To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
28/30



Kedatangan keduanya segera di deteksi, dua penjaga yang memancarkan aura Bijak Sejati tiba dan memandang keduanya dengan waspada.


“Kami datang untuk menjadi pelindung pulau!” Zhen Yuan segera mengatakan niatnya, khawatir jika keduanya akan salah paham dengan mereka.


“Untuk menjadi pelindung pulau, kalian harus memiliki kekuatan setara dengan kultivator Bijak Awal. Kami tidak akan membawa kalian masuk sebelum menunjukkannya disini” Penjaga itu seolah ingin memberi kesulitan pada Zhen Yuan dan Kaisar Iblis.


Kaisar Iblis tidak senang dengan perlakuan mereka, ingin sekali ia meledakkan keduanya menjadi kabut darah jika Zhen Yuan tidak menahannya.


“Kita tidak bisa membuat masalah dengan kekuatan sebesar ini. Ada banyak kultivator Bijak yang kuat berada dan kita berdua mungkin akan membawa bencana pada dataran Asal Mula” ucapnya melalui pesan telepati.


Zhen Yuan menatap kedua penjaga, “Bagaimana kami bisa menunjukkannya?”


Kedua penjaga itu saling menatap satu sama lain, lalu salah satu dari mereka berkata. “Tunggu disini. Kami akan kedalam dan melaporkannya pada atasan. Kebetulan ia kultivator Bijak Master sehingga jika kalian mengalahkannya maka kalian bisa masuk dan mendaftar”


Dengan begitu, mereka berdua kembali memasuki kabut dan menghilang dari pandangan. Kaisar Iblis semakin tidak senang dengan perlakuan keduanya yang menyuruh mereka untuk menunggu diluar.


“Tidak ada salahnya kita menunggu.” ucap Zhen Yuan menenangkan Kaisar Iblis.


Namun kemudian setelah 2 jam mereka menunggu, tidak ada satupun yang keluar dari kabut. Sangat jelas jika kedua penjaga itu menipu Zhen Yuan. Lagipula jika ingin memanggil atasan mereka, keduanya dapat mengirimkan pesan telepati. Sekarang bahkan Zhen Yuan mulai kehilangan kesabarannya. Namun keduanya memutuskan untuk tetap menunggu diluar.


Yang lainnya mengangguk, “Kau benar, jadi bagaimana jika mereka sekuat kultivator Bijak Awal? Jika mereka kehilangan kesabaran dan mulai menyerang maka kami akan memanggil para pelindung pulau untuk membunuh keduanya” Bukan sekali dua kali mereka melakukan hal ini, total mereka melakukannya hampir 10 kali selama mereka menjaga.


Sementara itu Zhen Yuan dan Kaisar Iblis terus menunggu diluar hingga malam hari. Kali ini Kaisar Iblis hampir kehilangan kesabarannya. “Kami ingin menjadi Pelindung Pulau hanya untuk mendapatkan informasi mengenai Devisi Surgawi. Kami bahkan tidak tertarik dengan jabatan dan ketenaran setelah mendapatkan posisi seperti itu. Karena mereka tidak ingin mendapatkan pelindung pulau, maka kami akan pergi” Zhen Yuan merasa terus menunggu disana lebih lama akan mencoreng harga diri mereka.


Tepat ketika mereka ingin pergi dari sana, sekelompok orang berjubah putih tiba. Kelompok itu dipimpin oleh seorang pria yang memegang pegang di tangan kanannya. Melihat Zhen Yuan dan Kaisar Iblis yang berdiri menunggu diluar, pria itu segera mendekat dan menanyakan alasan keduanya berdiri disana.


“Perkenalkan, saya Wang Jian. Saudaraku, apa yang kalian lakukan berdiri diluar Pusat Pulau?” Nadanya yang ramah membuat suasana hati keduanya melunak.


“Saudara Wang, kami berdiri disini karena ingin mendaftar menjadi sebagai Pelindung Pulau. Namun sepertinya terjadi masalah di dalam sehingga kami disuruh menunggu dari pagi hingga saat ini diluar” Zhen Yuan menjawab.


Wang Jian terkejut ketika mendengarnya, masalah apa yang terjadi di dalam sehingga mereka membuat tamu menunggu seharian?


“Maafkan atas ketidaknyamanan ini. Mungkin ada masalah besar di dalam dan membuat mereka melupakan saudara. Tapi tidak apa- apa, mari kita masuk. Saya akan menjamu saudara untuk malam ini, kebetulan saya baru saja pulang dari sebuah misi” Wang Jian begitu ramah kepada Zhen Yuan dan Kaisar Iblis.


Meski ia telah menyebutkan dirinya sebagai Pelindung Pulau namun nampaknya ia tidak sombong malah sangat ramah. Hal yang sangat langka ditemukan pada kultivator.


Dengan mengikuti rombongan Wang Jian, Zhen Yuan dan Kaisari Iblis memasuki Pusat Pulau. Ketika mereka melewati kabut, sebuah energi aneh dipancarkan oleh Wang Jian membuat kabut itu menghilang dari pandangan mereka. Keduanya segera melihat sebuah jalan yang terpisah dari kabut, tentunya jalan itu tidak lain menuju Pusat Pulau.