To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Masuk dalam Perangkap



Zhen Yuan telah menyusun siasat untuk membuat pertengkaran antara kekuatan tertinggi karena mereka berniat untuk bersatu melawannya. Dengan provinsi Ujung Pandan sebagai pusatnya, ia akan membuat seolah- olah kabupaten Ujung Pandan menyerang utusan dari Istana formasi sementara istana formasi juga menyerang mereka dan membunuh kubu Andi Luwu’


Dengan ketiga prajurit kematian yang kekuatan mereka dibawah pelatihan yang keras dari Old Kasya membuat kekuatannya yang hanya kultivator Mistik Maju kini hampir sebanding dengan kultivator Mistik Master bahkan jika mereka tidak sebanding, prajurit kematiannya juga tidak akan bisa dibunuh atau ditangkap oleh mereka.


Kubu Andi Luwu’ yang jauh lebih lemah karena hanya memiliki 3 kultivator Mistik Sejati sebagai bawahannya kini diserang oleh dua prajurit kematian sementara dua tetua istana juga diserang oleh prajurit kematian yang tersisa.


Dua tetua Istana yang notabenenya sangat lemah untuk kultivator Mistik Sejati dapat dengan mudah dikalahkan dan dipenjarakan oleh Zhen Yuan di dalam dunia kecilnya. Sementara kekuatan Andi luwu’ sebenarnya berada diatas rata- rata dan mampu menyaingi prajurit kematian.


“Saya bisa membuatnya sebagai bawahan yang cakap lainnya jika ia ingin tunduk dan setia! Menjadi prajurit kematian memang akan membuatnya setara dengan 10 bawahan terkuat dibawah old Kasya dan Pangeran lucifer namun itu akan sia- sia baginya, lebih baik mengembangkannya dengan benar”


Karena tiga prajurit kematian Zhen Yuan telah bergabung, kini Andi Luwu dan tiga bawahannya tidak lagi dapat menahan serangan dari ketiganya.


“Pangeran, anda harus melarikan diri sekarang! Kami akan menggunakan teknik terlarang untuk menahan ketiganya dalam sekejap!” Seorang kultivator Mistik sejati yang menjadi bawahan Andi luwu berkata dengan cemas.


Andi Luwu menggeleng, “Bagaimana saya bisa meninggalkan kalian? Kita akan bertarung bersama!”


“Tidak pangeran, anda harus selamat! Garis keturunan bangsawan provinsi kami setara dengan garis bangsawan lainnya di pusat! Kerajaan akan sangat menderita kerugian jika anda tewas hari ini!”


“Setelah anda selamat, tolong jelaskan semuanya pada kerajaan! Seorang berniat mengadu domba kita para kekuatan tertinggi, Gusti Ayu Shanaya telah menganggap anda sebagai kakak angkat, ia pasti percaya dengan penjelasan anda”


Dua kultivator Mistik lainnya juga ikut meyakinkan Andi Luwu’, Pria paruh baya yang bernama Andi Luwu mulai kelihatan ragu. Ia tahu harus selamat hari ini karena garis keturunannya sangat berharga bagi kerajaan. Itu setara dengan garis keturunan keluarga kerajaan Emerald Equator, dan tiga bangsawan lainnya yang tidak lain adalah keluarga Raden, Tengku, dan Sinaga.


Setelah keluarganya dibantai, Andi Luwu diasingkan ke utara provinsi Ujung Pandan yang merupakan wilayah gersang dan miskin. Saat itu ia hanyalah kultivator Bijak Puncak bersama dengan tiga lainnya yang dengan setia mengikuti Andi Luwu’


Kini mereka telah tumbuh bersama, Andi Luwu’ telah menganggap ketiganya keluarga. Ia tentu tidak ingin kehilangan keluarga untuk kedua kalinya.


“Pangeran, anda akan selalu mengingat kami didalam hati!”


Sementara itu ketiganya telah berniat untuk mengorbankan nyawa mereka demi Andi Luwu’ yang tidak perhatikan bahwa sosok pemuda kini terlihat. Andi Luwu lah yang menyadari pertamakali kehadiran Zhen Yuan disana.


“Anda Andi Luwu bukan? Kakak angkat dari putri Shanaya?” Zhen Yuan tersenyum tipis.


Andi Luwu’ memiliki pengalaman yang banyak sehingga dapat menyadari jika Zhen Yuan mungkin adalah sekutu dari ketiga prajurit kematian yang mengepung mereka.


“Anda siapa? dan mengapa anda menargetkan kami?!” Andi Luwu bertanya, ia tahu karena pihak lain telah memulai pembicaraan dengannya maka akan ada penyelesaian damai bahkan jika itu hanya kemungkinan kecil.


Zhen Yuan menggeleng pelan, “Saya awalnya tidak pernah untuk menargetkan siapapun, setelah pelelangan saya Cuma ingin kembali ke kepulauan asal saya. Sayangnya beberapa orang menjadi tidak malu dan membuat saya menjadi target mereka, yah sebagai orang yang baik saya harus mengembalikan apa yang mereka berikan bukan?”


Andi Luwu mengerutkan keningnya, meski ia telah menebak beberapa kemungkinan ia masih belum yakin. “Saya tidak paham maksud anda! Bahkan jika anda menjadi target, itu bukan karena kami! Lalu kenapa kami yang menderita?” Ia masih tidak terima.