
Shen Dao melemparkan sebuah gulungan yang berisi formasi kelas 6 dari tas penyimpanan yang diberikan putrinya, Shen Yide. Gulungan itu segera meledak membentuk sebuah jaring kasat mata dan membungkus 10 sinar laser.
Kali ini wajah tetua pertama menjadi berubah ketika melihat sinar laser telah diperkuat dengan formasi. Ia tidak lagi bertindak gegabah menghadapi sinar- sinar laser milik Shen Dao. Memanfaatkan hal itu, Li Ahyi segera menegak sebutir pill Cedera Emas untuk meredakan sakit yang ia rasakan.
“Sampai kapan formasi itu akan bertahan?” Li ahyi bertanya ketika ia melihat iblis pertama melakukan serangan yang kuat untuk menghancurkan formasi. Sayangnya perbuatannya itu sia- sia sebab sinar laser Shen Dao nampaknya telah menjadi sangat kuat setelah bergabung dengan formasi.
Shen Dao menggeleng, “Jika kekuatan iblis itu tidak kuat maka itu akan bertahan sekitar dua hingga tiga jam. Namun iblis ini sangat kuat, saya takut formasi itu tidak akan bertahan hingga sepuluh menit”
Li Ahyi terkejut, “Secepat itu? Bagaimana bisa?”
Shen Dao kemudian menjelaskan bahwa formasi yang digunakannya bukanlah dibuat oleh master kelas 6 yang ahli seperti gurunya melainkan itu dibuat oleh penjaga Black Crow dari keluarga Feng. Walau Black Crow juga merupakan master formasi kelas 6 namun ia belum mencapai ranah Mortal sehingga kekuatan formasinya cenderung tidak stabil dan lemah.
Adapun Shen Dao, ia membelinya dari Black Crow karena efeknya sangat cocok digunakan bersamaan dengan 10 sinar laser yang ia miliki.
“Padahal saya ingin memakainya ketika berperang melawan kerajaan Blue Moon.” Shen Dao mendesah memikirkan kerugiannya.
“Sekarang kita bantu yang lain dan habisi semua iblis yang masih tersisa” Shen Dao kemudian melesat cepat menuju iblis terdekat dengannya.
Li Ahyi akhirnya mengikuti dari belakang, gabungnya mereka berdua dalam pertarungan itu membuat bangsa iblis semakin terpojok. Perbedaan jumlah dan kekuatan semakin nyata ketika Li Ahyi maupun Shen Dao masing- masing membunuh dua iblis. Sampai akhirnya seluruh iblis yang tersisa tewas di tangan pasukan Shen Dao hanya dalam waktu 10 menit.
Tepat ketika mereka berkumpul kembali, ledakan yang besar terjadi. Ledakan itu ternyata berasal dari Iblis yang berjalan keluar formasi dan sinar laser yang telah hancur. Shen Dao memasang wajah siap untuk kembali bertarung melihat tetua pertama dari bangsa iblis mendekati pasukannya.
Para kultivator Mortal lainnya segera menghindar ketika pukulan sang iblis tertuju padanya. Ia tidak ingin meledak seperti yang pertama. Tetua itu melompat keatas lalu memakai tongkatnya sebagai senjata untuk tetap menahan keseimbangannya.
Tapi getaran aneh menyelimuti tongkatnya, yang kemudian bergoyang keras dan membuat kultivator Mortal itu tidak stabil. Saat itu salah satu energi kuat dari pukulan sang iblis berhasil mengenainya dan membuat tetua itu terbang sejauh ratusan meter. Entah tetua itu tewas atau tidak, tidak ada yang pergi memeriksanya karena iblis pertama tidak berhenti menyerang mereka.
Satu berhadapan dengan sepuluh orang, sekilas pertarungan itu akan sangat tidak adil bagi tetua pertama. Tapi bukannya terpojok atau kalah, tetua pertama bahkan mendapatkan keunggulan dan berhasil membuat kerajaan Shen salah langkah.
“Tidak!” Shen Dao terjatuh setelah menerima serangan dari sang iblis secara langsung. Awalnya serangan itu ditujukan pada gurunya, tapi Shen Dao dengan cepat berdiri dihadapan gurunya dan membuat dirinya yang mendapatkan serangan tersebut.
Wajah Shen Dao memucat ketika ia merasakan banyaknya pembuluh darah yang mengantarkan darahnya dari jantung pecah. Serta seluruh tulang rusuknya patah, orang tidak akan bisa membayangkan betapa tersiksanya Shen Dao.
Setelah Shen Dao jatuh, semakin banyak kultivator Mortal dari 3 keluarga dan kerajaan Shen yang ikut terkena serangan iblis pertama. Bahkan dua diantarannya seketika tewas setelah terkena tinju dan tendangan dari tetua pertama.
“Apa yang harus kita lakukan? Iblis itu terlalu kuat!” Patriark Duan memegangi lengannya yang patah, ia bertanya pada Li Ahyi dan kultivator Mortal lainnya.
Namun tidak ada seorangpun yang bisa menjawabnya saat ini. Mereka juga memiliki pertanyaan yang sama sedangkan orang yang dapat mengambil keputusan saat ini tengah terbaring lemah.
Tetua pertama menatap mereka semua, lalu dengan malas berkata. “Sekarang nikmatilah waktu kalian di neraka!”
Tetua Pertama menyerang mereka sekali lagi. Kali ini para kultivator Mortal yang tersisa tidak lagi berdaya ketika tetua pertama melemparkan serangannya. Bahkan tetua pertama juga berhasil membunuh yang mulia keempat istana formasi.