
“Tuan telah memerintahkan untuk menggunakan kekuatan racun yang ada ditubuhnya bersama dengan racun Lotus Mortal yang anda miliki untuk memusnahkan kerajaan Blue Moon!” Sosok itu berbisik.
Du Lian kali ini terkejut, ia tidak mengira jika Zhen Yuan akan berencana menghancurkan kerajaan Blue Moon. Menghancurkan kerajaan Besar akan menimbulkan kegemparan publik yang besar, bahkan 3 istana pusat akan ikut campur dengan alasan keselamatan banyak orang.
“Kerajaan Blue Moon telah berkolusi dengan bangsa iblis! Mereka juga penyebab datangnya krisis di dua kerajaan besar lainnya. Tuan hanya ingin kerajaan Blue Moon beserta para petingginya terbunuh karena hanya mereka yang terlibat dalam kolusi.” Setelah mengatakan itu, sosok gelap itu menghilang dan meninggalkan sebuah botol kaca berukuran sedang di tangan Du Lian.
Di dalamnya terdapat cairan hitam pekat dengan sedikit gelembung- gelembung merah. Du Lian segera memasukkan botol kaca itu kedalam jubahnya dan kembali bergerak menjauh.
“Kita bergerak menuju keraajaan Blue Moon!” ucap Du Lian kepada ketiga tetua.
Karena ketiganya tidak mendengrkan percakapan Du Lian, membuat mereka bertanya- tanya apa yang di dapatkan sosok itu. Tentu saja Du Lian dengan bijak menceritakan semua yang terjadi membuat wajah ketiga tetua tersebut terkejut.
“Lalu dimana tuan?” Tetua Bai bertanya, ia pikir Zhen Yuan akan menemui mereka disana.
“Saya tidak tahu” jawab Du Lian singkat.
Mereka bergerak dengan cepat diantara banyaknya orang- orang yang menikmati festival lampion. Tapi malam semakin larut dan jalan semakin ramai oleh orang- orang yang lalu lalang.
Ketika mereka hampir mencapai gerbang kota, sebuah tekanan datang dan melapisi seluruh kota. Walau mereka tidak memberikan rasa sakit ataupun hal yang buruk namun itu cukup menarik semua perhatian.
Du Lian mengerutkan keningnya, sementara tetua Bai mengatakan jika itu tanda bahwa acara utama dari malam lampion telah dimulai. Acara utama itu tidak lain adalah parade dari pangeran pertama, Zhen Tian dan beberapa pejabat kerajaan.
Keempatnya terpaksa berhenti bergerak untuk menghindari kecurigaan dan perhatian dari parade pengeran pertama.
“Apakah pangeran Zhen Tian juga termasuk dalam daftar orang- orang yang harus dimusnahkan?” tetua Kedua bertanya pada Du Lian.
Du Lian juga baru menyadari jika parade dari pangeran kedua adalah anggota istana. Yang mana seluruh pejabat dan anggota istana dalam perkataan sosok itu harus dibunuh! Pangeran Zhen Tian juga berarti harus dibunuh beserta kelompok paradenya.
“Tapi bagaimana kita membunuh pangeran Zhen Tian? Disini banyak orang dan akan banyak saksi jika kita melakukannya” tetua kedua segera mengalihkan topik agar tidak disalahkan.
Du Lian juga mengetahui situasinya akan beresiko jika melakukannya disini. Terlebih parade dari pangeran Zhen Tian bukanlah orang yang lemah. Selain dari pangeran Zhen Tian yang telah mencapai ranah jiwa lapisan ke 5, ada juga lima orang pengawal pribadinya yang memiliki kekuatan jiwa puncak.
Selain itu pejabat istana tidak lemah, diantara mereka yang terlemah mungkin berada di lapisan ke 4 ranah jiwa dan yang terkuat seorang kultivator Mortal sejati. Total dari mereka semua ditambah dengan pengawal pribadi pangeran tidak lebih dari 20 orang. Du Lian ataupun ketiga tetua dapat membunuh mereka dengan mudah. Tapi seperti yang dikhawatirkan, tempat itu terlalu ramai dan mereka tidak dapat langsung menyerang.
“Kita tidak bisa menunggu sampai parade berakhir sebab pihak istana akan mengirimkan pengawal yang lebih kuat saat itu. Saat ini adalah yang paling tepat namun juga paling beresiko. Kita harus memiliki cara mengalihkan perhatian semua orang” Tetua Bai yang menyarankan.
Tetua Bai mengusulkan untuk dirinya menggunakan kekuatan ilusi untuk semua orang. Segera semua orang yang pada dasarnya jauh lebih lemah dari tetua Bai memasuki ilusinya dan dibuat tak sadar. Sementara yang tersisa hanyalah rombongan parade pangeran Zhen Tian.
Pangeran Zhen Tian sangat bingung melihat orang- orang yang awalnya berkerumun di dekat parade kini secara bersamaan pergi meninggalkan mereka. Belum sempat Zhen Tian menyadari situasinya, Du Lian dan ketiga tetua telah muncul.
Kemunculan Du Lian dan yang lainnya membuat para pengawal dan pejabat istana mulai mengelilingi pangeran Zhen Tian, berusaha untuk melindunginya.
“Siapa kalian?!” Salah satu pejabat tinggi istana yang kebetulan memiliki kekuatan ranah Mortal Sejati berinisiatif untuk bertanya, tidak lupa ia mengirimkan tekanan auranya kepada Du Lian dan ketiga tetua.
Sayang sekali, maksud hati ingin menggertak malah Du Lian terlihat biasa- biasa saja menerima tekanan tersebut. Wajah dari pejabat itu segera menegang menyadari jika keempatnya mungkin tidak lebih lemah darinya.
“Identitas kami tidak penting, yang perlu kalian ketahui adalah kami telah mengetahui semua kebusukan yang kalian miliki. Bekerja sama dengan bangsa iblis dibelakang layar? Hmph! Hanya keluarga Zhen yang tega melakukan hal tersebut pada bangsa manusia!” Tetua Huang berkata.
Mendengar perkataan tetua Huang, wajah Zhen Tian dan seluruh pejabat tinggi istana menegang. Mereka saling menatap satu sama lain, dari tatapan mereka jelas bahwa mereka ingin mengetahui siapa yang telah membocorkan hal tersebut.
“Maksud kalian apa? Bekerja sama dengan bangsa iblis? Mustahil!” Pangeran Zhen Tian memiliki beberapa pengalaman, segera tenang dan mencoba untuk menyangkal.
“Kalian masih ingin menyangkalnya bahkan jika kami telah menemukan buktinya!” Cibir Du Lian.