
“Saya akan mencoba untuk membuka jalan, kalian harus menggunakan kesempatan ini untuk keluar dan membawa pasukan sebanyak mungkin!” Master Hayang berbisik pada kelima grand elder lainnya.
Kelimanya mengangguk cepat, mereka sadar bahwa cepat atau lambat pihak musuh akan menyadari kelemahan mereka.
Grand Elder Mei memimpin dengan menciptakan banyak sulur berduri yang menjerat para kultivator atau membunuhnya hingga mati. Setelah tercipta beberapa celah, grand elder dari sekte Raja Senjata dan yang tersisa menggunakan kekuatan mereka untuk memperlebar jarak yang ada.
Setelah itu, Biksu Aswhin mengambil komando lalu mengarahkan seluruh prajurit untuk mengikutinya menerobos pasukan musuh. Sedangkan grand elder lainnya membantu master Hayang untuk menahan pasukan musuh.
Darma dan generasi muda lainnya segera mengikuti biksu Aswhin. Walau mereka sangat terpacu dalam membunuh dan menghabisi lawan tapi mengingat tujuan utama mereka membantu sekte Serangga Beracun sehingga akan lebih bijak jika menyimpan banyak kekuatan untuk saat ini.
Guo Shan menoleh kearah Jian, “Waktu formasinya akan segera habis! Kedua tetua itu pasti tidak akan melepaskan kita semua saat itu”
Sebenarnya, mereka berdua bukanlah pemilik asli dari formasi tersebut. Melainkan itu adalah formasi yang dikirimkan oleh Putri Embert kepada mereka sehari sebelum Embert dan yang lainnya dipenjara.
Formasi tersebut hampir menjadi formasi kelas 6 karena kekuatannya yang mampu berhadapan dengan master jiwa puncak. Sayang sekali waktunya terbatas dan hanya mencakup satu kali pemakaian.
Biksu Aswhin melihat kekhawatiran keduanya, ia juga tahu tentang formasi tersebut. Namun demi menguatkan mereka semua ia berkata dengan penuh keyakinan. “Tenang saja, master Hayang telah memikirkan hal ini. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah tiba secepat mungkin di sekte Serangga Beracun.”
Darma dan yang lainnya mengangguk, percaya dengan ucapan Biksu Aswhin. Kekuatan dari Biksu Aswin adalah yang terkuat setelah Master Hayang, sebab itu ia dipercayakan olehnya untuk membawa pasukan menuju sekte Serangga Beracun. Jika tidak, maka mungkin biksu Aswin tidak akan meninggalkan pertempuran.
Rupanya usaha dari master Hayang dan grand elder lainnya tidak sia- sia. Biksu Aswin berhasil membawa pasukannya menuju kerajaan Pasir Besi dengan selamat. Diam- diam, biksu Aswin khawatir dengan kondisi mereka sebab pasukannya telah menunggu selama 5 jam di perbatasan namun tidak ada satupun tanda bahwa kelimanya akan kembali.
“Kapan kita akan terus menunggu disini?” Jian bertanya kepada biksu Aswin.
Biksu itu menggeleng, “Saya juga tidak tahu. Kita akan menunggu selama beberapa jam lagi. Mungkin saja master Hayang menemui beberapa kendala di perjalanan membuat mereka terlambat”
“Saya tidak tahu mengapa tapi saya merasa perasaan khawatir mengingat grand elder Mei.” celutuk Putri Yewan Er.
Namun perkiraan dari Biksu Aswin benar- benar berbeda dengan kenyataan. Sebab setelah mereka pergi, formasi yang dikendalikan oleh Gou Shan dan Jian tiba- tiba mati membuat kedua tetua itu dapat dengan mudah menangkap Master Hayang dan yang lainnya.
Master Hayang dan Grand Elder yang lain memberontak, mereka melakukan segala macam cara untuk lepas dari kedua tetua tersebut. Namun sayang perbedaan kekuatan mereka terlalu jauh. Usaha yang mereka lakukan sia- sia bahkan merenggut nyawa dari grand elder Raja Senjata.
Kini tersisa grand Elder Mei dan Iblis Bertanduk serta Master Hayang yg diikat menggunakan senjata ajaib kelas 8. Bukan hanya vitalitas mereka yang diserap oleh senjata ajaib itu melainkan kekuatan dan kultivasi mereka selama bertahun- tahun juga ikut diserap dan menjadi energi bagi senjata kelas 8.
“Kita akan melihat sampai mana batas kekuatan anda untuk menahannya!” tetua dari Muara Dalam tertawa.
“Cih! Lihat saja bagaimana Zhen Yuan akan menghancurkan kalian! Kami akan sangat senang di alam sana ketika melihat hal itu terjadi!” Master Hayang dan yang lainnya telah sepakat untuk mengakhiri hidup mereka dengan meledakkan dantian.
Meledakkan dantian dari seorang kultivator Jiwa akan sangat parah, Itu bahkan akan melukai para kultivator roh puncak jika berdiri ditengah ledakan. Mereka secara bersamaan mulai mengedarkan energi mereka di dalam dantian dengan acak dan tidak beraturan.
Setelah itu energi yang sangat besar akan berkumpul di satu titik dalam dantian mereka yang akan mencoba untuk merobek keluar membawa energi murni dantian. Ketika itu terjadi, energi murni itulah yang akan meledak menjadi ledakan energi yang sangat kuat.
Kedua tetua itu juga menyadari tindakan master Hayang. Mereka segera memerintahkan semuanya untuk mundur menjauh dari sana secepat mungkin. Sayang sekali beberapa dari mereka masih belum mengerti dan tidak mematuhi perintah dengan benar.
Sedetik kemudian, tiga ledakan terdengar keras hingga jarak ratusan kilometer dan terdengar hingga ke telinga pasukan Obat Mujarab. Wajah biksu Aswin menggelap ketika mengetahui itu, ia mengenal ketiganya akan melakukan hal yang nekat selama tujuan mereka berhasil.
Biksu Aswin menundukkan kepalanya sejenak. Mulutnya komat kamit membaca beberapa doa untuk ketiga rekannya yang jauh disana lalu memerintahkan mereka semua untuk kembali melanjutkan perjalanan.
Semua orang bingung dengan tindakan biksu Aswin. Baru saja sang biksu itu menyuruh mereka untuk beristirahat selama beberapa jam tapi belum beberapa menit, ia kembali menyuruh mereka untuk melanjutkan perjalanan menuju Serangga Beracun.
Darma telah menjadi murid biksu Aswin untuk waktu yang lama sehingga ia sedikit mengetahui jika ada sesuatu yang disembunyikan oleh gurunya itu. Tapi apapun itu sepertinya biksu Aswin sama sekali tidak berniat untuk memberitahukannya.