
Karena penasaran, Zhen Yuan segera mengambil telur itu dan membunuh ular laut yang mencoba memakannya. Ular laut yang hanya memiliki kekuatan Roh Sejati tidak dapat berkutik ketika Zhen Yuan membunuhnya.
Pemuda itu memperhatikan telur tersebut dengan seksama hingga bumi tiba- tiba berguncang keras. Air laut tiba- tiba bergelombang besar menyapu bibir pantai. Zhen Yuan menggunakan kekuatannya melindungi diri dari gelombang tersebut sambil berdiri tegak.
Tidak lama dari lautan muncul dua buah kepala dengan leher yang sangat tinggi. Zhen Yuan menyipitkan matanya, mencoba melihat hewan apa itu. Ia sangat terkejut mendapati hewan itu tidak lain Monster Ular Kepala Ganda, kekuatan dari ular itu mencapai ranah Mortal lapisan Awal.
“Sshhtt!” Ular itu mendesis ketika menyadari Zhen Yuan memperhatikannya dari bibir pantai. Karena tidak senang, ular itu mencoba mendekat dan menerkam Zhen Yuan. Sayang sekali, sebelum mendekat, sebuah tembok besar dengan corak aneh datang dan berhasil membuat 2 kepala ular itu terbentuk dengan keras.
Zhen Yuan terkejut ketika menyadari jika itu bukanlah tembok besar melainkan sebuah cangkang dari hewan. Sedetik kemudian, sebuah kepala kecil keluar dari atas cangkang, ia ikut menatap Zhen Yuan.
“Kura- Kura Hitam!” Zhen Yuan berseru! Ia nampak tidak percaya melihat hewan tersebut didepan matanya.
Di kerajaan Langit Suci, selain dari manusia, terdapat banyak sekali tokoh- tokoh maupun dewa yang kuat dari bangsa Hewan. Sebut saja misalnya 4 Dewa Surgawi yang sangat dipuja oleh para hewan buas. Mereka adalah Dewa Naga Biru, Dewa Kura- Kura Hitam, Dewa Phoenix Api dan Macan Putih.
Mereka adalah dewa yang sama kuatnya dengan Zhen Yuan di masa lalu, bahkan keturunan mereka sangat berbakat. Sebab itu ia sangat terkejut mendapati Kura- Kura Hitam ada di dataran Asal Mula. Walau keempat dewa memiliki banyak keturunan, namun mereka tidak akan mungkin mendirikan kekuatan atau mengirim anak- anak mereka untuk berlatih ditempat seperti ini.
Zhen Yuan masih tercengang ketika sebuah suara datang entah dari mana. Suara itu seperti suara perempuan berumur. “Siapa itu?!” Zhen Yuan memasang wajah waspada, sebab suara itu adalah bentuk telepati maka itu artinya yang bersuara adalah kultivator Mortal.
“Ini saya, kura- kura Hitam! Saya meminta tolong agar anda membawa tuan muda pergi dari sini!” ucap suara itu lagi.
Zhen Yuan mematung sejenak sambil menoleh kearah Kura- kura hitam yang masih menahan Ular itu. “Saya tidak mengerti! Saya akan mengembalikan telur ini dan tidak ingin ikut campur dalam urusan kalian”
Kura- Kura itu menjelaskan dengan singkat, jika sesuatu yang buruk telah terjadi ketika perjalanannya. Kemudian ia ditugaskan untuk menjaga telur itu pada salah satu tempat terpencil dan melatihnya sebelum kembali ke asalnya.
Tapi tidak disangka ular itu menemukannya dan mengincar telur itu untuk dimakan setelah mengetahui tuan muda adalah kura- kura Hitam murni. Sebab itu telah beberapa tahun kura- kura hitam terus bertarung dibawah air bersama dengan ular Kepala Ganda.
Hari ini mereka berdua merasakan sosok yang kuat mengambil alih telur dari sarangnya. Sebab itu Ular terlebih dahulu keluar karena memiliki kecepatan yang kuat. Ia juga tidak bisa membiarkan usahanya bertahun- tahun juga gagal dan diambil oleh orang lain.
Begitupula dengan kura- kura hitam, ia khawatir jika tuan muda mereka diambil oleh orang yang jahat. Namun ketika ia merasakan aura dari Zhen Yuan, entah mengapa terdapat rasa keakraban padanya. Kura- kura hitam tidak mengetahui rasa itu berasal dari mana, namun karena ia merasa akrab membuatnya dapat mengambil keputusan untuk menyerahkan tuan mudanya pada Zhen Yuan.
Zhen Yuan masih sangat tidak percaya dengan apa yang terjadi padanya, tapi melihat ular itu sangat marah ia memutuskan untuk pergi dari sana membawa telur tersebut. Kura- kura Hitam terus menahan sang ular untuk tidak menyerang sampai Zhen Yuan pergi dari bibir pantai.
Wajah dari sang ular sangat tidak sedap dipandang, ia melihat kura- kura dengan tatapan penuh permusuhan. Usahanya sia- sa sekarang, entah ia merasa energinya terbuang percuma menghadapi kura- kura hitam.
“Saya tidak bisa memakan telur itu tapi saya bisa memakanmu dan menjadikanmu nutrisi!” Ular berkepala dua itu menatap sang kura- kura. Walau efeknya akan sangat berkurang ketika ia memakan telur namun tetap saja, kura- kura hitam memiliki sedikit garis keturunan dari Dewa membuatnya dapat menerobos ketingkat yang lebih tinggi atau memiliki keajaiban lain setelah memakannya.
Sang kura- kura tersenyum kecut, kekuatannya saat ini sangat lemah, terlebih ia hanya berada pada ranah Mortal Sejati membuat kekuatannya jauh lebih lemah dibandingkan sang ular kepala ganda. Apa yang membuatnya masih dapat bertarung dengan ular itu selama bertahun- tahun adalah karena ia membakar garis keturunan dewa yang ia miliki, sekarang hari ini bertepatan dengan garis keturunannya yang telah melemah dan tidak lagi memiliki efek peningkatan.
“Saya harap tuan muda dapat hidup dan kembali ke klan dengan selamat!” kura- kura hitam itu melakukan perlawanan terakhirnya, setelah itu perairan mulai menjadi merah disertai dengan mengalirnya beberapa potong tubuh yang diperebutkan oleh hiu- hiu dan binatang buas lainnya. Entah ular ataupun kura- kura yang selamat Zhen Yuan tidak mengetahuinya.