
Pedang dan tinju beradu, sekilas akan terlihat jika pemimpin pangkalan memiliki keunggulan. Namun tidak dengan yang dirasakan oleh keduanya. Tatoo dengan agresif mengambil alih pertarungan. Pedang pemimpin pangkalan bergetar setelah menerima tinjunya.
Leng Wuchang disisi lain juga merasakan hal yang sama, energi tinju dari Tatoo begitu kuat hingga membuatnya terlempar beberapa meter. Karena ia adalah master alkemis yang cenderung menghabiskan waktu dengan membuat dan memurnikan pill sehingga ia tidak memiliki banyak pengalaman dalam pertarungan.
Sangat berbeda dengan Tatoo yang walau sangat mendalami formasi dan mantra namun ia masih sering melatih tubuhnya. Ia percaya bahwa tidak banyak kultivator tubuh yang dapat menyaingi kekuatannya.
Pemimpin pangkalan tercengang ketika kekuatan Tatoo tidak seperti yang mereka perkirakan, namun apapun itu semua telah terjadi. Saat ini ia fokus untuk menangani serangan demi serangan penjaga Tatoo.
“12 Tinju Beruntun!” Tatoo sekali lagi mengeluarkan jurus andalannya, kali ini dua belas tinju beruntun bersiap untuk menerjang tubuh pemimpin pangkalan. Merasa kekuatan dari mereka sangat kuat, pemimpin pangkalan tidak segan mengeluarkan jurus andalannya juga.
Pemimpin pangkalan adalah murid dari Leiying sehingga jurus maupun teknik yang ia kuasai cenderung sama dengan gurunya. Jurus andalan dari tetua pangkalan tidak lain adalah Pedang Bayangan.
Tatoo mendengus, “Apakah kau tidak memiliki jurus yang lain?” Sebagai pemimpin dari pangkalan besar istana pusat, tentunya akan banyak akses sumber daya dan jurus yang dimiliki oleh istana pusat kepadanya. Ia bisa memilih banyak teknik dan jurus dari sana. Namun pemimpin pangkalan sepertinya tidak berniat untuk mendapatkan jurus lainnya.
Tatoo menyerang begitupula dengan pemimpin pangkalan, mereka beradu dengan sengit walau beberapa kali pemimpin pangkalan terlihat kesulitan dalam menyamakan tempo serangan dari penjaga agung tatoo.
Melihat rekannya dipojokkan, Leng Wuchang dan yang lainnya berniat untuk menyerang dari belakang. Sekitar 11 kultivator mortal yang tersisa, bersama dengan Leng Wuchang menerjang punggung penjaga Tatoo.
Mereka berpikir penjaga Tatoo akan terluka parah karena serangan tersebut sebab ia sangat fokus dalam pertarungannya. Tapi kemudian sesuatu yang tidak terduga terjadi. Sebuah segel aktif di dalam tubuh tetua Tatoo.
Corak di bagian kulitnya seolah bergerak sendiri dan mulai membentuk sebuah bentuk naga. Naga itu cukup besar untuk seukuran gedung yang tinggi. Naga itu menatap Leng Wuchang dan yang lainnya yang berniat untuk melakukan serangan dari belakang.
“Pengecut! Karena tidak dapat menang dengan cara jujur kalian menyerang dari belakang!” Penjaga Tatoo tidak mengira jika Leng Wuchang akan begitu berani melakukan hal yang kotor. Ia tidak bisa lagi mentolerir hal tersebut.
Jika ia tidak memiliki tubuh bawaan Segel Naga Bayang maka dirinya akan terluka parah hari ini. “Kalian akan menerima akibatnya!” Tatoo menjadi marah, ia tidak lagi meladeni Pemimpin pangkalan. Dari tangannya muncul sebuah rantai formasi dan mengikat Pemimpin pangkalan dengan kuat.
“Arrhg!” Murid dari Leiying itu berteriak kesakitan ketika tubuhnya dilemparkan kearah para anggotanya. Sementara Naga Bayang mengejar Leng Wuchang yang ketakutan, Tatoo menyiksa mereka yang tersisa.
Berbagai jenis formasi penyiksaan muncul dan mulai melakukan tugasnya. Jeritan kesedihan dan kesakitan terdengar begitu memilukan. Orang- orang tidak akan percaya jika jeritan itu datang dari para kultivator Mortal yang gagah.
Leiying, Dan Jian dan Daren juga sedikit terganggu. Pertarungan sengit mereka bertiga terpaksa terhenti melihat penyiksaan yang dilakukan penjaga Agung Tatoo.
Dengan senyum kecut, Dan Jian berkata, “Mereka melakukan hal yang bodoh! Diantara kami bertiga, Tatoo memiliki kepribadian dan emosi yang tidak dapat diukur! Mereka melakukan kesalahan besar dengan menyerang Tatoo dari belakang”
Ketiganya juga melihat bagaimana perjuangan dari Leng Wuchang demi membebaskan diri dari naga bayang milik Tatoo.
Leiying melebarkan matanya melihat muridnya itu disiksa dengan tak berperasaan oleh Tatoo. “Hentikan!” Teriak Leiying.
Namun Tatoo tidak menghiraukannya, ia terus saja menambah penyiksaan itu semakin berat hingga membuat 2 kultivator Mortal lainnya terbunuh oleh penyiksaan itu.
Dan Jian dan Daren sepakat untuk menahan Leiying sementara waktu, mereka takut Leiying akan menyerang Tatoo secara buta.