To Be Celestial's Emperor II

To Be Celestial's Emperor II
24/45



Jika berhasil mengolah pemahaman dan menggabungkannya dengan teknik Bijak maka dimasa depan tekniknya tidak lagi berpisah dan bersatu dengan pemahaman yang ia miliki. Kekuatannya  juga mungkin akan membuat Zhen Yuan mampu bertarung dengan para Komandan di pulau utama.


“Tapi itu bukanlah hal yang penting untuk saat ini, mencapai kenaikan adalah hal yang urgent dan menyelesaikan misi yang tersisa” Zhen Yuan dengan cepat menghilangkan pikirannya dan bergegas menuju Aula Master.


Dengan medali yang diberikan oleh Chu Xingtian dan juga token master kelas 5 miliknya sendiri tidak ada seorangpun yang dapat mengganggunya berjalan di pegunungan aula master. Ia telah mengenal lingkungan disana sehingga dapat dengan mudah menemukan tempat tinggal Chu Xingtian.


Namun sungguh aneh ketika ia datang tidak menemukan seorangpun disana. Kepribadian yang lugas dan aneh milik Chu Xingtian membuatnya tidak memiliki pembantu ataupun murid sehingga hanya dia yang tinggal disana.


Zhen Yuan menyebarkan energi spiritualnya dan menemukan tempat itu benar- benar kosong. Untung saja Chu Xingtian telah menyimpan surat untuknya di atas meja kerja.


“Saya memiliki beberapa misi penting dari kepala Aula Hukum bersama dengan beberapa master lainnya. Sebab itu saya meninggalkan semuanya padamu, semoga kau tidak mengecewakan saya ketika kembali”


Pemuda itu merasa sepi sekarang ketika Chu Xingtian pergi. Namun dengan cepat ia mengambil kertas kerja yang kemarin dan mulai menuliskan beberapa hal. Ia mencoret dan menulis kadang menghapus dan bahkan menambahkan detail di kertas lainnya.


Sampai kemudian ketika malam tiba, Zhen Yuan mendesah pelan sambil menghapus keringat mengucur di dahinya. “Berpura- pura bodoh adalah hal yang menyulitkan” tawanya masam.


Ia Mengambil beberapa lembar kertas kerja yg telah ia kerjakan, total ada 100 lembar diantara mereka dan hanya 10 yang disisakan. Ia menyelesaikan pekerjaannya selama satu hari dan pergi dari sana. Setiap hari ia akan datang dan menaruh setengah atau satu lembar kertas untuk membuat kemajuannya. Dengan begitu, Chu Xingtian tidak akan pernah mencurigainya ketika tiba.


Zhen Yuan menuju sebuah pegunungan yang bernama  Aula Dagang yang tidak lain pasar terbesar yang ada di pusat pulau. Disana semua orang baik tetua, pelindung atau bahkan master datang untuk membeli dan menjual barang mereka dengan bebas.


Meski bernama Aula, itu tidak diatur oleh tetua ataupun master melainkan eksekutif senior yang berada langsung dibawah pemimpin pulau. Eksekutif senior ini posisinya spesial karena mereka tidak berada dalam lingkup tiga kekuatan dan hanya mendengar perintah pemimpin pulau. Selain Aula Dagang, mereka juga mengolah Aula Sumber Daya.


Ketika Zhen Yuan tiba, suasana disana begitu hidup. Beberapa ia mendengar teriakan promosi, teriakan membeli dan teriakan menawar. Karena begitu banyak orang, Zhen Yuan dengan cepat berbaur dan meresap kedalam.


Pemuda itu berjalan- jalan sebentar sambil melihat- lihat sumber daya yang dapat ia dapatkan. Pertama- tama ia mencari bahan untuk pembuatan Pill Rosy Down, Pill Esensi Mortal dan Pill Gathering Mortal untuk para pengikutnya.


Untuk dua pill terakhir, bahan- bahannya cukup langka namun tidak begitu sulit di dapatkan. Meski Zhen Yuan merasa harganya menjadi setengah kali lebih mahal dari harga pasaran.


“Saudaraku, semua orang yang membuka toko disini begitu membutuhkan uang. Namun pulau juga membutuhkan uang sehingga kami harus membayar sewa disini. Itulah harga dari barang- barang lebih mahal” seorang penjual memberi penjelasan pada Zhen Yuan.


Zhen Yuan mengangguk, bisnis adalah bisnis. Semakin kuat maka semakin banyak peluang bisnis yang dapat mereka manfaatkan. Ia mau tidak mau harus membayar mereka semua dan membeli banyak barang yang dibutuhkan.


Ia tiba di pegunungannya setelah mampir ke aula master dan meletakkan dua lembar. Ia berniat untuk menutup diri selama seminggu untuk memurnikan pill.