereka semua adalah kultivator yang kuat dan mampu menangani 2 hingga 3 lawan dalam waktu yang bersamaan.


Guru Xian datang dan menyambut biksu Aswin. Kekuatan guru Xian telah mencapai lapisan 5 namun tetap memandang biksu Aswin dengan hormat, bagaimanapun tekanan yang diberikan oleh biksu itu telah membuat guru Xian ketakutan.


“Saya telah mendengar jika Biksu Aswin dan yang lainnya menjalani perjalanan yang sulit untuk sampai kemari! Saya turut prihatin sekaligus berterimakasih”


Patriark Duchong juga datang dan menyambut biksu Aswin dan yang lainnya. Dibelakangnya seorang wanita muda mengikuti dengan langkah halus dan pelan. Kecantikan wanita itu tidak kalah dengan Qing Hongyun dan Putri Yewan walau warna rambut dan pupil matanya yang menghijau. ‘


Yewan Er, Qing Hongyun dan beberapa mantan tetua muda segera mengenali wanita yang berada dibelakang patriark Duchong. Mereka semua sangat terkejut mendapati wanita itu tidak lain adalah Du Lian yang beberapa tahun belakangan ini menghilang. Rupanya ia berada di sekte Serangga Beracun dan menjadi murid patriark Duchong.


“Du Lian memberi hormat pada Biksu Aswin dan para tetua muda” Du Lian maju dan menyapa. Ia sedikit tidak dingin pada mereka berbeda dengan beberapa tahun yang lalu.


Biksu Aswin mengangguk sementara Darma dan yang lainnya balas menjawab sapaan.