
“Apa maksudnya ini?” Zhen Yuan mengangkat alisnya menatap kelimanya dengan tidak senang.
“Master Zhen, anda lebih baik mundur dari posisi tetua tinggi saat ini dan membiarkan tuan muda kami mengambil posisi anda!” ucap salah seorang dari tetua tersebut.
Perlu diketahui bahwa selain dari para tetua utama dan yang mulia, hanya tetua tinggi yang jumlahnya terbatas 100 orang. Sebab itu, tidak seorangpun dapat menjadi tetua tinggi dengan mudah walau mereka telah mencapai kelas 7.
Sesuai adat istana pusat, ketika seorang tetua ingin menjadi tetua tinggi maka yang pertama mereka harus menjadi tetua tetap lalu menantang seorang tetua tinggi untuk beradu alkimia. Jika ia menang maka posisi dari tetua tinggi akan direbut olehnya. Ini jugalah yang membuat Shu Lian dan Botak Kun tidak berniat untuk mengambil posisi tetua Tinggi.
“Tuan muda kalian?” Zhen Yuan bingung.
“Tuan kami adalah tetua Fenglei, tetua tinggi rangking 30. Sedangkan tuan muda kami adalah Tyrant, tetua tetap ke 5”
Zhen Yuan mengangguk, “Jadi tuan mudamu sangat percaya diri merasa alkimia yang kumiliki lebih rendah darinya?”
Kelima tetua itu mengganggu, “Master Zhen, lebih baik anda mundur secara terhormat daripada tuan muda kami mempermalukan anda”
“Lalu saya akan menunggu itu terjadi” Zhen Yuan berjalan maju meninggalkan kelimanya.
Kelima tetua itu sangat marah melihat perlakukan Zhen Yuan pada mereka. Sama seperti yang lain, banyak tetua di istana pusat tidak puas dengan Zhen Yuan, termasuk kelimanya. Mereka berpikir jika Zhen Yuan dapat mencapai posisinya saat ini karena ia beruntung memiliki resep pill Esensi Jiwa. Jika tidak mungkin ia tidak akan pernah menyentuh babak 10 besar sekalipun.
Zhen Yuan sama sekali tidak peduli dengan pendapat mereka, baginya menjadi tetua tinggi hanya untuk melindungi sekte Obat Mujarab dan Serangga Beracun. Jika perlu ia tidak akan menjadi anggota istana pusat seperti sekarang ini.
Di dalam paviliun, Zhen Yuan berpapasan dengan banyak tetua tinggi. Masing- masing dari mereka memandangnya sinis dan tidak suka. Kabar mengenai Zhen Yuan menolak permintaan mereka pasti telah tersebar dan membuat kebencian mereka pada pemuda itu semakin besar.
“Saya tidak suka dengan tatapan seperti itu!” Zhen Yuan merasakan tatapan membunuh dari salah satu tetua tinggi disana.
Zhen Yuan yang sudah sangat jengkel tidak lagi memperdulikannya, dengan gerakannya yang sangat cepat ia telah berpindah tepat di depan orang itu. Wajah tetua itu terkejut mendapati gerakan Zhen Yuan yang sangat cepat, belum sempat ia mengatakan apapun, rasa sakit yang hebat terasa di kedua matanya.
Ia dengan cepat memeriksa kedua matanya itu dengan telapak tangan sementara terus menahan rasa sakit yang ia rasakan.
Telapak tangannya menyentuh kelopak mata yang kini sudah berceceran darah. Merasakan kedua matanya basah, tetua itu sadar jika Zhen Yuan telah melukainya.
Tetua lainnya yang berada di dalam paviliun tercengang dengan sikap Zhen Yuan. Mereka melihat Zhen Yuan mencongkel kedua bola mata tetua tersebut lalu menyerapnya dengan cara yang aneh membuat para tetua yang melihatnya merinding ketakutan.
“Arrrkh, Zhen Yuan! Kau melukai kedua mataku” tetua itu berteriak marah pada Zhen Yuan.
Zhen Yuan mengayunkan tangannya sekali lagi, mematahkan kedua tangan sang tetua lalu berkata, “Saya tidak suka seseorang berteriak di depanku! Ini adalah pelajaran yang saya berikan padamu. Ingat posisimu dimasa depan!”
Tetua itu merinding ketakutan merasakan tekanan jiwa yang sangat kuat dari Zhen Yuan. Ia sangat menyesal telah meremehkan pemuda itu. Tapi ia juga tidak terima Zhen Yuan melukai kedua mata dan mematahkan seluruh tangannya.
“Zhen Yuan! kau sungguh berani! lihat saja saya akan memberitahukan hal ini pada saudaraku dan memberimu pelajaran yang jauh lebih kejam daripada ini” tetua itu memanggil bawahannya dan meminta mereka untuk menuntunnya pergi.
Tetua menggeleng pelan, mereka tahu bahwa Zhen Yuan akan mendapatkan nasib buruk dimasa depan. Tetua yang dilukai oleh Zhen Yuan adalah tetua rangking 76, rangking seperti itu walau bukanlah teratas namun juga tidak terlalu dibawah. Ia memiliki seorang sodara yang juga merupakan tetua tinggi ranking 13. Yang mana merupakan salah satu master hebat diistana pusat.
“Maste Zhen, saya sedikit menghargai anda. Jika tetua itu kembali dan membuat masalah, kau bisa meminta bantuanku” tetua Paviliun sangat ramah, ia melihat semuanya dan tahu jika Zhen Yuan tidak salah.
“Terimakasih tetua!” Zhen Yuan bersyukur, setidaknya masih ada beberapa orang yang berpikiran terbuka. Zhen Yuan dengan cepat memberikan beberapa botol pill buatannya kepada sang tetua.
“Sekitar 100 pill Jiwa kualitas atas dan Cedera Emas untuk kultivator Jiwa” ucap Zhen Yuan memberitahukan isi dari botol pill.