To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Pembuktian



Setengah jam kemudian, kuali Zhen Yuan bergetar hebat menandakan ia hampir berhasil menghasilkan pill Esensi Jiwa. Para master bahkan patriark Yiqian sekalipun akan memberi kesempatan Zhen Yuan untuk fokus, tidak ada yang berbicara sampai kuali pill itu berhenti bergetar.


Zhen Yuan tersenyum tipis, sambil mengelap keringat yang membahasi dahinya. Ia mengambil sesuatu di dalam kuali lalu mengambil botol pill kosong yang tersedia di meja. Dengan gerakan yang cepat, Zhen Yuan menyimpan sebutir pill Esensi Jiwa di dalam botol pill itu lalu meletakkannya diatas meja.


“Ini dia!” Zhen Yuan tersenyum puas, sementara para master termasuk Dan Jian melangkah maju ingin melihat lebih dekat dengan pill yang dihasilkan oleh Zhen Yuan.


Pill tersebut lebih kecil dari sebuah kelereng dengan warna seputih susu, yang dilingkari oleh 2 cincin berwarna. Sekilas mereka semua tahu bahwa itu adalah pill kelas 7 dengan kualitas menengah. Tapi mereka tidak bisa mengidentifikasi apakah itu benar- benar pill Esensi Jiwa.


Master Dan Jian mengambil botol pill dan melihatnya sangat dekat. Perlu 10 nafas baginya untuk kembali meletakkan pill tersebut diatas meja lalu melirik Zhen Yuan.


“Bagaimana anda yakin jika pill yang anda murnikan itu adalah Pill Esensi Jiwa?” Master Dan Jian terdengar sedikit sopan kali ini.


“Istana Pusat pasti memiliki catatan kuno mengenai pill Esensi Jiwa ini bukan?” jawab Zhen Yuan.


“Kami memang memilikinya dan ciri- cirinya sama. Tapi kami masih kurang yakin dengan kemampuanmu” bantah master Dan Jian.


Zhen Yuan menaikkan alisnya, ia mengetahui plot yang dibuat oleh Dan Jian. “Saya tidak keberatan untuk memberikan pill ini pada Istana Pusat untuk diuji khasiatnya. Lagipula bahan untuk membuatnya berasal dari sana juga jika itu benar adalah pill Esensi Jiwa, saya akan menjadi master alkemis tingkat tinggi di istana pusat yang akan sedikit membuat kontribusi awal”


“Bagus!” Dan Jian mengangguk puas. Ia mengambil pill tersebut lalu memberikannya pada tetua yang berbisik di belakangnya.


“Minum ini! Jika benar itu adalah pill Esensi Jiwa maka kau akan menjadi kultivator Mortal dengan mudah” Dan Jian memberikan pill tersebut pada ketiganya.


Ketiga tetua itu saling berpandangan, meski mereka tergiur dengan manfaatnya tapi mereka tidak yakin jika pill itu adalah Esensi Jiwa. Jika itu benar maka mereka akan sangat beruntung tapi jika itu salah maka kondisi terburuk akan menimpa mereka.


“Master Dan Jian, jika pill ini salah dan saya menerima kondisi terburuknya, tolong rawat beberapa keluarga saya.” tetua yang meminumnya tidak lain adalah yang memperhatikan keluarga Xiao dari awal.


Ia bertaruh meminum pill tersebut ketika melihat tingkah Xiao Ning yang sangat tenang dan percaya diri ketika melihat pill yang dimurnikan oleh Zhen Yuan.


Tetua tersebut lalu duduk bersilah dan mulai mencerna energi yang melebur di dalam tubuhnya. Selama lima belas menit tidak terjadi perubahan apapun pada tetua tersebut tapi ketika menyentuh 30 menit, energi dalam jumlah besar keluar dari tubuh sang tetua.


Master Dan Jian dan Xiao Boyun tercengang mendapati perubahan energi sang tetua. Meski belum mencapai ranah Mortal, tapi keduanya dapat memastikan bahwa tetua tersebut akan segera menerobos menjadi kultivator Mortal dalam waktu dekat.


Setelah itu wajah sang tetua menjadi cerah, ia membuka matanya dengan senyuma lebar. “Hahaha.... Ini hebat! Saya bisa merasakan ambang terobosan dari sekarang. Pill ini memang Esensi Jiwa, master Zhen Yuan berhasil memurnikannya”


Para master tercengang mendengarnya, sedangkan dua tetua lainnya menatap iri karena merasa telah membuang kesempatan emas.


“Master, pill yang dimurnikan oleh master Zhen Yuan adalah benar! Ia berhasil memurnikannya” Tetua itu merasa senang sehingga lupa jika ia telah mengatakan kalimat yang sama sebelumnya.


Zhen Yuan tersenyum tipis, ia duduk dengan elegan di kursinya menunggu reaksi master Dan Jian.  Ia yakin master Dan Jian tidak akan melanggar janjinya.


Benar saja, master Dan Jian tersenyum lebar pada Zhen Yuan. “Master Zhen, kau membuatku kagum dengan kemampuanmu! Seperti yang saya janjikan sebelumnya, anda berhak tidak mengikuti kompetisi selanjutnya sampai pada babak final.” ucap Master Dan Jian sambil melemparkan lencana tetua istana Pusat.


Zhen Yuan mengambilnya dengan senang hati, lalu menyimpan lencana tersebut ke dalam tas penyimpanan. Ia telah resmi menjadi bagian dari istana pusat, sesuai dengan rencananya. Selain itu, sepertinya master Dan Jian sangat tertarik dengannya.


“Baiklah, saya pikir kompetisi ketiga akan segera dimulai. Saya akan menyingkir terlebih dahulu memberikan kesempatan untuk para master bertanding” ucap Zhen Yuan sambil meninggalkan tempat pertandingan.