To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
45/45



Walau sang wanita memiliki gaya wanita penggoda, namun ia memiliki pengalaman yang banyak dan membuatnya waspada. Hal ini terbukti ketika ia dapat mencium beberapa riak yang aneh walau belum mengetahui formasi telah menyelimuti istana.


Tepat ketika ia melangkah 300 meter dari istana, sebuah riak formasi datang dan menyerangnya dengan ganas. Wanita itu terkejut bukan main, ia melambaikan tangannya yang seketika itu juga kabut berwarna merah muda muncul dan menangkis serangan formasi.


Wajah wanita itu berubah drastis dan segera ia mengirimkan pesan pada dua orang lainnya untuk membantu. Tiga orang muncul dari balik formasi dan bersiap untuk menyerangnya. Mereka tidak lain adalah Wang Jian, Ling Huier dan nona Seven.


“Sialan, kita dikepung!” Wanita itu berlari menuju Liu. Ia tahu bahwa ketiganya datang untuk menculik Liu dari mereka.


Sayang sekali, gerakannya dihentikan oleh nona Seven dengan mudah. Kedua wanita itu saling bertukar pandang.


“Saya berpikir siapa yang menemani genius mereka, tidak menduga jika itu adalah kau, si wanita penggoda” nona Seven jelas mengenali wanita tersebut.


Wanita itu juga mengenali nona Seven, ia mendengus dengan kebencian ketika melihat wajah dan peringai nona Seven yang sedikit diatasnya. “Saya tidak punya waktu untuk berdebat denganmu” wanita melambaikan tangannya, selendang merah muda muncul dan menyerang nona Seven. Wanita itu terkikik pelan, lalu melanjutkan pelariannya.


“Saya pikir kekuatanmu akan meningkat, tapi setelah bertahun- tahun kau masih tetap lemah” Nona Seven membuat langkah lain.


Api ditangannya dengan cepat membesar dan menghancurkan selendang merah muda milik wanita penggoda.


Wanita penggoda itu terkejut merasakan kekuatan nona Seven, jejak ketakutan melintas di kedalaman matanya. Selendang yang ia lemparkan bukanlah senjata sembarangan, itu adalah salah satu koleksi senjata kelas 6 puncak miliknya yang telah menemani wanita itu dari ranah Jiwa hingga mencapai ranah Bijak.


“Kau menghancurkan koleksiku yang berharga!” Wanita itu melepaskan kekuatannya yang merupakan kultivator lapisan 4. Ia menerjang melawan nona Seven dan terlibat ratusan teknik.


Keduanya memiliki sejarah yang kurang baik, sehingga mereka sedikit melupakan misi mereka dan terlibat pertengkaran wanita.


“Sebaiknya kita bergerak kedalam! Saya bisa merasakan dua kekuatan besar lainnya di dalam” Ling Huier menjadi yang terkuat kedua setelah nona Seven. Ia memimpin Wang Jian menuju lebih dekat dari istana.


Namun belum sempat mereka melangkah, ribuan kelelawar bermata satu datang, menyerbu keduanya dengan ganas. Wang Jian dan Ling Huier tidak tinggal diam, mereka mulai membunuh dengan buas.


Kekuatan keduanya berada di lapisan 5, membuat ribuan kelelawar yang datang tidak berkutik. Meski begitu, wajah Ling Huier berubah tidak baik. “Di depan, ada seorang yang memiliki konstitusi tubuh Hewan Malam. Ia mungkin lawan yang merepotkan”


Benar saja, ketika mereka tiba di depan istana. Dua orang berpakaian hitam telah menjaga Liu dibelakangnya. Kedua orang itu memiliki aura lapisan 5 seperti Wang Jian dan Ling Huier.


“Tidak kusangka pulau Kelompok Surga berhasil mendapatkan informasi ini” Pria berwajah rusak berkata dengan tidak senang. Ia adalah pemimpin yang menjaga Liu untuk berlatih. Sayangnya, kekuatan pria itu sebenarnya hanya sekuat Ling Huier.


“Kalian berlatih dengan kotor dan menyiksa orang yang tidak bersalah. Kami hanya bertindak demi surga untuk menghancurkan orang seperti kalian” Wang Jian membalas.


Pria itu tertawa mendengar ucapan Wang Jian. “Saya sangat benci pada kelompok seperti kalian yang berpura- pura baik dan suci. Jangan bilang kalian tidak membunuh seluruh kekuatan di dataran Pill Rapling hanya demi menutupi identitas kalian”


Wang Jian dan Ling Huier berubah, keduanya juga menyadari bahwa diri mereka tidak sepenuhnya bersih. Meski begitu mengorbankan beberapa nyawa demi kelangsungan banyak orang adalah perlu dilakukan.


“Banyak bicara, akhirnya semua adalah kebenaran untuk para pemenang” Wang Jian dan Ling Huier menerjang kedua pria berpakaian hitam. Mereka tidak ingin rencana yang telah disusun terganggu.


Akhirnya tersisa Liu yang berdiri dengan tenang mengamati ketiga pertarungan di depannya. Kekuatan tiga penjaganya telah ditunjukkan sepanjang jalan, sebab itu ia memiliki keyakinan pada ketiganya.


Namun ditengah- tengah pertarungan, sekitar seratus sulur muncul dan mulai menyerang Liu. Meski serangannya tidak kuat, namun sulur itu sepertinya ingin menahan Liu dan tidak membiarkannya bergerak.