
Zhen Yuan duduk bersilah, ia menunggu lawannya datang.
Diruangan lainnya, seorang wanita muda tersadar. Ia mendengar kalimat master Ye persis seperti yang didengar oleh Zhen Yuan. Ia diam- diam berdoa agar tidak bertemu lawan yang kuat.
Beberapa ruangan lainnya juga seperti itu, mereka adalah kelompok Zhen Yuan dan mengingat pesan dari pemuda itu. Mereka berdoa agar tidak bertemu lawan yang kuat dan akan menggunakan kekuatan terkuat mereka untuk melawan mereka.
~~
Du Lian, Qing Hongyun dan seluruh kelompok Zhen Yuan tidak mendapatkan pendatang baru setelah 30 menit berlalu yang artinya mereka berhasil melewati tantangan ketiga. Sialnya Zhen Yuan mendapatkan seorang pria tua pada menit- menit terakhir.
Pria itu terkejut melihat Zhen Yuan menatapnya dan kemudian sebuah suara terdengar dan membuat senyumannya mengembang. “Nak, ini sungguh nasib yang bagus karena bertemu denganmu hari ini”
Zhen Yuan dapat merasakan pria tua itu tidak baik, ia berusaha melihat token dipinggangnya. Tapi kemudian Zhen Yuan berseru setelah melihat identitas pria tua tersebut. “Musuh memang selalu bertemu”
Entah dari sekian banyak orang mengapa Zhen Yuan bertemu dengannya. Pria tua itu tidak lain adalah wakil aula Hukum sekaligus tangan kanan dari Ketua aula. Ia memiliki status yang sama seperti penatua Yu yang merupakan wakil tetua dalam.
“Saya akan membunuhmu hari ini dan memastikan kepalamu menjadi hiasan dinding di dalam aula hukum! Hahaha” Pria tua itu tertawa lalu mengeluarkan senjatanya.
Zhen Yuan tidak takut, meski pria itu terkenal sebagai yang terkuat diantara para tetua dalam selain kepala tetua dalam, juga menjadi wakil aula hukum membuatnya tidak dapat dipandang remeh. Zhen Yuan mengeluarkan pedang terbang dan tombak kaisarnya.
Kekuatan dari pria tua ini setara dengan nona Seven jika tidak lebih kuat. Namun kekuatan seperti itu tidak sepenuhnya berpengaruh pada Zhen Yuan. Jika saja Zhen Yuan ingin menguji kekuatannya, maka ia akan menggunakan kekuatan penuhnya untuk membunuh.
Dua ratus sulur teratai muncul dan mulai mengelilingi lawannya. Zhen Yuan membuat dirinya seakan terpojok sehingga lawannya memfokuskan serangan dan tidak lagi memperdulikan bagian punggungnya. Disaat itu terjadi, dua ratus sulur Zhen Yuan telah berubah menjadi tambang yang sangat kuat dan mengikatnya.
“Zhen Yuan lepaskan saya! Aula hukum akan semakin memburumu jika kau membunuhku” Ucapan pria tua ini telah sangat bertentangan dengan ucapannya diawal. Zhen Yuan sama sekali tidak memiliki simpati dengan orang sepertinya.
“Saya bisa melepaskanmu asalkan kau memberitahukan pendukung rahasia dari aula hukum di pulau Kelompok Surga!”
Wajah sang tetua berubah mendengar permintaan Zhen Yuan. Ia memang mengetahui beberapa hal rahasia karena posisinya sebagai wakil aula, namun kekuatannya masih belum sebanding dengan para tetua inti disana sehingga ia sangat dilarang untuk mengungkapkannya.
Pria itu memiliki sebuah keluarga yang menjadikannya tulang punggung. Meski keluarganya tidak kuat, namun mereka masih menjadi penguasa sebuah dataran kecil. Tentu saja mereka mendapatkan posisinya berkat bantuan sang tetua.
Jika ia membocorkan berita ini, jelas baginya bahwa hidupnya sendiri dan seluruh keluarganya akan terancam. Aula hukum bahkan tidak segan untuk membunuh seorang tetua inti lapisan 9 hanya untuk meredakan masalah, dibandingkan dengannya yang pertama jauh lebih berguna.
“Masih ragu? Baiklah kita akan melihat bagaimana kau akan menghadapi kesengsaraan setelah keluargamu dihancurkan. Pemimpin Pulau telah bersiap untuk bergerak melawan kalian, dan mungkin keluargamu akan menjadi yang pertama”
Zhen Yuan mengancam pria tua itu hingga membuatnya menurut.