To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
Pesta Lampion



“Kau seharusnya merasa lebih bahagia, setidaknya dataran Asal Mula tidak sepenuhnya tersegel. Kita bisa memanfaatkan celah yang telah dibuat oleh mereka untuk menghancurkan segel dan membiarkan dataran Asal Mula sepenuhnya kembali ke gugusan pulau Tertinggal.” Singa kecil berusaha untuk menenangkan Zhen Yuan.


Setelah pengingat dari singa kecil, pemuda itu akhirnya menghela nafas. Setidaknya ia tidak mendengarkan seluruh kesimpulan negatif hari ini. Seperti kata singa  kecil, ia bisa memanfaatkan hal itu untuk pergi dari dataran Asal Mula dengan menghancurkan segelnya.


Meski Zhen Yuan belum mencapai master kelas 5, tapi dengan kemampuannya sekarang ia berhasil memecahkan hampir seluruh formasi yang ada di tubuh Badak Bercula. Hanya tersisa formasi kelas 5 yang menjadi inti utama dari formasi.


“Formasi kelas 5  ini hanya mengatur agar anda tidak memiliki kendali penuh pada kekuatan anda saat ini. Bahkan ia akan mendeteksi jika anda ingin menggunakan kekuatan mortal untuk menghancurkannya.” Zhen Yuan menjelaskannya pada Badak Bercula.


Badak Bercula terlihat sangat senang ketika mendengar penjelasan Zhen Yuan. Yang membuatnya paling bahagia adalah ia tidak perlu lagi terkurung di dalam hutan Magical Beast yang kemudian menjadi tunggangannya Zhen Yuan.


“Kenapa disini energi iblis sangat kuat?” Tepat ketika mereka keluar dari kawasan Hutan Magical Beast, Badak Bercula yang telah familiar dengan aroma dan energi dari para iblis menjadi sensitif. Yang mengherankan baginya adalah aroma itu bahkan lebih kuat ketika ia berada dalam hutan Magical Beast.


“Iblis dan manusia sedang berperang selama beberapa waku yang lalu. Tidak akan aneh jika di sini terasa energi iblis sebab pertempuran mereka kerab kali berada di wilayah manusia.” Zhen Yuan menjawab.


“Kalian telah memulai peperangan?” Badak Bercula kelihatan kaget mendengarnya.


Zhen Yuan mengangguk kecil, ia kemudian menceritakan beberapa peristiwa yang terjadi pada Badak Bercula termasuk pada kemunculan 5 jendral iblis dan 10 iblis terkuat. Tapi sepertinya badak bercula tidak kaget seolah ia telah mengetahuinya.


“Kau tidak perlu curiga, asalkan kau tahu saja bahwa 5 jendral iblis itu telah mengancam saya beberapa kali dan kami terlibat perkelahian karena telah menolak tawaran mereka” Badak Bercula nampaknya memiliki ketakutan ketika membicarakan mengenai kelima jendral iblis.


Sementara itu Zhen Yuan tersenyum kecil, Badak Bercula tidak menyadari jika arah mereka tidak lain menuju markas dari salah satu jendral iblis.


Berita tersebut tentu menambah firasat Zhen Yuan jika semua bencana ini juga memiliki campur tangan keluarga Zhen.


~~


Pesta lampion di adakan pada malam hari, langit- langit jalanan kini dihiasi oleh berbagai macam lampion yang dibuat oleh keluarga Zhen. Beberapa pemuda dan pemuda jalan berpasangan sambil bermesraan menikmati keindahan malam itu.


Namun Du Lian nampak tidak peduli dengan itu semua, malah semakin malam kelompok tersebut semakin waspada. Pangeran Zhen Tian yang dikabarkan akan menyambut malam lampion itu akan keluar dan berkeliling ketika malam semakin larut dan orang- orang semakin ramai.


“Apakah master Zhen menyuruh  kita menunggu disini?” tetua Huang bertanya pada Du Lian. Karena hanya wanita itu yg berhak membaca surat yang dikirimkan oleh Zhen Yuan, maka tetua Huang tidak berhak untuk mendengarkan isi surat rahasianya.


Du Lian mengagguk sebagai jawaban, matanya berfokus pada kerumunan orang di sekelilingnya. Seolah mencari sesuatu tersembunyi, selain dirinya tentu saja ada ketiga tetua yang menjaganya. Sedangkan Baisheng ditinggalkan di penginapan untuk alasan keamanan.


Belasan menit kemudian, mata Du Lian berubah, ia segera bergerak cepat menuju sebuah sudut yang cukup gelap dan sepi dimana cahaya lampion tidak menyentuh bagian tersebut. Ketiga tetua juga bergerak namun mereka tidak terlalu dekat agar tidak menimbulkan kecurigaan.


Du Lian mengamati sudut yang gelap itu sesaat sebelum melemparkan surat rahasia yang diberikan Zhen Yuan padanya. Benar saja, ketika surat itu jatuh mereka segera terbakar oleh api dan menjadi debu.


“Apakah anda Du Lian?” Suara samar serak terdengar di telinga Du Lian. Wanita itu mengagguk cepat.


Setelah mendapat jawaban dari Du Lian, sebuah bayangan muncul dari kegelapan. Tangan- tangan panjang keluar dari sana yang membuat bulu kuduk ketiga tetua menegang. Hanya Du Lian yang tetap santai sambil mengulurkan tangannya.