
Sementara itu beberapa hari yang lalu kepulauan terbuang, persaingan antara Faksi Asal Mula dan sekutu melawan Pemimpin pulau dan yang lainnya semakin memanas. Meski begitu baik faksi Asal Mula dan pemimpin pulau telah mencapai titik puncak namun belum bisa menentukan siapa yang dapat memenangkan duel tersebut.
Sementara Kapten Pulau semakin mendesak untuk pemimpin pulau dapat mengalahkan faksi Asal Mula dan mendapatkan resep pill Rosy Down dan Esensi Mortal. Hanya dengan dua resep tersebut mereka akan mendapatkan bantuan dari Istana Pusat di kepulauan terbuang.
“Chu Xingtian, apakah anda tidak peduli lagi dengan kepulauan terbuang? ingatlah bahwa akar faksi Asal Mula berasal dari sini” Pemimpin Pulau begitu kesal melihat Chu Xingtian tidak mendengarkannya.
Selain itu dimasa lalu Chu Xingtian akan mendengarkan apapun yang diperintahkan oleh pemimpin pulau namun sekarang ia berdiri setara dengannya dan tidak lagi mendengarkan perintah.
“Bagaimana saya bisa peduli dengan kepulauan terbuang jika kalian tidak peduli pada faksi Asal Mula? Apa kalian lupa bahwa yang memberikan kita waktu untuk bernafas ditengah penyerbuan 9 kepulauan adalah berkat jasa master Zhen yang menghancurkan seluruh pangkalan mereka?! Jasa seperti ini saja sudah cukup menjadikan kami dikenang sebagai pahlawan!”
Chu Xingtian sangat marah, ia tidak lagi memiliki rasa hormat pada pemimpin pulau seperti waktu dulu.
“Pergilah dari sini! Saya akan menerima seluruh tantangan yang datang dibawah ranah Bijak Puncak!” Chu Xingtian berkata dengan kasar.
Pemimpin pulau mendengus pelan, “Baiklah, kau menang kali ini, tapi ingatlah ketika kau mencapai ranah Bijak Puncak, saya akan datang dan menantangmu”
Pemimpin pulau sangat percaya diri dengan kekuatannya, bahkan jika pemahaman Chu Xingtian telah meningkat ke ranah yang belum ia sentuh, ia masih memiliki banyak teknik untuk menjatuhkannya.
Setelah melihat kepergian pemimpin pulau dari pulau Iri Hati, Chu Xingtian menghela nafas pelan. “Saya ingin tahu bagaimana kabar nona Qing dan nona Du di medan perang antar bangsa”
Sebelumnya Master Ye telah mengunjungi Chu Xingtian secara diam- diam. Ia menceritakan semuanya tentang Zhen Yuan pada Chu Xingtian setelah melihat tekad dan keberanian pemuda itu untuk membela faksinya.
“Master Zhen telah mencapai ranah Mistik?! Luar biasa” Chu Xingtian sangat mengagumi saudara angkatnya itu. Ia kini semakin bangga setelah mendengar saudaranya telah mencapai ranah Mistik yang diidam idamkan oleh banyak orang dan menjadi keberadaan tertinggi di kepulauan terbuang.
“Namun itu tidak mengatakan jika master Zhen tidak meninggalkan apapun untuk anda dan faksi asal mula. Ada sebuah pangkalan yang terletak di area dalam, itu berisi dari ratusan kultivator bijak puncak yang menjaga! Jika kalian ingin memenangkan taruhan ini tanpa bantuan Zhen Yuan maka kalian harus pergi kesana!”
“Ini adalah token untuk memasuki pangkalan itu, jika mereka bertanya katakan saja bahwa saya yang mengutus kalian! Tapi ingatlah untuk bergerak secara rahasia sebab pemimpin pulau akan terus mengawasi kalian semua, terutama anda” ucap master Ye sebelum menghilang.
Chu Xingtian butuh beberapa saat untuk menetralkan pikirannya, ia sedikit tidak percaya dengan apa yang ia dengarkan baru- baru ini. Zhen Yuan mencapai ranah Mistik bersama dengan para bawahannya, lalu ada ratusan kultivator Bijak Puncak yang menjaga pangkalan faksi asal mula, belum lagi kesempatan bagi mereka untuk memasuki medan perang antar bangsa.
“Demi keamanan sepertinya saya harus mengutus Qing Hongyun, dan Du Lian untuk pergi. Namun akan sangat berbahaya untuk mereka berdua bepergian sendiri tanpa kultivator Bijak Puncak yang menemani.”
Akhirnya Chu Xingtian meminta pemimpin aliansi Vihara Gunung Timur, Flora Abadi dan Keseimbangan Rasa. Ia sebenarnya ingin mengutus Dewa Api dan Tuan Istana tapi melihat keduanya mendapatkan banyak sorotan akan sangat aneh jika keduanya tiba- tiba menghilang tanpa kabar. Adapun tiga lainnya, mereka relatif sederhana dan tertutup sehingga tidak aneh jika mereka tidak pernah kelihatan.
Sementara itu ketika Chu Xingtian ingin keruangan utama di pulau iri hati, sesosok manusia telah duduk disinggasana tertinggi. Chu Xingtian terkejut, ia mengamati sosok manusia yang menunggunya dengan tenang.
“Saya penasaran melihat reaksi tuan Zhen ketika mengetahui semua yang terjadi di kepulauan terbuang, termasuk dengan sikap pemimpin pulau saat ini” ucap sosok itu dengan tawa yang rendah.
Chu Xingtian tidak menggubris ucapan sosok itu, melainkan ia bertanya mengapa sosok itu bisa masuk ke dalam ruang utama, sejauh ini tidak ada satupun orang yang mampu memasukinya tanpa izin dari Chu Xingtian.
“Chu Xingtian, saya sangat mengagumi keberanian anda untuk melawan kepulauan terbuang demi faksi Asal Mula. Tapi tenanglah mulai saat ini kepulauan terbuang akan sangat menderita jika berani melakukan pemaksaan pada faksi Asal Mula” Begitu ia selesai, sosok itu melepaskan auranya yang kuat.